
Pagi itu Vania mengajak Farel untuk pergi jauh bersama namun ia sama sekali tak punya arah tujuan yg jelas, karena bingung dan sangat mendadak akhirnya Farel memutuskan untuk mengajak Vania ke Bali, mereka akan tinggal di rumah nenek Farel untuk sementara.
Dan disinilah mereka, rumah besar yg sederhana khas Bali. Tempatnya nyaman dan sejuk, juga dekat dengan wisata pantai yg indah. Kedatangan Farel disambut langsung oleh nenek dan kakeknya. Mereka sedikit terkejut, pasalnya sangat sulit untuk membujuk Farel agar mau mengunjungi mereka di pulau ini. Apalagi saat ini ia mengajak seorang gadis bersamanya.
"Farel..." Teriak nenek menghampiri Farel lalu segera memeluknya.
"Tumben kamu mau datang menemui kami." Sindir kakek yg berdiri dibelakang mereka.
"Hehe.. maaf kek nek, baru bisa berkunjung sekarang." Ucap Farel cengengesan.
"Siapa ini nak? cucu menantu nenek kah?". Tanya nenek penasaran sambil menatap Vania dari ujung kepala hingga kakinya.
"Iya nek, ini tunangan Farel namanya Vania." Jawab Farel mengenalkan mereka.
"Kenalkan saya Vania nek, kek." Ucap Vania sopan lalu bergantian mencium tangan nenek dan kakek Farel.
"Ayo masuk kita ngobrol didalam." Ajak kakek pada istri, cucunya dan Vania.
Mereka mengobrol banyak, menceritakan kisah Farel dan Vania, juga tujuan mereka yg tiba2 kemari. Farel hanya beralasan ingin berlibur sementara disini, karena ia tak mungkin menceritakan yg sesungguhnya, bahwa mereka sedang melarikan diri dari seseorang.
__ADS_1
Ya Vania telah menceritakan semua yg telah ia alami selama ia menghilang. Farel yg mengetahui itu sangatlah geram dan marah ingin membalas perbuatan Rama. Namun Vania menolak, karena dia tahu bahwa Rama bukanlah orang yg mudah untuk dilawan, Vania takut Rama akan berbuat buruk pada Farel nantinya.
"Ya sudah kalian lebih baik istirahat dulu, pasti lelahkan. Nanti nenek bangunkan kalau udah waktu makan siang." Tutur nenek.
"Ayo sayang kita istirahat." Ajak Farel lalu menggandeng tangan Vania agar mengikutinya.
"Baiklah, terima kasih kek nek Vania permisi dulu." Pamit Vania.
Farel yg lelah langsung merebahkan dirinya di kasur yg cukup luas itu.
"Arghh... Akhirnya bisa rebahan juga." Gumam Farel merilekskan tubuhnya.
"Memangnya kenapa? Kamu takut?".
"Eng enggak.. Takut kenapa juga?." Jawab Vania gugup wajahnya memerah malu.
"Van sini deh..!" Ucap Farel dengan senyum smirknya. Ia merasa gemas melihat wajah Vania yg merona. Menambah kesan cantik pada gadis itu
"Apa?". Jawab Vania singkat dan duduk disisi ranjang dekat Farel.
__ADS_1
Dengan cepat Farel menarik Vania jatuh kepelukannya, memeluknya erat, menghirup aroma manis gadis yg selama ini sangat ia rindukan.
"Aku merindukanmu, sangat. Jangan tinggalin aku lagi ya." Ucap Farel lembut.
Kini posisi Vania berada diatas Farel, ia sangat terkejut Farel tiba2 menariknya dan memeluknya. Karena malu dan gugup ia sembunyikan wajahnya yg merah itu di dada bidang Farel.
"Aku juga merindukanmu kak". Jawab Vania pelan namun tetap bisa didengar Farel.
Seketika Farel merubah posisi mereka, dan Vania kini ada dibawahnya. Di pandanginya wajah Vania, wajah cantik yg senantiasa hadir dalam mimpinya. Diusapnya lembut kelopak matanya, hidungnya, pipinya, juga bibirnya. Dengan perlahan ia mencium bibir pink soft itu, **********, menyesapnya lembut. Menyalurkan kerinduan yg selama ini ia pendam.
Vania pun melakukan hal yg sama, ia membalas ciuman itu, entah bagaimana perasaan dia yg sesungguhnya pada Farel. Ia hanya merasa aman dan nyaman berada di dekat pria itu.
Cukup lama mereka saling menyesap, Farel yg sudah terlena pun tangannya mulai bergerak akan membuka kancing baju Vania. Namun Vania yg menyadari hal itu akhirnya menghentikan Farel. Ia tak ingin melakukannya sebelum pernikahan.
"Ah.. maafkan aku Vania, hampir saja aku khilaf." Ucap Farel merasa bersalah dan segera bangkit dari posisinya.
"Iya kak, maaf juga aku belum bisa memberikannya. Aku hanya ingin melakukannya nanti setelah pernikahan." Jawab Vania.
"Tidak apa, aku menghargaimu. Sudah sepantasnya aku menjaga dirimu karena aku mencintaimu. Kalau gitu aku tinggal ke kamar sebelah ya, takutnya nanti khilaf lagi kalau lama2 disini sama kamu." Ucap Farel sembari mengelus puncak kepala Vania sayang dan segera beranjak ke kamar sebelah.
__ADS_1