Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Ide gila


__ADS_3

Kini sudah satu minggu Vania menjadi tahanan Rama, ia merasa dirinya seperti burung dalam sangkar emas. Semua kebutuhannya di penuhi, mulai dari makan, baju bagus, make up, aksesoris mewah, semuanya tersedia disana. Namun hal itu tak bisa membuatnya bahagia, ia merasa dirinya tak lebih dari peliharaan. Dia pun masih belum mengerti mengapa Rama melakukan kekonyolan ini, bahkan sudah hampir 1 minggu ini Rama sama sekali tak datang mengunjunginya.


Kak, aku sangat merindukanmu, aku mohon tolong aku jemput aku disini kak. Ucap Vania yg berharap Farel bisa menemukan dirinya disini. Sudah seharian ini dirinya menangis dan memohon untuk di pulangkan, berharap mereka akan iba padanya. Namun sekali lagi semua sia2.


Sesaat terbesit ide gila di kepalanya, di bongkarnya seluruh isi kamarnya mencari benda tajam itu, tepat setelah ia menemukannya dengan perasaan takut juga frustasi, ia nekat menyayat pergelangan tangannya sendiri. Karena rasa sakit dan perih yg tak tertahan akhirnya ia pingsan dengan banyak darah keluar dari tangannya.


Tokk tokk tokk..


Ceklek.. Pintu kamar terbuka.


"Astaga nona.. ".


Bibi sangat terkejut juga takut mendapati nonanya tergeletak bersimbah darah di lantai kamarnya, segera ia pergi meminta tolong pada pekerja lain untuk bergegas membawa Vania ke rumah sakit, tak lupa ia juga menelpon Rama yg kini sedang ada di kantornya.


****


Di rumah sakit


"Apa yg terjadi?" Tanya Rama cemas.

__ADS_1


"Saya menemukan nona sudah pingsan di kamarnya dengan kondisi tangan teriris dan bersimbah darah." Jawab bibi sangat takut.


"Maafkan saya lalai menjaga nona tuan." Sahutnya lagi dengan menunduk, ia takut Rama akan melimpahkan semua kejadian ini padanya dan memecatnya.


"Sudahlah, sekarang kamu kembali saja ke villa dan kirimkan baju ganti buat saya, biar saya yg menjaganya disini." Perintah Rama.


"Baiklah tuan, saya pamit undur diri."


Tak lama kemudian dokter yg menanganinya pun keluar.


"Gimana keadaan istri saya dok?".


"Syukurlah nona sudah tidak apa2, saya sudah berhasil menghentikan pendarahannya, nampaknya pikirannya juga sangat tertekan, jadi saya mohon untuk menjaga emosinya agar tetap stabil nanti saat sudah siuman." Ucap dokter kemudian beranjak meninggalkan Rama.


Kali ini Rama harus benar2 ekstra menjaga Vania, dia juga harus memeriksa kamar Vania lagi agar nanti ia tak melakukan sesuatu yg akan menyakitinya dirinya kembali. Ia juga berencana memasang cctv di kamar itu agar ia bisa selalu mengawasi setiap langkah gadis itu kapan pun.


****


Satu minggu sudah Farel kehilangan Vania, sampai saat ini dirinya juga polisi sama2 masih belum menemukan titik terang kemana perginya gadis cantik itu.

__ADS_1


Ting tung ting tung..


Tiba2 ponselnya berdering, dengan malas ia mengangkat panggilan itu yg tak lain dari rekan kerjanya di rumah sakit.


"Halo Far, gimana keadaan kamu?". Tanya orang itu basa basi.


"Aku baik Sil, ada apa kamu menelponku?". Jawab Farel to the point.


"Apa kamu sudah menemukan kekasihmu?. Tanya lagi Sisil.


"Belum, memangnya kenapa?"


"Tadi aku melihatnya masuk rumah sakit, tangannya terluka seperti sengaja diiris sendiri, kebetulan aku yg menanganinya." Jelas Sisil.


"Apa?? Gimana kondisinya? dia baik2 saja kan?".


"Tenang saja aku berhasil menghentikan pendarahannya, tapi ada yg janggal, dia disini di temani seorang pria tampan yg mengaku sebagai suaminya, dia sama khawatirnya sepertimu." Ucap Sisil


"Sekarang dia dimana? masih di rumah sakitmu kan?". Tanya Farel

__ADS_1


"Harusnya sih dia masih disini."


"Baiklah terima kasih atas infonya, aku akan kesana sekarang." Jawab Farel langsung mematikan panggilannya dan bergegas menuju rumah sakit.


__ADS_2