
Aku datang lagi Rein, maaf sudah lama aku tak sempat mengunjungimu. Aku merindukanmu, apa kau juga?
Maaf aku tak bisa menepati janjiku, aku telah jatuh cinta dengan orang lain Rein, dia gadis baik sama sepertimu, bahkan wajahnya pun sangat mirip denganmu. Aku mohon jangan marah ya, disini aku akan selalu berdoa untukmu, sekali lagi maaf aku gagal menjagamu, semoga kau bahagia dan tenang disana.
Begitulah ungkapan hati Rama. Sore ini ia menyempatkan diri mengunjungi makam kekasihnya Reina. Meski berat ia mencoba untuk ikhlas dan bangkit kembali, ia tahu Reina pasti akan sedih jika dirinya terus terpuruk mengenang masa lalunya itu.
Aku pulang dulu ya Rein, aku akan mengunjungimu lagi nanti, juga akan memperkenalkan dia padamu. Aku janji.
****
"Mom bisakah kau membantuku kembali pulang? Aku merindukan kehidupanku yg dulu mom. Aku juga punya kekasih, kami akan menikah." Ucap Vania memohon.
"Maaf sayang, mom hanya bisa menjaga dan melindungimu disini, untuk bisa kembali kamu hanya bisa memintanya pada Rama. Maafkan mom". Tolak Sandra lembut.
"Tidak bisakah kau membujuknya mom? aku akan melakukan apapun yg kau minta, asalkan bisa membantuku pergi dari sini." Bujuk Vania sembari menggenggam tangan Sandra penuh harap.
"Rama sangat keras kepala sayang, meskipun mom bisa membantumu, nantinya dia akan tetap mencarimu, itu hal yg mudah baginya. Mom takut dia akan melakukan yg lebih dari apa yg telah ia lakukan padamu jika kamu tetap bersikeras untuk kabur."
"Aku tahu mom, tapi setidaknya aku bisa keluar dulu dari sini, untuk masalah dia akan menemukanku atau tidak, itu bisa diurus nanti". Bujuk Vania lagi.
__ADS_1
Sebelum Sandra menjawab Rama datang dan duduk bersama mereka. Nampaknya Rama sudah mendengar permintaan Vania pada maminya. Wajahnya berubah menjadi dingin, tatapan matanya pun tajam dan terus terarah pada Vania.
"Apa lagi yg kamu rencanakan hah?". Bentak Rama, ia sudah tidak lagi bisa mengendalikan emosinya mendengar permintaan Vania tadi.
"Aku mau pulang." Jawab Vania singkat.
"Ini adalah rumahmu, untuk saat ini dan seterusnya. Jadi menurutlah dan baik2 disini sebelum aku bertindak yg lebih lagi." Ancam Rama.
"Ram, sudah mom bilang jangan pernah kamu kasar pada wanita. Jika kamu berani menyakitinya itu artinya kamu juga sudah menyakiti mom, dan mom tidak akan memaafkanmu." Sahut Sandra menengahi.
"Baiklah jika kamu tetap bersikeras untuk kabur, minggu depan kita akan menikah. Dan ya aku tidak butuh persetujuan darimu Vania sayang." Ucap Rama tepat didepan wajah Vania.
"Kamu lupa jika aku bisa melakukan apapun, dan pada siapapun, termasuk kekasihmu yg jelek itu? Bahkan aku bisa membuatnya kehilangan semuanya dalam sekejap, membuat dia hancur tak tersisa."
"Jangan kamu pikir aku takut dengan ancamanmu itu, sebelum kamu melakukan itu aku akan membunuhmu?". Ucap Vania mencoba mengancam.
"Oh ya?".. Jawab Rama kembali mendekatkan dirinya pada gadis itu.
"Ayo bunuh saja, kamu bisa pakai ini." Sahut Rama lagi sambil memberikan sebilah pisau pada Vania.
__ADS_1
"Ram stop!! kalian stop!! mom nggak mau ada pertumpahan darah disini, jika kalian tetap bersikeras saling membunuh, biar mom saja yg bunuh diri." Teriak Sandra segera merebut pisau itu dari Rama dan mengarahkannya pada lengannya.
"No mom, itu bahaya." Ucap Rama berusaha mengambil kembali pisaunya.
"Kalian hanya peduli pada diri kalian sendiri, nggak ada yg peduli sama mom. Lebih baik mom mati." Ancam Sandra.
"Jangan mom, Vania mohon. Vania akan lakuin apapun mau mom, asal mom bahagia, jadi pliss sini kasih Vania ya pisaunya". Bujuk Vania.
"Benarkah? kamu mau lakuin apapun?". Tanya Sandra memastikan.
"Tentu mom."
"Baiklah, mom hanya ingin kamu tetap disini selalu menemani mom, mom sudah anggap kamu sebagai putri mom, jadi mom mohon jangan pernah tinggalin mom." Ucap Sandra menangis memohon pada Vania.
"Iya Vania janji nggak akan tinggalin mom, mom juga janji ya jangan lakuin hal yg bisa membayakan mom lagi."
"Tentu sayang, terima kasih."
Terima kasih mom kau sudah membantuku menahannya tetap disini, aku janji tidak akan pernah melukainya lagi, dan segera membuatnya menjadi putrimu yg sesungguhnya.
__ADS_1
Rama tersenyum haru melihat pemandangan di depannya ini, Dua wanita yg paling ia cintai saling memeluk erat. Kini ia hanya harus berusaha lebih untuk membuat gadis itu dekat dengannya dan jatuh cinta padanya.