
"Pagi mom".. Sapa Vania.
"Pagi sayang, kok udah bangun?" Jawab Sandra.
"Udah biasa mom, aku kan tinggal sendirian, jadi ya semuanya aku kerjain sendiri." Jelas Vania.
"Mau bantu mom?". Tawar Sandra.
"Tentu." Jawab Vania antusias.
Hari ini Rama ada meeting pagi, saat ia tengah bersiap terdengar ada sedikit keributan di dapur, ia penasaran dan segera menghampirinya.
Dilihatnya dari jauh Vania dan maminya yg sedang asik bercengkrama, sungguh pemandangan yg indah menurut Rama, jauh dalam lubuk hatinya ingin sekali disetiap paginya bisa menyaksikan pemandangan seperti ini. Katakanlah dia egois, memaksa seorang gadis untuk tinggal bersamanya. Namun apa daya, seorang Rama akan selalu mendapatkan apa yg diinginkannya, harus.
"Tumben kamu pagi sekali sudah siap Ram?". Tanya Sandra melihat Rama menuruni tangga.
"Iya mom ada meeting pagi, aku belum ngecek lagi persiapannya." Jawab Rama singkat.
__ADS_1
"Yaudah sini sarapan dulu."
Mereka bertiga sarapan bersama layaknya keluarga, sarapan yg sunyi dan tenang. Vania yg merasa canggung satu meja dengan Rama akhirnya memutuskan untuk menyudahi makannya terlebih dulu, sebisa mungkin ia harus menghindari Rama.
"Mom aku berangkat dulu". Pamit Rama sambil mencium tangan maminya, sejenak ia melirik Vania yg kini sedang mencuci piring, ingin sekali ia berpamitan dengan gadis itu juga, namun ia urungkan, ia sangat tahu bahwa gadis itu sedang menghindari dirinya.
"Iya kamu hati2 sayang."
****
"Masuk". Ucap Rama tanpa melihat siapa yg masuk.
"Rama, aku merindukanmu." Ucap seorang wanita dengan pakaian sexinya, menghampiri Rama yg tengah duduk di kursinya dan memeluknya tiba2.
"Lepas!! Kamu jangan kurang ajar ya! Siapa yg mengijinkanmu masuk kesini?" Bentak Rama kemudian menjauhkan tubuh wanita itu darinya.
"Rama maafin aku, aku tahu aku dulu salah udah ninggalin kamu, aku nyesel Ram, aku mau kita kayak dulu lagi."
__ADS_1
"Hah... Dasar tidak tahu malu. Kamu pikir setelah kamu meninggalkan saya begitu saja saya masih mau balik lagi sama kamu? Jangan mimpi!!" Jawab Rama kasar.
"Nggak Ram, aku masih cinta sama kamu, aku mohon maafin aku, aku juga yakin kamu masih sayang sama aku."
"Dengar baik2! mulai sekarang jangan pernah menemuiku lagi, jangan mencariku! dan harus kamu tahu, aku sudah menikah. Jika kamu berani datang mencariku lagi, kamu akan tahu akibatnya." Ancam Rama.
"Hahaha... menikah? kamu pikir kamu bisa membohongiku? ingat ya Ram, kalau aku nggak bisa milikin kamu, maka orang lain pun tidak."
"Terserah! selagi aku masih punya belas kasih pergilah jauh dari sini, Karena jika aku masih melihatmu berada disekitarku, aku tak akan segan lagi." Ancam Rama lagi menatap tajam wanita itu.
Dengan perasaan kesal dan marah wanita itu akhirnya pergi dari kantor Rama.
Ya dia adalah masa lalu Rama sebelum bertemu dengan Reina, dia membuat Rama jatuh terpuruk karena tepat di hari ulang tahunnya ia melihat kekasihnya itu bermesraan dengan pria lain, dan tak lama setelah itu Rama juga mendengar bahwa mereka menikah di luar negeri. Rama yg mengetahui hal itu sangat frustasi, sering mabuk2 an, dan pergi ke club malam. Sampai akhirnya ia dipertemukan dengan Reina, gadis cantik yg telah menolongnya ketika ia kecelakaan karena menyetir dalam kondisi mabuk.
Pertemuan itu perlahan lahan merubah kondisi Rama jadi lebih baik, merubah dirinya menjadi Rama yg dulu, dan membuat Rama melupakan rasa sakitnya. Reina telah membuatnya jatuh cinta, melebihi cintanya pada mantan kekasihnya itu. Bahkan mereka berencana akan menikah, namun takdir berkata lain, Reina harus meninggal dalam kecelakaan sesaat sebelum mereka bertunangan.
Aku merindukanmu Rein, jika kamu dan Vania adalah orang yg sama, aku mohon ingatlah aku! jangan tinggalkan aku lagi. Aku mohon. Ucap Rama dalam hati, ia selalu berdoa akan ada keajaiban jika Vania memanglah Reina, ia sangat merindukan kasih sayang gadis itu, sangat.
__ADS_1