
Seperti biasa, pagi ini Rara kembali datang kerumah sakit menunaikan janjinya yg akan merawat Farel hingga sembuh. Meskipun dirinya disibukkan dengan banyak pekerjaan dikantor, ia tetap bersikeras menjalankan niatnya itu.
Rara adalah seorang pekerja kantoran, ia bekerja sebagai manajer disana, tepatnya di perusahaan ayahnya. Ia seorang gadis manis yg mandiri, sebelum menggantikan ayahnya mengurus perusahaan ia ingin memulai karirnya itu dari bawah, belajar dengan bertahap dan berbaur dengan karyawan yg lain.
"Pagi kak Farel, gimana keadaanmu?". Tanya Rara lembut.
"Sudah baikan, kamu lebih baik pergi bekerja Ra, tak usah merawatku lagi disini, sebentar lagi juga akan diijinkan pulang." Perintah Farel.
"Nggak mau, kan aku udah janji kak. Masalah pekerjaan kakak tenang saja. Pokoknya aku bakal terus disini sampai kakak dinyatakan benar2 sembuh." Tolak Rara.
"Dasar keras kepala!" Ucap Farel menjitak kepala Rara.
"Kak, aku lihat kakak sering murung, ada apa? ada yg sakit kah?". Tanya Rara penasaran.
"Aku hanya rindu kekasihku." Jawab Farel singkat.
"Memangnya dia dimana sekarang? mengapa tak menjengukmu?" Tanya Rara lagi.
"Dia menghilang 2 minggu sebelum peenikahan kami."
"Maksudnya kabur?"
__ADS_1
"Entahlah, mungkin dia enggan menikah denganku."
"Kakak yg sabar ya, jika kalian berjodoh suatu hari nanti pasti akan bertemu kembali." Ucap Rara menenangkan.
"Iya semoga saja".
"Nah.. sekarang waktunya makan, aku suapin ya kak." Ucap Rara antusias.
"Nggak usah, tanganku nggak patah." Jawab Farel dingin.
"Hmm yayaya.. terserah, yg penting makan biar cepet sembuh." Ucap Rara kesal.
****
"Sayang mom pagi ini mau nyusul daddymu, kasian dia belum bisa pulang, masih banyak pekerjaan. Kamu gppa kan mom tinggal? cuma seminggu kok, nanti kalau ada apa2 kamu kabarin mom aja ya."
"Tapi mom aku takut ditinggal disini sama Rama."
"Tenang aja sayang, kalau dia berani nyakitin kamu lagi, nanti biar mom yg kasih dia pelajaran. Mom berangkat dulu ya, baik2 dirumah." Ucap Sandra pamit sembari memeluk Vania.
"Baiklah, mom hati2 ya."
__ADS_1
"Iya sayang, sampai jumpa."
****
Tumben sepi begini, mom kemana ya.
Gumam Rama yg baru pulang dari kantor. Diperhatikannya hampir ke setiap sudut rumah ia tak menemukan momnya juga Vania. Ada rasa sedikit khawatir jika momnya membawa Vania pergi, dengan sedikit berlari ia menuju kamar Vania.
Aku ingin pulang, sungguh aku merindukan hidupku yg dulu Tuhan, aku ingin bebas.
Itulah sedikit doa Vania yg bisa didengar Rama, dilihatnya gadis itu sedang berdiri di balkon kamarnya, matanya menatap kosong langit2 diatas sana. Dengan sedikit ragu ia langkahkan kakinya mendekati Vania, dan segera dipeluknya erat tubuh mungil itu dari belakang.
Vania terkejut, ia berusaha melepaskan tangan dipinggangnya itu dan menolehkan kepalanya kebelakang melihat siapa yg berani memeluknya.
"Kamu?? Lepas!". Teria Vania marah.
"Ssttt... sebentar saja, biarkan aku memelukmu seperti ini sebentar, aku tak akan berbuat apapun." Jawab Rama lembut, lalu menenggelamkan kepalanya di pundak gadis itu.
Cukup lama mereka dalam posisi tersebut, entah mengapa Vania merasa sedikit nyaman di perlakukan seperti ini, tubuhnya tidak lagi memberontak.
"Baiklah, sudah waktunya makan malam. Tunggu aku ya, aku mandi sebentar, setelah itu kita makan bersama." Ucap Rama lalu bergegas pergi meninggalkan Vania.
__ADS_1
Bodoh.. mengapa aku bisa diam saja di peluk pria brengsek itu, arghhhh.... apa aku sudah tidak waras.
Gerutu Vania dalam hati, ia merasa kesal juga malu pada dirinya sendiri yg mau2 nya menuruti perkataan Rama tadi.