Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
47. Hilangnya sang Mata-mata


__ADS_3

“Makasih kek doanya, kalau gitu Adnan pamit takut Ezranya ngamuk, hehehe,” gurau Adnan.


“Hati hati di jalan,”


“Baik kek,”


Setelah kepergian Adnan, Kakek Yuda masuk ke kamar sang cucu untuk memeriksanya. Saat masuk ia mendapati cucunya sudah tidur, ia mendekat dan duduk di samping sang cucu.


Menatapnya begitu lama, sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dari sana agar tidak menganggu istrahat cucunya, tak lupa sebuah kecupan di kening Andhara.


Di perusahaan Ezra sudah menunggu Adnan di ruangannya, tak berapa lama Adnan pun datang.


“Sebenarnya apa yang terjadi dengan Andhara, dilihat dari kondisinya ia tidak baik baik saja,”


“Kau benar Adnan, saat ini kita harus sebisa mungkin menjaga kestabilan emosinya,”


“Maksud mu?”


“Saat kita tadi pergi mengurus orang yang memata matai Anaya, Andhara sempat masuk ke ruangan dan mencari ku. Tapi aku tidak ada di tempat, tapi saat akan keluar ia yang mendengar telpon ruangan ku berdering, jadi dia memutuskan untuk mengangkatnya. Yang menelpon itu adalah …,”


Ezra pun tak melanjutkan perkataannya, Adnan pun sudah bisa menebak orang tersebut.


Tidak ada yang sangat membenci hubungan Andhara dan Ezra kecuali sang Mama, Liana. Adnan menduga jika perkataan yang diucapkan dari Liana sudah melukai hati Andhara.


“Aku tak habis pikir dengan tante Liana, kenapa dia sangat membenci Andhara. Andhara pun tak pernah berbuat jahat padanya ataupun melukainya, tapi kenapa semakin hari aku merasa jika Tante Liana semakin membenci Andhara,” ucap Adnan.


“Aku pun tak tau Adnan, tapi satu hal yang aku pikirkan. Jika semua itu adalah ulah Leyna, yang sudah terlanjur mencucui otak Mama, dan kehilangannya saat ini juga membuat Mama semakin membenci Andhara,”


“Memang berat menjadi Andhara,”


“Bukan hanya itu Adnan, masih ada satu hal lagi, yaitu tentang Anaya,” ucap Ezra.


“Anaya? Kau sudah memberitahu Andhara tentang masalah tadi?” tanya Adnan.


“Tidak,”


“Lalu apa yang kau khawatirkan tentang itu,”


Ezra menghelas napas berat, “Andhara tadi mengatakan padaku, jika saat ia tertidur tadi, ia sempat memimpikan Anaya. Ia mengatakan jika Anaya akan meninggalkannya dan menyusul kedua orang tua kandungnya,” jelas Ezra.


Adnan pun sangat kaget, “Kenapa bisa seperti ini,” bingung Adnan.

__ADS_1


Kekuatan batin di antara keduanya sangat kuat, bahkan Andhara bisa merasakan masalah yang sedang menimpa Anaya saat ini. Yang terpenting dari ini adalah fakta bahwa Anaya dan Andhara bukan ibu dan anak kandung.


Mereka berdua tidak terikat darah, ataupun hubungan keluarga. Tapi perasaan mereka berdua sepertinya sangat terhubung dan itu pun melebihi hubungan ibu dan anak kandung.


Masalah ini menjadi semakin rumit untuk Andhara maupun Ezra, Ezra pun juga harus di tuntut menyelesaikan masalah ini secepatnya.


Jika terus berlarut larut maka kehidupan mereka tidak akan berjalan dengan lancar.


“Jadi bagaimana Langkah selanjutnya Ezra?” tanya Adnan.


“Akan ku pikirkan dahulu, untuk kasus dari Anaya kita tidak bolhe sembarangan bergerak. Jika tidak akan mengakibatkan hal yang tidak di inginkan terjadi.” Ucap Ezra.


Sementara mereka berdua berdiskusi, di tempat lain tepatnya di Apartement Ezra. Caroline tengah berpikir, mempertimbangkan keputusan yang akan di ambil olehnya.


Sebenarnya Caroline belum ingin pulang dan bertemu dengan Sang Mama, tapi setelah melihat kegigihan Mamanya yang terus menghubunginya meski ia tak pernah memperdulikannya, membuat Caroline merasa bersalah dengan Mamanya.


Setelah berpikir Caroline akhirnya memutuskan untuk pulang, ia segara masuk ke kamar dan membereskan pakaiannya. Tak lupa ia mengirim pesan kepada kakaknya, jika ia akan Kembali ke rumah utama.


Setelah mendapatkan izin, Caroline pun segera pergi membawa barangnya dan segara menuju ke rumah utama.


Setelah beberapa menit, akhirnya Caroline sampai di rumah utama. Di sana ia di sambut oleh beberapa pekerja di rumah utama, mereka sengaja di tempat kan oleh Liana untuk menunggu kepulangan dari Caroline.


“Nona Muda sudah pulang,” kata bibi 1.


“Sedang di kantor non,” kali ini bibi 2 yang menjawab.


Sementara itu di sebuah perusahaan besar, kini Cristian tengah berteriak ke beberapa anak buahnya.


"Dasar kalian semua sangat tidak berguna," murka Cristian.


karena marah Cristian mengacak-acak meja dan melemparkan barang di atas mejanya.


sehingga Vas Bunga pun ia lempar, dan pecahan kacanya berserakan di mana-mana. amarah Cristian ini tentu saja membuat seluruh orang yang berada di sana sangat takut.


Flashback On


Saat ini Cristian tengah bersantai di perusahaan nya, ia membayangkan saat saat di mana ia berhasil menyingkirkan Anaya. Semua yang mengganjal di hatinya dan tidak ada yang bisa mengancamnya dengan hal tersebut.


Tapi kesenangan nya terpaksa terganggu karena kedatangan dari salah satu anak buahnya, ia melaporkan jika orang suruhan Roni dikabarkan menghilangkan.


Mengetahui hal tersebut membuat Cristian sangat kesal, bagaimana mungkin orang suruhan dari Roni menghilang tanpa di ketahui oleh anak buahnya.

__ADS_1


"Bagiamana kalian bisa kehilangan dia, ha!!" Bentak Cristian.


*Namun anak buah dari Cristian hanya diam dan menunduk, saat ini Cristian benar benar kesal karena kinerja anak buahnya yang tidak becus.


Hanya mengawasi satu orang saja mereka tidak mampu, dengan perasaan yang masih kesal Cristian segera menelpon Roni*.


Tak butuh waktu lama telponnya pun tersambung,


"Halo, Roni kenapa orang suruhan mu itu bisa menghilang, apakah kau tidak memerintahkan nya dengan baik, sehingga ia kabur di saat tugasnya,"


Roni yang tidak tau apa apa pun merasa heran, kenapa Cristian menelponnya dengan nada marah. Dan kenapa dengan orang suruhannya, bukannya ia telah mengirim orang sesuai permintaan Cristian sendiri.


"Ada apa ini? Kenapa kau malah marah pada ku?" Tanya Roni.


"Anak buah ku melaporkan jika orang yang kau kirim untuk memata matai Anaya, tiba tiba menghilang begitu saja." Kata Cristian.


"Lalu jika dia menghilang apa hubungannya dengan ku, salah kan anak buah mu yang tidak bisa mengawasi satu orang saja," balas Roni.


"Beraninya kau balik memarahiku," kesal Cristian.


"Lalu apa mau mu?" Tanya Roni.


"Cari orang suruhan mu itu sampai dapat, jika dia tidak di temukan kita berdua bisa dalam masalah besar," ucap Cristian.


"Yang berada dalam masalah besar itu dirimu bukan aku, kenapa kau menyangkut pautkannya dengan ku,"


"Sudahlah aku tidak ingin membuang waktu, cepat cari dia dan pastikan dia tidak membocorkan informasi yang ia ketahui pada orang lain!"


*Setelah selesai memerintahkan hal tersebut pada Roni, Cristian lalu memutuskan panggilan secara sepihak.


Hal tersebut tentu membuat Roni sangat kesal, bagaimana tidak, Cristian yang butuh bantuan, dia yang memerintah seenaknya*.


Walaupun kesal tapi Roni tetap melakukannya sesuai perintah dari Cristian, ia mengerahkan anak buahnya yang baru kembali untuk mencari keberadaan orang tersebut.


Kembali ke perusahaan, saat ini Cristian juga memerintahkan hal yang sama pada anak buahnya.


"Cepat cari dan tangkap dia, bawa dia ke hadapan ku. Pastikan dia tidak berbicara pada orang lain, jika itu terjadi langsung bunuh saja dia!" Perintah Cristian.


***Ini Cristian serem banget ya, main bunuh orang loh. di kira nyawa manusia itu ibarat kucing yang punya 9 nyawa🤦‍♀️


Nah makin seru loh cerita nya, Cristian udah ketar ketir ni karena kehilangan orang suruhannya, mungkin sebentar lagi kejahatannya bakalan terungkap.

__ADS_1


sambil nunggu up mampir yuk ke sini***!



__ADS_2