
Disebuah ballroom hotel yg megah nan indah tengah diadakan sebuah pesta yg sangat meriah. Pesta yg hanya mengundang kalangan atas dan orang2 ternama, juga banyak dari mereka adalah ceo atau pimpinan perusahaan besar.
Kenzo dan Keyra adalah salah satu dari tamu undangan itu. Mereka datang berdua dengan bergandeng tangan, Kenzo yg begitu tampan dengan jas putihnya, dan Keyra yg terlihat sangat anggun dengan gaun pinknya.
Kedatangan mereka berdua cukup menyita perhatian. Banyak yg menganggap mereka adalah pasangan, sungguh terlihat sangat cocok dan serasi.
Sesampainya disana Kenzo segera mencari keberadaan Evan si pemilik pesta, ia harus menyapa terlebih dulu sebagai bentuk sopan santun dan penghormatan.
"Itu sepertinya mereka pak." Ucap Keyra menunjuk arah Evan dan istrinya.
"Ah iya, ayo sapa mereka dulu."
Kenzo dan Keyra pun segera menghampiri dan menyapa mereka.
"Malam om". Sapa Ken.
"Ah iya.. kalian sudah lama?." Jawab Evan beralih menatap Ken dan Keyra bergantian.
__ADS_1
"Baru aja kok, ngomong2 selamat ya om atas pestanya, semoga perusahaan om semakin maju dan berkembang lagi." Ucap Ken tulus sembari mengulurkan tangannya.
"Iya makasih ya Ken sudah mau datang.. Kenalin ini Irene istriku." Menjabat tangan Ken lalu mengenalkan istrinya.
"Kenzo tan, dan ini sekertarisku Keyra, senang bisa bertemu denganmu." Tersenyum ramah sambil menjabat tangan Irene.
"Ah ya.. aku juga senang bisa mengenal kalian, suamiku sudah menceritakan banyak tentangmu." Ucap Irene tak kalah ramah.
"Baiklah.. Kalian lanjut makan dulu ya, om mau nemuin rekan om dulu." Pamit Evan lalu meninggalkan Kenzo dan Keyra berdua.
Sedangkan Kenzo, dia berusaha berbaur dengan Aaron anak dari Evan. Mungkin saja mereka bisa menjadi teman yg baik dimasa depan, juga partner bisnis, karena ia yakin suatu saat nanti Aaron lah yg akan menggantikan posisi Evan, pikir Ken.
Keyra kini telah mendapatkan tempat tenangnya, ia duduk sendiri di sofa ujung ballroom sambil sesekali memijat kakinya yg terasa lelah.
Tak lama kemudian datang seorang wanita dengan dandanan glamournya menghampiri Keyra. Ia mendekati gadis itu dan duduk disampingnya.
"Hai nona sekertaris." Sapa wanita itu yg ternyata adalah Diandra.
__ADS_1
"Keyra,panggil saja Keyra."
"Baiklah,, aku cuma mau memastikan, benarkah kalian memiliki hubungan?". Tanya Dian to the point, matanya menatap tajam pada Keyra.
"Maaf saya rasa saya tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan anda." Jawab Keyra sinis.
"Dengerin ya!!! Sekertaris rendahan sepertimu jangan harap bisa memiliki Kenzo, kamu sama sekali tidak pantas untuknya. Jadi lebih baik kubur anganmu dalam2 untuk bisa bersama Kenzo, Mengerti??". Ucap Diandra sambil mencengkram kasar dagu Keyra, menggoreskan sedikit luka disana.
"Hah.. Tapi bagaimana jika Kenzo yg mengejarku? Bukankah kamu sudah tahu kemarin dialah yg mengakuiku sebagai kekasihnya, jika kamu keberatan, bicara dan protes saja padanya!, jangan padaku!!" Jawab Keyra kesal.
"Wanita sialan!! Berani kamu mendekatinya, habis kau!!". Ancam Dian lalu berlalu meninggalkan Keyra.
Dasar wanita iblis!! Jika kamu tahu siapa aku, mungkin aku bisa membuatmu berlutut sekarang juga. Umpat Keyra pelan sambil menatap nyalang Diandra dari kejauhan.
Keyra kini merasa sangat panas dan haus setelah perdebatannya dengan Diandra, benar2 menguras tenaga dan emosi menurutnya.
Ia yg sudah sangat haus langsung saja mengambil minuman di depannya dengan asal, menghabiskan minuman itu dengan sekali teguk. Tanpa menyadari bahwa minuman itulah yg akan menjerumuskannya nanti.
__ADS_1