
Pagi ini Vania bangun lebih awal, jam 4 pagi. Sudah sedari malam ia berpikir untuk mencoba kabur dari rumah ini. Meski tak dapat dipingkiri bahwa Vania mulai ada rasa nyaman tinggal disini, namun ia juga ingin kembali, ia merindukan Farel yg entah bagaimana kondisinya saat ini.
Beberapa hari ini ia memperhatikan kondisi rumah juga tingkat penjagaannya. Rama yg merasa Vania sudah menyerah untuk kabur mengurangi sedikit penjagaan pada gadis itu. Vania yg menyadari hal itu segera memanfaatkannya untuk bisa pergi dari rumah ini.
Masalah nanti ia akan tertangkap lagi atau tidak ia sudah tidak peduli. Ia berencana pergi dipagi buta menuju apartemen Farel dan mengajak Farel untuk melarikan diri bersamanya sejauh mungkin agar Rama tak bisa menjangkaunya.
Ting tung ting tung ..
Setelah berkali kali Vania memencet bel apartemen Farel, pintu itu pun terbuka. Memperlihatkan ekspresi terkejut juga bahagia Farel.
"Vania...". Teriak Farel lalu memeluk gadis itu erat2 dan mengajaknya masuk.
"Aku sangat merindukanmu, kamu dimana selama ini? mengapa tak mengabariku?". Tanya Farel penasaran
"Maaf aku sedang ada masalah, kak maukah kau pergi jauh dari sini bersamaku?". Ucap Vania.
"Pergi kemana?". Tanya Farel.
"Ke tempat yg sangat jauh, setelah kita pergi aku akan menjelaskan semuanya padamu." Ucap Vania.
__ADS_1
"Baiklah, nanti siang kita akan pergi." Jawab Farel.
"Nggak bisa kak, harus sekarang." Ucap Vania gugup.
Vania takut jika ia menunda kepergiannya Rama akan segera menemukannya. Ia tak ingin dikurung seumur hidup seperti itu, ia hanya ingin bebas, menjalani kehidupan yg normal.
"Ayolah kak, sekarang aku bantu beresin baju kakak, setelah itu kita ke bandara." Ajak Vania segera menarik tangan Farel ke kamarnya untuk berberes.
****
Sementara itu Rama yg baru bangun segera bersiap dan pergi ke kantor. Biasanya dipagi hari saat ia sudah siap dan rapi ia akan bertemu dengan Vania yg tengah sibuk menyiapkan sarapan. Namun kali ini berbeda, dilihatnya dapur dan meja makan yg sepi, tak nampak sosok Vania dimanapun. Dengan bergegas Rama menuju kekamar Vania untuk memeriksa kondisi gadis itu. Dilihatnya kamar itu yg rapi dan kosong, juga lemari yg sudah tak ada isinya.
Sial beraninya dia melarikan diri. Teriak Rama. Kali ini ia benar2 murka, rahangnya mengeras, tangannya mengepal, wajahnya merah padam menahan amarah. Lalu segera ia menghubungi Angga asistennya untuk mencari tahu keberadaan Vania.
Beraninya kamu melarikan diri dariku sayang, apa aku sudah terlalu baik padamu hah? Setelah ini jangan salahkan aku jika benar2 mengurung dirimu seperti kelinci. Gumam Rama.
Setelah hampir satu jam Rama mendapat panggilan dari Angga.
"Halo Ram, aku udah dapat infonya. Dia pergi dengan pesawat pagi tadi menuju pulau Bali. Dia bersama seorang pria bernama Farel." Ucap Angga menjelaskan.
__ADS_1
"Sial, beraninya dia pergi dengan pria itu. Sekarang kamu cari informasi tentang keluarga Farel juga tempat tinggalnya, aku punya rencana. Kali ini dia tidak akan bisa menolakku lagi." Jawab Rama menyeringai.
****
"Selamat siang dokter Rosa". Sapa Rama dengan senyum sinisnya.
"Siang, anda siapa?". Tanya Rosa.
"Maaf mengganggumu sebentar. Perkenalkan saya Rama Aditya, pemilik Aditya grup sekaligus pemilik rumah sakit ini. Saya ingin sedikit bernegoisasi dengan anda." Ucap Rama dengan wajah datarnya.
"Ah iya selamat siang pak, sama sekali tidak mengganggu karena pekerjaan saya sudah selesai. Maaf negoisasi bagaimana yg anda maksud?". Tanya Rosa penasaran.
"Kau memeliki seorang putra bernama Farel, bekerja sebagai dokter bedah di rumah sakit Husada, dan memiliki kekasih bernama Vania. Benar begitu?". Jawab Rama.
"Benar, anda mengenal putra saya?". Tanya Rosa lagi.
"Tidak, tapi saya kenal Vania. Dia adalah calon istri saya. Putramu sudah lancang membawanya kabur. Sekarang saya minta kamu menghubunginya dan menyuruhnya pulang. Jika ia masih berani kabur membawa Vania, dengan senang hati saya akan menghancurkan karirnya dan memastikan seumur hidupnya tak akan pernah tenang." Ancam Rama yg menatap tajam pada Rosa.
Rosa sangat terkejut mendengar hal itu, bagaimana bisa Vania menjadi calon istri pria lain setelah putranya. Rosa berpikir bahwa Vania sengaja meninggalkan putranya selama ini demi kekayaan dan harta pria itu.
__ADS_1
"Baiklah akan saya hubungi sekarang juga, saya minta maaf sekali atas perbuatan putra saya. Saya mohon anda bisa mengampuninya dan melepaskannya." Ucap Rosa dengan memohon.
"Saya akan memaafkannya nanti setelah ia mengembalikan Vania." Jawab Rama dingin dan segera meninggalkan Rosa diruangannya.