Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Satu satunya jalan


__ADS_3

Setelah mendapat cuti, hari ini Vania berencana untuk fitting baju dan melakukan beberapa persiapan lain untuk pernikahannya 2 minggu lagi, ia tak menyangka akan menikah dengan Farel secepat ini, ia hanya pasrah, mungkin Farel memang jodoh yg dikirim Tuhan untuknya.


"Sayang, nanti aku jemput jam 9 ya, kamu siap2." Ucap Farel dibalik telpon.


"Iya kak, lagian ini masih jam 6, masih lama juga."


"Hehe.. maaf sayang, rasanya udah nggak sabar pengen cepet ketemu kamu."


"Kakak mah gitu, gombal mulu ih." Jawab Vania pura2 kesal.


"Gpapa lagi, kan gombalnya sama tunangan sendiri." Ucap Farel tak mau kalah.


"Yaudah aku mau masak dulu kak, mau beresin rumah juga terus siap2."


"Baiklah, sampai ketemu nanti sayang, love u".


****


Aku akan merebutmu dari dia sayang, setelah itu kamu akan jadi milikku, aku janji bakal bahagiain kamu. Ucap Rama pada foto Reina yg di cetak besar dan di taruh didalam kamar apartemennya.


Hari ini Rama berencana menculik Vania dan membawa gadis itu pergi sejauh jauhnya dari Farel, terserah orang akan mengaggapnya gila, terobsesi atau apalah, yg penting baginya adalah bisa memiliki Vania.


Tokk tokk tokk..

__ADS_1


"Iya sebentar."


Ceklek..


"Kamu..." Vania kaget melihat siapa yg datang pagi ini.


"Kamu ikut saya sekarang." Ucap Rama sambil menarik tangan Vania.


"Hei.. maksud kamu apa? saya tidak kenal dengan kamu, jangan mengira saya takut hanya karena kamu sahabat bos saya, biarpun saya di pecat nantinya saya nggak peduli, yg jelas saya nggak sudi di paksa2 sama kamu." Umpat Vania kesal.


Rama yg geram dengan penolakan Vania, akhirnya ia memutuskan mengeluarkan sapu tangannya yg sudah ia bumbui dengan obat bius dan segera membekap hidung Vania.


Maafkan aku sayang, aku terpaksa melakukan ini, aku nggak ada maksud buat nyakitin kamu, aku hanya ingin kamu terus disisiku, mencintaiku seperti dulu.


Dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Rama membawa gadis itu ke villa nya di pegunungan, jauh dari pusat kota, melihat Vania yg masih terlelap ia memutuskan menggendongnya kembali masuk ke dalam, dan menidurkannya di kamar utama villa mewah itu.


"Hoamm...."


"Akhirnya kamu bangun juga."


"Kamu??? saya dimana? kenapa kamu membawa saya?" Tanya Vania gugup sambil menarik selimutnya sampai ke leher.


"Kamu ada di villa saya, tenang saja saya tidak berniat menyakitimu."

__ADS_1


"Lalu apa tujuanmu membawa saya kesini?"


"Saya hanya tidak ingin kamu menikah dengan pria itu."


Sontak Vania kaget, bagaimana pria ini bisa mengetahui tentang pernikahan itu, dan mengapa pula pria ini tidak mengijinkannya menikah, memangnya dia siapa.


"Mengapa? apa hakmu melarangku menikah dengannya? kamu bukan orang tuaku, saudaraku, bukan pula kekasihku? kita tidak dalam hubungan yg bisa membuatmu bersikap posesif kepadaku." Umpat Vania kesal dan kali ini ia sangat marah.


"Kamu hanya boleh menikah denganku, mau atau tidak mau." Ucap Rama tak mau dibantah.


"Nggak, kamu nggak bisa memaksaku." Jawab Vania kekeh.


Rama benar2 sangat marah mendapat penolakan terus menerus dari gadis cantik ini, dengan emosi yg memuncak ia mendekati gadis itu dan memaksakan ciumannya.


Cup


"Emm...mmm... Lepas!!" Racau Vania di sela ciuman panas itu.


Dengan keras ia mencoba melepaskan diri, dan akhirnya ciuman itu terlepas setelah Rama merasa akan kehabisan nafas.


"Kamu gila? apa yg kamu lakukan hah??"


"Ingat baik2, kamu itu milikku, sampai kapanpun akan tetap sama, jika ada yg berani mendekatimu, maka dia akan hilang." Ancam Rama kemudian bergegas pergi dari kamar itu dan menguncinya.

__ADS_1


__ADS_2