Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Hampir saja


__ADS_3

Flashback on


Ketika Vania tiba2 memeluk Rama erat, dia sempat berpikir bahwa gadis itu sedang merencanakan sesuatu, namun tak bisa dipungkiri dirinya juga menikmati pelukan yg sudah lama tak ia rasakan lagi. Matanya pun membulat seketika menyadari Vania akan mengambil sesuatu di kantong belakang celananya. Rupanya selama ini gadis itu tahu bahwa Rama selalu menyimpan sapu tangan yg sudah diberi obat bius di kantongnya.


Tapi untuk kali ini Rama sangat bersyukur karena melupakan kebiasaan buruknya itu. Melihat Vania yg dengan liciknya mengambil sapu tangan itu, ia pun berpura pura pingsan setelah hidungnya dibekap oleh gadis itu.


Rama tak habis pikir, tekad kabur Vania begitu besar, namun hal itu tak menghalangi niatnya untuk tetap mengurung gadis itu bersamanya. Setelah membiarkannya berlari keluar, segera ia menyusulnya dan berhasil menangkap dirinya kembali kemudian menyeretnya paksa kedalam kamar.


Flashback off


****


"Kamu senang sekali ya menguji kesabaran saya? Apa selama ini saya terlalu lembut padamu?". Bentak Rama sambil mendorong gadis itu ke ranjangnya.


"Saya mau pulang, saya benci di kurung seperti burung disini. Dasar psikopat gila." Umpatnya lalu menampar keras Rama.


"Cukup! cukup sudah kamu menguji kesabaranku, jangan salahkan aku jika kali ini aku benar2 kehilangan kendali." Ancam Rama yg semakin dekat dan merengkuh tubuh Vania dibawahnya.

__ADS_1


Di pegangnya erat tangan Vania yg sedari tadi berusaha menyakitinya. Diciumnya kasar bibir manis gadis itu, sedangkan tangannya yg lain mencoba membuka paksa baju tidurnya dan melemparnya ke sembarang arah. Tatapan matanya kini benar2 menakutkan, terdapat amarah dan nafsu membara dari dalam sana. Di jamahnya seluruh tubuh gadis itu dengan kasar, meninggalkan bekas2 kepemilikannya disana.


Vania hanya diam, terus menangis memohon untuk tidak dilanjutkan. Mungkin dirinya akan bunuh diri nanti jika sampai hal buruk itu benar terjadi. Setelah puas mencium dan memberi tanda merah di hampir seluruh leher dan dadanya, Rama memutuskan untuk mengakhiri kegiatan itu. Ia tidak ingin mengambil paksa hal berharga milik orang yg ia cintai.


"Kali ini aku lepaskan kamu.. Tapi jika nanti kamu memancing amarahku lagi, saat itu juga akan ku lanjutkan apa yg belum ku selesaikan tadi." Ucap Rama dingin kemudian meninggalkan Vania yg menangis terisak.


Apa salahku Tuhan? Mengapa kau pertemukan aku dengan ******** seperti dia? Apa dosaku hingga kau uji aku seperti ini.


****


Setelah mengakhiri perbuatan jahatnya tadi, Rama bergegas ke rumah utama keluarganya. Ia mendapat kabar bahwa maminya sedang sakit, jadi mau tidak mau ia harus menemui maminya itu di rumah utama.


"Tidak mom, aku hanya sedang banyak pekerjaan. Gimana keadaan mommy?".


"Tidak apa Ram, biasa darah tinggi mom kumat." Jawab Sandra.


"Mom harusnya bisa jaga pola makan dan emosi mommy, jika tidak ingin kumat lagi seperti ini." Tutur Rama lembut.

__ADS_1


"Itu semua karena kamu Ram, kamu tidak pernah menuruti mommy, sudah mom bilang tolong lupakan masa lalumu, dan hiduplah bahagia dengan istri dan anakmu kelak." Ucap Sandra.


"Sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakannya mom." Jawab Rama sendu.


"Apa kamu nggak kasihan sama mommy sama daddymu? kami berdua sudah tua Ram, seharusnya kamu sudah memberi kami cucu."


"Mom tenang saja, Rama akan segera membawa menantu mommy kemari."


"Kamu sudah memiliki kekasih Ram?" Tanya Sandra penasaran, pasalnya yg selama ini dia tahu anaknya itu sering kali menolak banyak perempuan yg akan dijodohkan dengannya.


"Iya mom, aku sudah mengurung dia di villa agar tak bisa kabur dariku." Jawab Rama jujur.


"Apa kamu sudah gila nak? bagaimana bisa kamu menculik anak orang." Tanya Sandra tak percaya.


"Aku nggak peduli mom, aku hanya ingin dia, mau dia disisiku, hidup denganku dan melahirkan anakku kelak."


"Rama sayang, kamu nggak boleh egois, jangan memaksakan kehendakmu sendiri, apa kamu pikir dia akan bahagia nanti?"

__ADS_1


"Tidak sama sekali, yg ada dia akan semakin terluka sayang, jadi mom harap kamu bisa memberinya pilihan, jika dia tidak bisa menerimamu maka jangan kau paksakan." Lanjut Sandra.


"Tapi aku ingin memilikinya mom, aku mulai mencintainya, awalnya aku hanya terobsesi karena dia sangat mirip dengan Reina. Tapi setelah satu bulan ini aku mengurungnya aku mulai sadar tentang perasaanku, aku sedih tiap melihat ia menangis, aku pun sakit saat melihat ia terluka. Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku ini dengan dia mom." Jelas Rama yg memeluk Sandra erat, sebisa mungkin ia tahan air mata yg sudah hampir terjatuh dari ujung matanya.


__ADS_2