Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Kerja sama


__ADS_3

Tepat pukul 12 siang pesawat yg membawa Kenzo dan Keyra tiba di Singapore Changi Airport.


Setelah turun dari pesawat sudah ada pihak dari hotel yg menjemput mereka, mereka akan beristirahat terlebih dahulu dan akan menemui rekan kerjanya nanti sore.


Disini mereka akan tinggal selama tiga hari, karena dihari terakhir mereka diundang untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan Cakra grup yg mana akan menjadi partner bisnisnya nanti.


"Ini kunci kamarmu, istirahatlah sebentar, kita ada pertemuan nanti jam 3 sore." Ucap Ken melempar kunci kamar Keyra padanya.


"Siap bos, kalau gitu saya permisi." Ucap Keyra lalu pergi menuju kamarnya.


****


Pukul 15.00 tepat, Kenzo dan Keyra sudah berada di restoran hotel tempat mereka menginap, disinilah mereka akan mengadakan pertemuan itu. Tak lama menunggu akhirnya wakil dari Cakra grup datang. Dia seorang pria paruh baya yg masih terlihat sangat tampan, didampingi pria muda yg juga sama tampannya.


Tunggu.. Kenzo sepertinya tidak asing dengan pria ini, dia ingat pernah bertemu dengannya dulu.


"Selamat sore tuan, nona.." Sapa pria itu mengulurkan tangannya pada Ken dan Keyra bergantian.


"Iya selamat sore tuan, silahkan duduk." Ucap Ken sopan.


"Gimana kabar ayahmu Ken?". Tanya pria itu.


"Maaf anda mengenal ayah saya?". Tanya Ken heran.


"Apa kau melupakanku?".

__ADS_1


"Ah iya maaf tuan." Sesal Ken.


"Aku Evan Anggara, sudah ingat?". Tanyanya lagi.


"Om Evan yg itu?". Sedikit terkejut dan membulatkan matanya.


"Iya, yg pernah mengejar bundamu. Hahah..." Jawabnya sambil tertawa lebar.


"Bukannya om mengurus Anggara grup di Indo? Kok bisa disini?.


"Yg di Indo sekarang dipegang adikku, aku disini membantu mengurus perusahaan istriku." Jawabnya.


"Jadi Cakra grup ini milik istri om?".


"Yaa begitulah, dan kenalkan ini putraku Aaron."


"Iya senang bertemu denganmu juga". Jawab Ken.


"Siapa wanita cantik ini?". Tanya Evan menatap Keyra dari ujung ke ujung.


"Dia sekertarisku, Keyra."


"Masih muda dan sangat cantik." Puji Evan.


Selama dua jam mereka berbincang sekaligus membicarakan kerja sama itu. Juga sesekali mengingat masa lalu Evan yg dulu pernah menaruh hati pada bundanya Kenzo.

__ADS_1


"Baiklah, senang bisa bekerja sama denganmu, besok jangan lupa datang ya di pesta kami, ajak juga gadis cantik ini bersamamu." Ucap Evan.


"Iya om tentu, saya juga senang bisa bertemu om lagi." Jawab Ken tersenyum.


"Kami pergi dulu ya, sampai jumpa".


"Iya om hati2 dijalan."


****


Kenzo tak menyangka pemilik perusahaan besar itu ternyata adalah Evan, pria yg sempat dikenalnya dulu. Dia pria yg sangat baik dan menyayangi bundanya, ya meski akhirnya Vania tetap memilih Rama. Tapi Ken sangat bersyukur, dengan begitu kerja sama ini pasti akan lebih mudah kedepannya.


"Bos, besok pagi sampai siang kita tidak ada jadwal. Bolehkah saya pergi sebentar?". Ucap Keyra sedikit gugup, takut2 bosnya itu tak mengijinkannya.


"Kemana?".


"Ke rumah nenek saya, dia tinggal tak jauh dari sini". Jelasnya.


"Baiklah aku akan mengantarmu." Ucap Ken.


"Ah tidak perlu bos, saya takut merepotkan bos." Tolak Keyra.


"Saya antar atau tidak pergi sama sekali." Jawab Ken tegas tak menerima penolakan.


"Baikah jika bos memaksa." Jawab Keyra pasrah.

__ADS_1


Lagi2 bosnya ini bertingkah semaunya, menyebalkan dan menjengkelkan pikirnya,


Dasar bos nyebelin, tukang maksa, untung ganteng. Gerutunya sambil mencuri pandang pada Kenzo didepannya.


__ADS_2