Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Kehilangan


__ADS_3

"Bi, mau kemana kok buru2?". Sapa Vania yg melihat pembantunya jalan dengan sedikit berlarian.


"Ah ini nya tuan Rama meminta saya mengantar dokumen ini, beliau lupa membawanya dan akan ada rapat penting sebentar lagi." Jawab si bibi.


"Biar saya saja yg mengantarnya, kebetulan saya ingin sekali jalan2. Mungkin bayiku ingin bertemu dengan ayahnya." Ucap Vania meminta berkas itu.


"Tapi nya, anda sedang hamil. Saya takut anda kenapa2." Tutur bibi khawatir.


"Tenang saja, saya akan hati2. Sudah ya bi saya pergi dulu takutnya nggak keburu nanti." Pamit Vania lalu bergegas pergi.


Ini pertama kalinya ia mengunjungi kantor Rama. Entah mengapa ia ingin sekali melihat pria itu. Ya mungkin saja ini keinginan si bayi.


Tak lama kemudian Vania sampai di kantor suaminya. Ia sedikit kagum pada Rama, ia masih muda namun sudah bisa memimpin perusahaan sebesar ini.


"Nyonya muda.. Anda ingin bertemu dengan tuan?". Sapa salah satu pegawai Rama yg mengenali istri bosnya itu.


"Ah iya, dimana ruangan Rama?". Tanya Vania.


"Mari saya antar".


Vania mengikuti pegawai itu menaiki lift hingga sampai di lantai gedung paling atas.


"Silahkan nyonya ini ruangannya, kalau tidak ada apa2 lagi saya pamit undur diri." Ucap pria itu sopan.


"Iya terima kasih sudah mengantarku." Jawab Vania tersenyum.

__ADS_1


Tanpa mengetuk pintu Vania langsung masuk ke ruangan Rama. Ia sangat terkejut hingga menjatuhkan berkas yg ia pegang sedari tadi. Bagaimana tidak, Pertama kali yg ia lihat dalam ruangan itu adalah seorang wanita yg sedang duduk manis sembari memeluk leher Rama mesra. Dengan langkah gontai dan air mata yg sudah berlinang Vania segera pergi dari ruangan itu tanpa menunggu penjelasan Rama.


"Vania..."


Ucap Rama sama terkejutnya dengan Vania. Segera ia mendorong perempuan licik itu dari sisinya.


Ia tak percaya jika Vania akan datang disaat seperti ini. Sudah bisa dipastikan bahwa istrinya itu akan salah paham.


"Ngga..." Teriak Rama kesal.


"Aku mau kamu urus ****** satu ini, pastikan dia tidak akan bisa masuk ke negara ini lagi. SEKARANG!!"


Setelah memberi perintah Rama bergegas lari mengejar Vania, akan sangat fatal jika wanita hamil seperti dirinya berlarian di luar. Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya nanti.


Beruntung Rama berhasil mengejarnya, dilihatnya Vania yg berlari menyebrang jalan. Namun naas sebelum sempat ia sampai di tepi jalan ada truk besar yg melaju kencang ke arahnya.


Dan..


Brak..Brakk..Brak..


Ya Rama berhasil menyelamatkan Vania, Vania hanya terjatuh dan membentur tiang lampu lalu lintas, sedangkan Rama dirinya tidak berhasil menjauh membuat tubuhnya tertabrak oleh truk itu. Kondisinya sangat parah, tubuhnya terpental dan darah dimana mana.


***


Satu minggu setelah kejadian itu Vania pun tersadar. Kepalanya terasa sangat sakit, terlintas beberapa kejadian yg telah ia alami satu tahun belakangan ini. Setelah berhasil menguasi dirinya Vania teringat kembali pada Rama. Dengan tubuh yg masih sakit dan lemah ia mencoba berjalan untuk mencari suaminya itu.

__ADS_1


"Sayang mau kemana? Kamu masih sakit, istirahat dulu nak." Ucap Sandra menahan Vania yg akan keluar dari ruangannya.


"Rama dimana? dia baik2 saja kan mom? dia sudah sadar kan?". Tanya Vania khawatir.


"Dia baik2 saja nak, kamu istirahat dulu. Nanti saja ya mom antar kamu ketemu Rama, kasian bayi kamu." Ucap Sandra mencoba menenangkan.


"Nggak mom, aku mau lihat dia sekarang." Tolak Vania, dia tetap kekeh mencari dimana suaminya.


"Baiklah,, sini kamu naik ini, mom antar kamu."


Akhirnya Sandra mengalah dan membawa Vania menemui Rama dengan kursi roda.


"Daddy, Rama mana?". Tanya Vania yg melihat ayah Rama duduk termenung di depan ruang inap.


"Didalam nak, masuklah."


Vania pun masuk ke dalam ruangan itu. Dilihatnya Rama yg masih tertidur pulas ditempat tidur, banyak peralatan medis yg terpasang di tubuhnya. Melihat hal itu Vania sontak menangis dan memeluk suaminya. Ia merasa menyesal telah memperlakukan Rama dengan sangat buruk selama ini.


"Rama.. maafkan aku, aku sudah mengingat semuanya. Aku mohon bangunlah, jangan tinggalkan aku." Ucap Vania menangis terisak meratapi suaminya.


"Suamimu..


Dia koma nak, hanya sedikit harapan untuknya bisa sadar." Sahut Sandra yg juga menangis disisi anaknya.


"Nggak mom, aku yakin dia akan sadar. Meskipun kemungkinannya hanya 1%, aku akan tetap mempertahankan dia. Jangan pernah berpikir jika aku akan menyerah."

__ADS_1


Ram, biarkan sekarang aku yg menunggumu. Aku akan menebus semua kesalahanku padamu. Jadi aku mohon kamu bangunlah, jangan tinggalkan aku. Demi aku, demi anak kita.


Hari itu benar2 seperti mimpi buruk bagi Vania. Disaat ia kembali mengingat masa lalunya, ia harus kembali kehilangan Rama. Ia menyesal juga kecewa pada dirinya sendiri karena bisa melupakan kekasih yg sangat mencintainya. Sekarang mau tidak mau ia harus bersabar menunggu Rama kembali, sampai kapanpun ia akan tetap setia menunggu suaminya kembali kesisinya.


__ADS_2