
"Mama buka aja dulu!"
Liana pun membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isinya. Tampaklah dua buah foto hasil USG Andhara tadi.
Liana pun melihat dengan saksama, dan betapa terkejutnya ia sangat mengetahui hasilnya
.
"Kembar sayang?" ucap Liana tak percaya.
"Iya Ma, cucu Mama ada dua, satu Laki-laki dan satunya lagi perempuan,"
Liana begitu bahagia dan ia memeluk Andhara lalu mengelus perut Andhara. "Pantas ya nak gede banget perutnya. Isinya ada dua rupanya!" ucap Liana.
"Alhamdulillah akhirnya punya ponakan kembar, makasih kk," ucap Caroline yang disambut anggukan dari Andhara
.
"Doain ya Ma, Lin, biar kita sehat terus!" ucap Andhara.
"Tentu saja nak!" ucap Liana.
"Pasti kak,"
Tak lama datanglah Ezra dengan Ayana yang berada di gendongan nya, saat Ayana melihat Andhara ia segera meminta turun dari gendongan Ezra dan menghampiri Andhara.
"Ma, kata Papa, Ayana bakalan punya Adek ya Ma?" ucap Ayana.
"Iya sayang, adeknya nanti dua,"
"Terus adeknya mana, kok nggak di bawa?" tanya Ayana polos.
"Adeknya Ayana masih di dalam perutnya Mama sayang," jawab Liana.
"Kok bisa di perut Mama Nek, emangnya muat ya di dalam sana,"
Kebingungan Ayana membuat semua orang tertawa, apalagi dengan muka polosnya itu. Setelah memberikan pengertian pada bocah itu, akhirnya ia pun mengerti dan mengatakan akan menunggu adik-adiknya itu keluar.
Setelah itu mereka pun masuk dan Andhara kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Sementara itu penyelidikan Adnan terhadap Keluarga Viandra masih terus berlanjut, perlahan tapi pasti Adnan sudah bisa mengira tempat yang di pakai oleh Leyna untuk bersembunyi.
Sedangkan untuk kecurigaan mereka terhadap keterlibatan Cristian, ayah dari Leyna terhadap kecelakaan yang menimpa keluarga Anaya, juga perlahan terkuak.
Semakin hari, kandungan Andhara semakin besar. Terlihat Andhara juga sangat senang dan kebutuhan nutrisinya tercukupi.
Semua itu sudah tentu karena semua orang sangat memperhatikan dan mengurusnya dengan baik, terlebih suami dan ibu mertuanya.
Liana mengurus dan merawat Andhara selayaknya putri kandungnya sendiri, dia sama sekali tidak memperbolehkan Andhara untuk banyak bergerak apalagi bekerja.
Andhara menuruti semua kehendak suami dan mertuanya karena dia tahu mereka melakukan itu semua demi kebaikan dirinya sendiri dan anak yang dikandungnya karena sama halnya seperti mereka.
__ADS_1
Andhara juga berharap kehamilannya berjalan baik dan lancar sampai tiba saatnya dia melahirkan nanti.
Andhara merasa sudah tidak sabar menanti kelahiran buah hatinya dengan Ezra, anak yang menjadi bukti cinta mereka.
Sementara itu di kediaman Cristian, dia sangat khawatir saat ini. Karena Robi beserta anak buahnya sudah beberapa hari ini menghilang tanpa kabar.
Cristian menebak jika kejadian beberapa tahun lalu sudah di ketahui jelas oleh pihak lain, dan menghilangnya Robi beserta anak buahnya berhubungan dengan ini.
Belum sempat ia memikirkan Alasan lainnya, tiba tiba ponselnya berdering. Ternyata itu telpon dari sang putri kesayangannya.
"Halo say...,"
"Pah tolongin Leyna Pah, Leyna takut!"
"Ada apa sayang, apa yang terjadi padamu?" Cristian sangat khawatir dengan putri kesayangannya itu.
"Pah Leyna takut, hikss,"
Dapat Cristian dengar jika ada suara kegaduhan di tempat putri kesayangannya itu, dia menduga jika ada seseorang yang ingin menerobos ke tempat putrinya.
"Sayang kamu di mana sekarang, biar papa ke sana,"
"Aku ada di ..., Lepasin gue nggak mau ikut kalian,"
"Diam, ikut kami sekarang," bentak seseorang.
"Ngga lepasin, tolong, tolong!" teriak Leyna.
Cristian sangat khawatir dengan putrinya itu, apalagi saat mendengar putrinya di bawa paksa oleh seseorang.
Kekhawatirannya bertambah saat sambungan telpon nya di putus sepihak, Cristian yang ingin mencoba melacak lokasi ponselnya pun tidak berguna, karena ponsel Leyna sudah dinonaktifkan oleh orang tersebut.
Siall
"Apa yang harus ku lakukan, arghh," Cristian menjambak rambutnya sendiri.
Semua masalah datang secara bersamaan, keterlibatannya dalam kecelakaan beberapa tahun lalu sudah mulai terungkap, sekarang nyawa putrinya dalam bahaya.
Cristian benar-benar dibuat bingung dengan keadaannya sekarang, ia harus memilih antara dia atau keselamatan sang putri.
Cristian memutuskan untuk menelpon sang istri dan menyuruhnya untuk datang ke kantor menemuinya, setelah menelpon istrinya, Cristian lalu memanggil asistennya.
"Bagaimana ada kabar tentang keberadaan Robi?" tanya Cristian.
Asistennya itu menggeleng pelan, "Sampai sekarang belum ada pak," jawabnya.
"Baiklah kau boleh keluar!"
***
Di kantor Ezra sedang duduk di ruangannya bersama dengan Adnan, ia sedang menikmati pertunjukan seru yang sedang ia lihat melalui leptop nya.
__ADS_1
"Sekarang Cristian benar-benar sudah sangat marah, aku ingin lihat seberapa lama ia akan bertahan," ucap Ezra.
Ponsel Adnan bergetar menandakan ada pesan yang masuk, setelah ia lihat itu adalah pesan anak buahnya.
"Ez, Leyna sudah berhasil mereka temukan dan sekarang ia ditempatkan di sebuah rumah kosong yang jauh dari pemukiman,"
"Bagus, sekarang tinggal menunggu yang lainnya memakan umpan," Ezra tersenyum tipis.
Mereka berdua kemudian kembali fokus ke leptop Ezra yang sedang menampilkan wajah cemas dari seorang Cristian, Adnan sudah mengirim seseorang ke sana untuk menyamar sebagai OB dan memasang CCTV di ruangan Cristian.
Di kantor Cristian, ia sedang menunggu kedatangan sang Istri. Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik datang dan segera menghampiri Cristian.
"Ada apa sayang, kenapa kau menyuruhku datang ke sini?" tanya Lusi.
"Kerahkan anak buah mu untuk melacak keberadaan Putri kita!" suruh Cristian.
Mendengar nama putrinya disebut membuat Lusi bertanya-tanya, "Ada apa dengan Leyna sayang?"
"Tadi dia tiba-tiba menelepon ku, dari suaranya dia tampak ketakutan. Tak lama dari itu aku juga mendengar ada beberapa orang tak dikenal masuk ke tempat Leyna dan membawanya pergi,"
"APAA!!,"
Lusi hampir saja jatuh jika ia tidak memegang ujung meja suaminya, "Apakah kau sudah tau lokasinya?" tanya Lusi.
"Lokasi dari Leyna tidak bisa ditemukan, karena ponselnya sudah dinonaktifkan," ucap Cristian.
Dengan cepat Lusi segera mengambil ponselnya dan menelepon anak buahnya untuk segera mencari keberadaan putrinya, Lusi memberitahu jika mereka harus membawa putrinya kembali dalam keadaan hidup dan sehat tanpa ada sedikitpun luka di tubuhnya.
Adnan dan Ezra yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka, langsung menyuruh anak buah dari Adnan untuk mencegah anak buah dari Lusi melakukan penyelidikan, agar mereka tidak dapat menyelidiki tentang keberadaan Leyna saat ini.
"Cegat semua anak buah dari Lusi, dan jika mereka memberontak maka langsung bunuh mereka, pastikan juga untuk tidak meninggalkan jejak apapun, agar Lusi serta Cristian tidak curiga pada kita," ucap Ezra.
"Baik akan aku beritahu kepada mereka,"ucap Adnan.
Setelah itu mereka pun kembali fokus lagi kepada Lusi dan Christian.
Berpindah dari kantor Ezra, saat ini Andhara tengah bersantai di kediaman Antares.
Dia ditemani oleh mertua dan adik iparnya, adik iparnya saat ini tengah berenang di kolam renang dan dia beserta mertuanya hanya duduk sambil minum minuman dan menyaksikan Caroline yang asik berenang.
Caroline sempat mengajak kakak iparnya itu untuk berenang, tetapi dilarang oleh Liana, karena saat ini kehamilan Andhara sangat rentan karena ia mengandung bayi kembar.
Jadi dokter menganjurkan untuk tidak melakukan aktivitas yang lebih berat selama transmiter pertama, dengan patuh Caroline pun menurut dan akhirnya hanya dia seorang yang berenang dengan disaksikan oleh kakak ipar dan ibunya.
"Apakah kandunganmu baik-baik saja nak?" tanya Liana pada Andara.
"Ya Ma, kandunganku baik-baik saja dan sepertinya mereka sangat sehat," ucap Andhara.
"Oh tentu saja, cucu-cucu Mama harus sehat, karena itu Mama akan memperhatikan makananmu dan akan menjaganya asupan gizinya," ucap Liana.
Udah lama banget baru up lagi, semoga kalian nggak bosen sama cerita ku. jangan lupa koment dan likenya ya🤗
__ADS_1