Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Perlawanan Vania


__ADS_3

Satu bulan berlalu sejak kejadian Vania mencoba bunuh diri, dirinya kini benar2 tersiksa karena penjagaan yg super ketat dari Rama, bahkan untuk sekedar keluar kamar pun ia tak diizinkan.


Apa dia sudah benar2 tidak waras harus mengurungku seperti ini, ya aku yakin dia psikopat. Gimana pun caranya aku harus segera melarikan diri dari sini. Gerutunya kesal.


Kini Vania memiliki ide baru untuk meloloskan diri, dimana ia akan membius Rama sama seperti yg ia lakukan pada dirinya tempo hari.


Ceklek.. dilihatnya pintu kamar terbuka, muncullah seseorang yg akhir2 ini membuatnya hampir gila.


"Mengapa kamu menolak makan malammu?". Tanya Rama.


"Aku tidak lapar." Jawabnya singkat.


"Apa hobimu sekarang adalah membuatku marah?"


"Siapapun akan marah jika dirinya dikurung dalam kamar mewah tanpa di berikan waktu sekedar menikmati udara segar." Jelas Vania.


"Apa kamu pikir saya bodoh? jika saya melakukan itu, artinya sama saja saya membantumu melarikan diri." Jawab Rama dingin.

__ADS_1


"Lalu apa maumu? apa seumur hidup kamu akan mengurungku dalam kamar seperti ini? apa kamu berencana membuatku gila tuan Rama??". Tanyanya sarkas.


"Tidak jika kamu bersedia menikah denganku." Jawabnya enteng.


"Aku tidak akan pernah menikah dengan orang yg tidak aku cintai dan yg tidak mencintaiku."


"Apa yg kamu cintai adalah kekasihmu itu? Dokter bedah itu?".


"Kau mengenalnya?" Tanya Vania panasaran.


"Jika kamu berani menyentuhnya, aku sendiri yg akan membunuhmu dengan tanganku." Ancam Vania menatap Rama tajam penuh kebencian.


"Oh.. gadis cantik dan polos sepertimu berani juga ternyata. Tapi saya pastikan, sebelum kamu bisa membunuhku, akan ku buat kau mengandung anakku lebih dulu. Jadi patuhlah!."


"Sudah cukup, aku muak denganmu. Aku merasa sudah gila terus berada disini. Aku ingin bebas."


"Jangan mimpi Vania sayang!!" Ucap Rama yg mendekatkan dirinya pada Vania.

__ADS_1


Selama sebulan ini Vania mengamati penampilan dan kebiasaan Rama, pria tampan itu selalu saja akan membius dirinya dengan sapu tangan jika ia sedang membangkang dan berontak ingin kabur. Dilihatnya sapu tangan Rama berada di saku belakang celananya. Tanpa pikir panjang dipeluknya tubuh pria itu erat. Rama pun terdiam tegak ditempatnya, berpikir keras apa lagi yg akan dilakukan oleh gadis cantik itu.


Setelah membuat Rama sedikit terhanyut dengan pelukannya. Segera ia mengambil sapu tangan itu dengan posisi masih memeluknya erat. Tangannya terus meraba dan yap dengan cekatan ia membekap hidung Rama kasar. Beberapa saat kemudian Rama terduduk lemas dan menutup matanya. Melihat kesempatan emas itu Vania bergegas lari dan keluar dari kamarnya.


Huh.. Semoga kali ini berhasil.


Sesampainya ia di pintu utama villa ada penjaga yg menyadari keberadaannya dan segera mencegatnya.


"Nona mau kemana? nona tidak akan bisa kabur dari sini."


"Saya tidak kabur, saya hanya ingin jalan2, di kamar terus bosan." Elaknya.


"Kalau kau tidak percaya kau bisa mengawasiku , tuanmu pun sudah memberiku ijin, jadi biarkan aku keluar." Sahut Vania lagi mencoba meyakinkan.


"Baiklah, akan saya telpon tuan saya dulu untuk mengkonfirmasinya." Jawab penjaga itu .


Merasa keadaan sudah aman dan penjaga itu sedang menelpon, segera Vania menyelinap keluar rumah itu. Baru dua langkah ia berjalan, tangannya di tarik oleh seseorang, dengan langkah cepat orang itu menarik Vania kasar kembali masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2