Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Rencana


__ADS_3

Pagi ini Rama uring uringan di kantornya, bahkan kesalahan kecil karyawannya pun mendapat makian dan bentakan, banyak karyawan yg di minta membuat ulang beberapa laporan yg sebenarnya tidak ada kesalahan.


Tokk tokk tokk


"Masuk!"


"Maaf pak saya mau memberikan laporan hasil meeting kemarin yg bapak minta revisi, ini silahkan di cek lagi pak." Ucap Siska sekertaris Rama.


"Sudah berapa lama kamu kerja sama saya? kenapa bikin laporan gini aja kamu nggak becus? Mau saya mutasi ke Merauke kamu hah???". Jawab Rama seraya melempar laporan itu tepat ke wajah Siska.


"Ma maaf pak, maafkan saya, akan saya revisi lagi, saya permisi." Sahut Siska gugup, ia takut karena ini kali pertama ia di maki oleh bosnya itu.


Dasar semua pada nggak becus kerja, arghhh... Umpat Rama sembari melemparkan barang2 di depannya ke sembarang arah.


Di luar ruangan.


"Kamu kenapa pucat gitu Sis?. Tanya Angga yg melihat Siska keluar dari ruangan Rama.


"Itu sepertinya suasana hati pak Rama sedang buruk, padahal setelah saya cek berulang kali laporan ini tidak ada masalah, tapi ketika beliau memeriksanya ia mengatakan laporan saya salah dan saya nggak becus, bahkan mengancam akan mutasi saya ke Merauke." Jelas Siska


"Hmm yasudah kamu turuti aja mau beliau, saya akan berusaha mencari tau apa penyebab ia kembali mengamuk."


Tokk tokk tokk


"Masuk"


"Maaf pak jika saya lancang, saya hanya khawatir sama kondisi bapak yg seperti ini, apa yg sudah terjadi pak?". Tanya Angga hati2.

__ADS_1


"Aku benar2 frustasi ngga, Vania.. dia menerima lamaran pria itu, dia akan menikah ngga, aku nggak rela itu terjadi."


"Apa yg harus aku lakukan sekarang?" Tanya Rama sambil menatap tajam Angga meminta jawaban.


"Saranku lebih baik kamu melupakannya Ram, aku tau kamu begitu mencintai sosok Reina yg terlihat dalam diri Vania, tapi dia itu Vania Ram, dia punya kehidupan dan pilihannya sendiri, kamu nggak berhak atas dirinya."


"Nggak, bagiku dia tetap Reinaku, hanya aku yg boleh bersamanya, tidak dengan pria lain."


"Tapi dia sudah akan menikah Ram, jika dia menerima lamaran pria itu, itu artinya dia sangat mencintainya, kamu pun nantinya akan tidak bahagia jika memaksa dia untuk bersamamu, karena yg ia cintai bukan kamu."


"Aku nggak peduli, setidaknya aku bisa memiliki raganya, setidaknya ia terus bersamaku, dan tidak akan ada yg bisa menyentuh dia selain aku."


"Lalu apa rencanamu untuk merebut dia dari tunangannya?"


"Aku akan menculik dia dan mengurungnya seumur hidup denganku."


"Atau aku buat dirinya hamil saja, dengan begitu mau tidak mau ia akan meminta pertanggung jawabanku dan akhirnya akan menikah denganku."


"Wah kamu memang sudah benar2 gila Ram."


"Iya, dia sudah membuat aku gila."


****


"Pak Sam, saya besok mau minta ijin cuti sehari boleh? sebagai gantinya minggu depan saya nggak perlu dikasih libur." Tanya Vania pada atasannya.


"Kalo boleh tau apa alasannya? jika masuk akal akan saya ijinkan."

__ADS_1


"Saya mau mempersiapkan pernikahan saya pak, saya akan menikah 2 minggu lagi."


"Menikah?" Tanya Sam memastikan.


"Iya pak, jadi gimana saya jadi dikasih cuti?"


"Baiklah, semoga lancar sampai waktunya tiba ya".


"Iya pak makasih, saya permisi dulu melanjutkan pekerjaan."


Sam sedikit terkejut mendengar karyawannya itu akan menikah, karena yg dia tau sahabatnya Rama telah menaruh hati pada gadis itu, ia bingung dengan siapa gadis itu akan menikah? mungkinkah dengan Rama.


Karena penasaran Sam segera menghubungi Rama menanyakan perihal pernikahan gadis itu.


"Halo Ram". Sapa Sam di balik telpon.


"Ada apa?". Jawab Rama dingin.


"Gue mau nanya, lu 2 minggu lagi bakal nikah ya?"


"Nikah? kata siapa?". Jawab Rama mengelak


"Tadi Vania minta ijin cuti besok, katanya mau nyiapain acara nikahnya yg akan dilangsungkan 2 minggu lagi."


"Apaaa??? makasih infonya, gue tutup dulu." Ucap Rama yg langsung memutuskan panggilannya.


"Halo.. Ram.. Halo.." Dasar nggak punya sopan santun, main ditutup aja. Umpat Sam kesal.

__ADS_1


__ADS_2