
Sandra tak habis pikir mengapa anaknya bisa melakukan hal tidak masuk akal itu, mengurung seorang gadis dan memaksanya untuk hidup bersama. Selama ini Rama di kenal sebagai pria yg baik, lembut dan penyayang, tak disangka dia bisa berubah menjadi seperti ini.
Karena penasaran Sandra memutuskan pergi ke villa Rama untuk mengunjungi gadis itu.
"Nyonya mengapa anda kemari?". Tanya seorang penjaga villa yg melihat Sandra tiba2 berkunjung.
"Apa saya tidak boleh mengunjungi villaku sendiri?". Ucap Sandra kemudian segera masuk mencari keberadaan Vania.
Setelah menemukan Vania, segera ia menghampiri gadis itu, gadis yg sedang memeluk erat lututnya di ranjang kamar sembari menangis terisak.
"Apa kamu baik2 saja nak?" Tanya Sandra lembut.
Mendengar suara seseorang yg berbeda dari biasanya di angkatnya sedikit kepalanya melihat orang itu .
"Maaf anda siapa?". Jawabnya pelan.
Sejenak Sandra merasa miris dan iba dengan gadis ini, penampilannya berantakan, mata sembab, juga banyak tanda merah yg terlihat di leher dan pundaknya.
__ADS_1
"Maafkanlah putraku nak, dia sudah sangat kurang ajar padamu, cara dia mencintaimu memang salah, tapi mom mohon maafkan dia ya." Ucap Sandra sembari menyeka air mata gadis itu dan memeluknya erat.
Sedangkan Vania dia sangat terkejut, namun dengan menerima pelukan itu ada rasa sedikit lega dalam hatinya, dan semakin membuatnya terisak.
"Aku mohon bantu aku nyonya, aku ingin pulang, aku tidak mau disini." Pinta Vania menggenggam tangan Sandra memohon.
"Maafkan mom sayang, Rama sangat mencintaimu, meskipun mom bisa membantumu pulang tetap saja dia akan bisa menemukanmu, karena mom tahu dia sangat keras kepala." Tolak Sandra penuh sesal.
"Baiklah nyonya, mungkin lebih baik mati bagiku, dengan begitu dia akan melepaskanku." Jawab Vania.
"Tidak sayang, jangan lakukan itu, mom akan berusaha membujuk Rama untuk melepaskanmu, jadi tolong bertahanlah. Tuhan sangat membenci hal itu." Bujuk Sandra.
"Kamu mau ikut mom? mom akan melindungimu, dia tidak akan bisa menculikmu dari rumah mom." Tawar Sandra.
"Bolehkah?" Tanya Vania.
"Tentu, mom juga senang jadi tidak kesepian lagi, dari dulu memang mom ingin sekali punya anak perempuan, bisa masak bersama, belanja bersama." Ucap Sandra antusias.
__ADS_1
"Apa dia akan mengijinkan itu nyonya?". Tanya Vania khawatir.
"Kamu tenang saja, dia tidak akan berani membantah mom kali ini." Jawab Sandra meyakinkan.
"Baiklah lebih baik aku ikut nyonya saja, setidaknya dia tidak akan mengunciku lagi di kamar seperti ini." Jawab Vania mengiyakan, hatinya cukup lega bisa sedikit merasakan kebebasan.
****
Sementara itu di kantor Rama di buat bingung dengan apa yg dilakukan maminya, dia mendapat info dari salah satu penjaga villa bahwa maminya datang dan membawa Vania pergi bersamanya. Rama takut jika maminya itu akan membantu Vania untuk kabur.
"Ngga, kamu gantikan saya untuk meeting dengan perusahaan A, saya harus pergi ada urusan penting." Perintah Rama yg dijawab anggukan oleh Angga.
Apa lagi yg mom rencanakan kali ini, semoga dia tidak membantu Vania kabur.
Dengan perasaan cemas dan gelisah, segera Rama menelpon maminya menanyakan kemana ia akan membawa Vania.
"Halo, mom dimana?". Tanya Rama to the point.
__ADS_1
"Mom di rumah." Jawab Sandra singkat.
"Baiklah mom tunggu aku segera kesana, dan jangan kemana mana." Ucap Rama lalu mengakhiri panggilan itu dan bergegas menuju rumah maminya.