Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Merasa tersiksa


__ADS_3

Setelah pernikahan di gelar Vania kembali tinggal bersama Rama. Vania kini berubah menjadi sosok yg lebih pendiam, ia banyak menghabiskan waktunya di kamar dan hanya akan keluar ketika makan. Dengan Rama pun ia sering kali berusaha menghindar, acuh dan tak peduli padanya. Rama yg menyadari hal itu hanya bisa pasrah, ia harus bisa tetap sabar menghadapi Vania saat ini. Ia yakin suatu saat nanti ingatan gadis itu pasti kembali.


"Sayang waktunya sarapan, aku udah masak buat kamu." Ucap Rama pada Vania yg masih tak beranjak dari tempat tidur.


Mendengar hal itu Vania segera turun dan pergi ke meja makan tanpa menoleh maupun menjawab ucapan Rama.


Meraka sarapan dengan diam, hanya dentingan alat makan yg terdengar nyaring disana.


"Aku sudah selesai, aku berangkat kerja dulu ya. Kamu baik2 dirumah, akan aku usahakan pulang cepat nanti." Ucap Rama lembut kemudian mencium kening Vania dan segera pergi bekerja.


Apa aku sudah keterlaluan padanya? Tidak,, dia yg sudah sangat keterlaluan padaku. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkannya.


Ucap Vania dalam hati sambil merapikan meja makan. Setelah itu ia kembali ke kamarnya menghabiskan waktunya disana.


****


Di kantor Rama.

__ADS_1


"Apa jadwalku hari ini ngga?". Tanya Rama pada asistennya.


"Nanti jam 10 ada meeting dengan perusahaan Carolina, jam 1 siang kita akan berkunjung ke cabang kita yg ada di kota B. Selain itu ada juga beberapa berkas yg perlu anda tanda tangani." Jelas Angga.


"Baiklah nanti kamu ikut denganku, untuk berkasnya minta sekertaris ku mengeceknya terlebih dulu, baru kasih ke aku nanti."


"Siap pak. Maaf lancang, bapak kan baru menikah, mengapa buru2 masuk kerja? Bukannya bulan madu atau jalan2." Tanya Angga penasaran.


"Hah...


Dia selalu mengacuhkanku, mengurung dirinya di kamar, bahkan tak mau bicara denganku." Curhat Rama sedih.


"Iya terima kasih. Aku akan berusaha keras untuk membuat dia jatuh cinta lagi padaku."


"Baguslah, semangat kamu pasti bisa. Kalau gitu aku pergi dulu lanjutin pekerjaan." Pamit Angga.


"Hem.."

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah sore, Rama bergegas menyelesaikan pekerjaannya agar bisa cepat pulang. Baru berpisah setengah hari namun ia merasa sudah sangat rindu pada istrinya, ingin segera bertemu dan memeluknya.


****


Sesampainya dirumah Rama segera membersihkan dirinya dan bersiap untuk mengajak Vania makan malam.


Dilihatnya gadis itu masih meringkuk di balik selimut seperti tak menyadari kepulangannya.


Dengan langkah hati2 ia baringkan tubuhnya disamping Vania, memeluknya dan mengecup lembut keningnya.


"Sayang sudah malam, ayo turun kita makan malam." Ajak Rama sambil mengusap kepala Vania penuh kasih.


Tanpa menghiraukan suaminya Vania bergegas turun dari tempat tidur dan pergi ke meja makan. Masih seperti biasa hening, tak ada perbincangan disana. Usai makan pun Vania langsung kembali menuju kamarnya tanpa menunggu Rama.


Sebenci itukah kamu padaku sayang? Jujur aku sangat tersiksa dengan kebungkamanmu. Aku sakit.


Gumam Rama setelah kepergian istrinya.

__ADS_1



Ia merasa tak sanggup melihat istrinya seperti ini, akan lebih baik jika ia harus berdebat dengannya seperti dulu daripada hanya diam dan acuh. Ia hanya berharap istrinya suatu saat akan mengingat kembali masa lalunya. Karena ia yakin, setelah ingatan Vania kembali, gadis itu pasti akan sangat bahagia telah menikah dengannya sekarang.


__ADS_2