
Di sebuah cafe yg cukup ramai Kenzo dan Keyra sedang menunggu rekan meetingnya, mereka akan bertemu dengan wakil perusahaan Wisma grup untuk membahas kerja sama. Perusahaan itu cukup besar dan diperhitungkan di negara itu, ada gosip yg beredar jika Ceo perusahaan itu saat ini adalah seorang gadis muda yg sangat cantik dan lajang.
Setelah menunggu lebih dari setengah jam datanglah seorang gadis yg sedari tadi membut Kenzo amat kesal karena telah menunggu lama. Dia terlihat sangat anggun dan elegan, mampu menarik perhatian hampir seisi cafe kecuali Kenzo. Ia sama sekali tak nampak tertarik dengan sosok cantik didepannya ini.
"Selamat siang, maaf pak Kenzo saya telah membuat anda menunggu, tadi tiba2 ada sedikit masalah dijalan." Ucap gadis itu.
"Baiklah, ini pertama dan terakhir. Saya paling tidak suka dengan orang yg tidak disiplin. Jika bosnya saja tidak disiplin bagaimana dengan karyawannya." Sindir Kenzo.
"Ah..I..Iya tentu." Jawabnya gugup.
Gadis itu tak percaya jika ada laki2 yg sanggup menolak pesonanya, karena selama ini hanya dengan sedikit saja senyuman darinya mampu membuat laki2 berlutut. Tapi berbeda dengan Ken, ia bahkan merasa jika pria itu enggan memandangnya.
Melihat sikap Ken yg acuh membuat gadis itu semakin penasaran, merasa semakin tertantang untuk memilikinya.
"Baiklah kita mulai saja meetingnya."
Dua jam berlangsung, mereka menyelesaikan meeting dengan kesepakatan yg sama2 menguntungkan kedua perusahaan. Sebenarnya Ken kurang suka dengan Ceo perusahaan itu yg dinilainya memiliki attitude yg buruk. Hal itu karena dulu diluar negeri Ken sempat belajar ilmu psikologi sebentar sebelum menyesaikan kuliahnya. Ia tertarik belajar itu, namun karena ia pewaris perusahaan ia harus mengiyakaan keinginan orang tuanya untuk mengambil jurusan bisnis.
__ADS_1
"Baiklah saya permisi, senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda." Ucap Ken pamit mengulurkan tangannya.
"Iya saya pun senang bisa bertemu dengan direktur Ken. Saya berharap kedepannya kita bisa menjadi lebih dekat." Jawab gadis itu genit menerima uluran tangan Ken dan tak kunjung melepasnya.
Ken yg sudah menahan kesal sedikit menghempaskan tangan itu lalu segera menarik tangan Keyra meninggalkan cafe.
****
Hah.. Lelahnya.
Gerutu Keyra yg baru tiba dirumahnya. Hari pertama bekerjanya sungguh menguras tenaga dan emosi. Banyak teman magangnya yg iri karena posisi Keyra sebagai sekertaris. Meski hanya sementara mereka ingin menggantikan Keyra karena dengan begitu mereka bisa melihat Ceo tampannya setiap waktu.
"Sayang kamu sudah pulang?". Ucap Rara menghampiri Keyra di kamarnya.
"Iya ma, capek banget." Keluh Keyra.
"Gimana hari pertamamu? Lancar?". Tanyanya sambil memijat kaki putrinya.
__ADS_1
"Bosnya ngeselin ma, kayak kulkas." Curhat Keyra dengan antusias.
"Maksudnya?".
"Iya ma, Keyra tuh diplih gantiin sekertaris bos yg sementara ini cuti. Bosnya sih emang ganteng, tapi sayang mubazir, nggak pernah senyum. Dingin banget orangnya." Jelas Keyra.
"Ya kan emang bos harus gitu sayang. Harus bisa menjaga wibawanya didepan semua pegawainya." Tutur Rara.
"Mama inget nggak waktu Key pingsan dibandara kemarin? Ya dia itu yg udah nolongin Keyra." Ucap Keyra lagi yg makin semangat bercerita.
"Terus dia ingat udah nolongin kamu?". Tanya Rara.
"Inget ma, tapi reaksinya cuma 'Oh' ngeselin kan?." Ucapnya kesal.
"Jangan gitu! nggak baik benci sama orang. Ntar jadinya suka lagi." Tutur Rara menggoda putrinya.
"Haishh.. jangan sampai ma. Yg ada jadi beku deket2 kulkas kek dia." Jawab Key sambil mengetuk ngetuk kepalanya pelan.
__ADS_1
"Yaudah kamu bersih2 dulu gih, terus kita makan. Udah ditunggu papa dibawa."
"Siap bosque".