
Hari ini adalah hari pernikahan Rama dan Vania. Rama melangsungkan pernikahannya itu dengan membuat pesta yg sangat mewah, mengundang banyak orang penting juga wartawan yg akan mengekspos acaranya nanti ke penjuru dunia. Rama dan keluarganya sangat bahagia dengan pernikahan ini, berbeda dengan Vania yg sejak awal menentangnya, selama acara berlangsung ia sama sekali tak menunjukkan senyum dan raut bahagianya. Yang terlihat hanya ada luka dan kesedihan.
Sedangkan Farel selama di Bali ia selalu disibukkan dengan banyak pekerjaan. Mamanya sengaja membuat Farel sibuk agar ia bisa cepat melupakan Vania. Hingga pada pagi itu ia melihat berita di tv tentang pernikahan tuan muda kaya dengan gadis biasa, yg tak lain adalah Rama dan Vania.
Ia merasakan sakit juga kecewa, tubuhnya langsung luruh ke lantai saat itu juga, serasa kakinya tak lagi mampu menopang dirinya. Kali ini Farel benar2 hancur, usahanya selama ini memperjuangkan Vania pupus sudah. Tak akan ada lagi kesempatan untuk memiliki gadis itu.
Farel yg sudah sangat frustasi memilih untuk tidak pulang ke rumah neneknya. Ia ingin sendiri agar bisa meluapkan semua emosi dan kesedihannya. Sepulang dari rumah sakit ia beranjak mencari penginapan yg menyediakan bar. Malam ini ia berencana untuk minum sampai mabuk, dengan begitu ia akan melupakan sejenak cinta dan masa lalunya yg menyakitkan.
Dan ya disinilah Farel sekarang, di salah satu bar favorit di Bali. Sudah beberapa botol minuman keras ia habiskan, bartender pun sudah mengingatkan namun ia tetap bersikeras untuk memintanya lagi dan lagi, hingga akhirnya ia mabuk tak sadarkan diri di meja bar itu.
Beberapa saat kemudian terdengar Hp Farel berdering beberapa kali, melihat Farel yg sudah tidak sadar bartender itu memberanikan diri untuk mengangkatnya, juga agar si penelpon bisa segera membawa pria itu pulang.
"Halo kak kamu dimana? Bukannya kau sudah janji akan menemaniku pergi malam ini?". Ucap seseorang dibalik telpon itu.
__ADS_1
"Maaf nona saya lancang, teman anda sedang mabuk dan tidak sadar di bar kami, bisakah anda menjemputnya sekarang?". Jawab si bartender.
"Ah iya baiklah, tolong kirim alamatnya saya akan segera kesana."
"Alamatnya di jalan A no 13 nona, kalau begitu saya tutup telponnya."
Setelah setengah jam akhirnya Rara menemukan Farel, ia terkejut melihat kondisi pria itu. Terlihat sangat berantakan dengan bau alkohol yg menyengat.
Karena bingung harus membawa Farel kemana, akhirnya ia memutuskan membawa Farel ke apartemennya. Dengan susah payah ia membopong tubuh berat pria itu menuju tempat tinggalnya.
Huhh. kau menyusahkan sekali kak. Gerutu Rara di sepanjang jalan.
Dengan hati2 ia meletakkan tubuh pria itu di ranjangnya, melepaskan sepatunya juga berniat untuk membantu melepas kemejanya yg sudah sangat kotor dan bau alkohol.
__ADS_1
Namun sebelum sempat ia melepas penuh kemejanya, tangan Rara di hentikan oleh Farel yg masih belum sadar. Dicengkeramnya tangan Rara kuat lalu menarik dan menindih tubuh mungilnya di atas ranjang.
"Van, akhirnya kamu kembali. Aku sangat merindukanmu. Jangan tinggalkan aku lagi, ku mohon". Racau Farel masih dengan posisi intim itu.
"Kak, sadarlah ini aku Rara. Tolong lepaskan aku." Ucap Rara berusaha menyadarkan Farel.
Karena pengaruh alkohol yg kuat Farel masih tak sadarkan diri bahkan berhalusinasi jika kini ia sedang bersama Vania.
Farel benar2 tak melepaskan cengkramannya, ia sudah hilang kendali dan memaksa untuk meniduri Rara yg dianggapnya itu adalah Vania.
Sedangkan Rara sudah berbagai cara ia lakukan untuk menyadarkan Farel dan mencoba melepaskan diri namun gagal. Tenaganya tak sebanding dengan Farel.
Pada akhirnya terjadilah hal yg tidak pernah mereka berdua bayangkan. Entahlah apa yg akan terjadi esok hari setelah kesalahan yg Farel lakukan malam ini.
__ADS_1