
"Sayang besok ikut mama ke rumah nenekmu di Bali ya, mama pengen refreshing disana sekalian bantu pamanmu di rumah sakit." Ucap Rosa pada putranya yg masih menikmati makan malamnya.
"Kenapa tiba2 ma, aku kan baru aja dari sana?". Tanya Farel heran.
"Iya pamanmu ngabarinnya dadakan, kasian dia butuh bantuan." Bujuk Rosa.
"Baiklah, tapi aku ajak Vania sekalian ya ma." Pinta Farel.
"Nggak bisa sayang, mama mau kita pergi berdua, mama juga udah pesen tiketnya."
"Tapi ma.."
"Sudahlah, mama lelah mau istirahat, besok kita harus berangkat pagi2." Ucap Rosa acuh lalu bergegas meninggalkan Farel.
Kali ini Rosa terpaksa menjauhkan putranya dari Vania. Rosa tahu jika putranya sangatlah mencintai gadis itu, tapi dia juga seorang ibu yg tidak ingin melihat masa depan putranya hancur karena seorang gadis. Ia berharap dengan cara ini ia bisa membuat putranya itu perlahan melupakan Vania.
Maafkan mama sayang. Mama harap kamu bisa melupakannya perlahan, karena sebenarnya dari awal dia memang bukan milikmu. Semoga kamu akan tetap bahagia meski tanpa dia.
****
"Sayang bangun.."
"Apa sih gangguin aja, masih ngantuk." Jawab Vania ketus masih enggan membuka matanya.
Karena kesal perlahan Rama mendekati gadis itu dan berbisik padanya.
"Yakin nggak mau bangun?".
__ADS_1
"Bisa nggak sih masuk ketuk pintu dulu? dasar nggak punya sopan santun!! Pergi sana!".
"Baiklah, sekarang kamu mandi terus dandan yg cantik ya sayang, habis itu ikut aku." Perintah Rama.
"Nggak mau.!"
"Oh.. sepertinya kamu lebih suka berduaan disini ya bersamaku." Ucap Rama mencoba menggoda Vania dan mendekatinya.
"Sial.. Yaudah sana pergi aku mau mandi." Usir Vania kemudian mendorong tubuh Rama menjauh.
"Mau aku mandiin?".
"Najis!!." Umpat Vania lalu bergegas ke kamar mandinya tanpa mempedulikan Rama.
Tante Sandra dulu ngidam apa sih bisa2 nya punya anak mesum kayak dia. Gerutu Vania sembari melanjutkan acara mandinya.
Rama juga sudah membuat Farel pergi jauh dari Vania, karena Rama tahu Farel telah menyembunyikan rahasia besar dari gadis itu. Sebenarnya ia ingin membongkar dan membalas perbuatan Farel. Tapi tidak sekarang. Dia harus sabar, lagi pula sebentar lagi Vania juga akan jadi miliknya seutuhnya.
****
"Mengapa kau mengajakku kemari?". Tanya Vania heran.
"Aku mau kamu cobain gaun2 itu." Jawab Rama sambil menunjuk ke arah gaun2 cantik yg berjejeran rapi didepannya.
"Kenapa harus? ini kan seperti gaun pernikahan."
"Benar sekali, sudah jangan banyak tanya. Sekarang kamu coba.!"
__ADS_1
Dengan berat hati akhirnya Vania menuruti perintah Rama untuk mencoba beberapa gaun di depannya.
Sudah 5 kali ia mencoba namun belum ada satu pun yg membuat Rama puas. Katanya terlalu sexy lah, terlalu norak lah, kurang bahan lah. Begitulah tanggapan Rama sedari tadi yg membuat Vania sedikit jengah.
"Rama sialan... sekali lagi kamu suruh aku ganti, aku acak2 seisi butik ini." Teriak Vania kesal.
"Nah ini cocok.. Kamu terlihat makin cantik." Ucap Rama santai sambil meneliti penampilan Vania.
"Untuk siapa gaun ini?".
"Tentu saja untukmu".
"Maksudmu?"
"Minggu depan kita akan menikah sayang."
"Nggak, nggak akan! Aku sama sekali nggak sudi nikah sama kamu."
"Aku mengatakan ini bukan untuk meminta persetujuanmu, yg jelas kita akan menikah. Dan kamu jangan harap bisa kabur lagi kali ini."
**Makasih buat kakak2 sekalian yg udah sempetin baca novelku.😘😘
Jangan lupa like, komen, fav, + vote nya yah 😁😁
Sama mau minta saran nih, kira2 Visualnya siapa ya yg cocok jadi Vania?? Vinn masih bingung 😂😂
Di tunggu ya.. Makasih 😘**
__ADS_1