
Sudah 15 menit Keyra menunggu didepan kamar Ken, namun pria itu tak juga muncul. Sesuai janjinya kemarin harusnya pagi ini Ken akan mengantar Keyra mengunjungi neneknya yg sudah lama menetap di Singapura.
Keyra yg sudah tidak sabar akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu kamar bosnya itu.
Tokk tokk tokk..
"..." Tidak ada jawaban.
Tokk tokk tokk..
Ceklek.
"Masuklah.." Ucap Ken.
"Hah?".. Diam di tempat.
"Ya kamu masuklah.." Ucapnya lagi menarik tangan Keyra masuk.
"Bantu saya menyiapkan pakaian, saya akan mandi." Sahut Ken lagi lalu bergegas ke kamar mandi.
Wahh..Makin kelewatan nih orang. Kenapa berasa jadi pembantunya gini. Umpat Keyra dalam hati.
Akhirnya dengan terpaksa Keyra pun menyiapkan apa yg diminta bosnya. Memilih dan memilah baju yg kiranya cocok untuk Kenzo pergi dengannya nanti.
Keyra memilih celana jeans pendek, kaos putih dan kemaja pink yg sepertinya akan terlihat manis di pakai oleh bosnya itu.
20 menit kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk putih, yg hanya menutupi bagian pinggang hingga lututnya.
Mendengar pintu kamar mandi terbuka, Keyra sontak menoleh ke arah itu. Dan ya dilihatlah Kenzo yg masih telanjang dada berjalan ke arahnya.
__ADS_1
Malu..Gugup.. itu yg Key rasakan saat ini. Pemandangan langka di pagi hari. Sungguh tubuh yg indah, dada bidang dengan perut kotak2nya, ditambah tetesan air yg jatuh dari rambut basahnya. Ah sungguh ini terlihat sangat seksi.
Stop Key Stop!! napa jadi mesum gini otakmu. Gumamnya pelan mencoba mejernihkan pikirannya.
"Udah puas lihatnya?". Sindir Ken menyadarkan Keyra yg bengong melihat dirinya.
"Ah iya.. Eh tidak maksudku. Ini baju anda bos, kalau gitu saya tunggu diluar." Ucapnya gugup memalingkan pandangannya.
"Disini saja, saya akan ganti didalam. Setelah ini bantu keringkan rambut saya." Ucap Ken sembari berjalan kembali ke kamar mandi membawa pakaiannya.
Sial.. Bisa2 sersngan jantung kalo sering lihat dia kek gitu.
****
Setelah drama yg cukup menarik pagi tadi, kini mereka berdua telah sampai di salah satu rumah yg cukup mewah disana.
Keyra masuk terlebih dulu diikuti Ken dibelakangnya.
Wajah keriputnya masih terlihat cantik dengan senyum mengembang melihat kedatangan cucunya.
"Keyra sayang, nenek merindukanmu." Ucap Rosa sambil memeluk Keyra erat.
"Aku juga sangat merindukanmu nek." Membalas pelukan Rosa.
"Ayo2 masuk." Ajak Rosa.
Mereka duduk bersama di ruang keluarga, menanyakan kabar satu sama lain dan menyalurkan rasa rindu yg sudah sangat lama tak bertemu. Sedangkan Kenzo hanya diam sambil sesekali tersenyum mendengar cerita dua wanita di depannya ini.
"Ah iya nek kenalkan ini pak Kenzo bosnya Keyra." Ucap Keyra memperkenalkan.
__ADS_1
"Kenzo nyonya." Tersenyum mengulurkan tangannya pada Rosa.
"Jangan nyonya, panggil nenek saja." Pinta Rosa.
"Ah baiklah nek, senang bertemu denganmu." Ucap Kenzo tersenyum manis.
"Nenek juga senang bertemu denganmu,, sering2 lah berkunjung jika ada waktu."
"Nenek.. mana mungkin? pak Kenzo itu orang sibuk nek, nggak bisa sembarangan pergi begitu." Sahut Keyra.
"Tentu nek, aku pasti akan berkunjung lain waktu." Ujar Ken tak mempedulikan ucapan Keyra.
"Baguslah.. Kalian duduklah dulu, nenek mau kedalam ambilin minum buat kalian."
Kenzo dan Keyra merasa canggung ditinggal berdua seperti ini, masing2 dari mereka enggan memulai pembicaraan. Hingga datang seorang pria tampan yg tiba2 memeluk Keyra dari belakang.
"Key.. Aku merindukanmu." Ucap pria itu manja.
"Aku juga merindukanmu Nik". Jawab Keyra yg sepertinya senang dipeluk pria itu.
Kenzo yg sedari tadi diam dibuat terkejut, siapa pria ini? mengapa begitu mudahnya ia memeluk dan bermanja pada Keyra seperti itu. Mungkinkah pacarnya? Tunangannya?.
Pikiran Kenzo sudah bercabang kemana mana, memikirkan Keyra telah dimiliki pria lain, mengapa hatinya terasa sakit.
"Nak..Nak Ken.." Panggil Rosa yg melihat Ken melamun sejak tadi.
"Ah ya nek.. Ada apa?".
"Kenapa melamun? ini minumlah, kamu pasti haus." Menyerahkan segelas jus pada Ken.
__ADS_1
"Iya nek terima kasih." Menerima gelas itu dan langsung meminumnya.
Sepertinya Ken butuh lebih banyak minum untuk mendinginkan hati dan pikirannya yg kini terasa panas.