Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Mencari tahu


__ADS_3

Terhitung sudah setengah hari Vania di sekap di kamar mewah itu, ia bingung memikirkan bagaimana nasibnya kelak, juga Farel, ia pasti akan kebingungan mencari keberadaanya, sedangkan ponselnya tertinggal di rumah.


Apa yg harus aku lakukan sekarang, aku takut dia akan berbuat yg tidak2 padaku, gimana caranya agar aku bisa kabur dari sini. Racau Vania sambil mondar mandir dan berpikir.


Tokk tokk tokk


Ceklek


"Nona silahkan ini makan siangnya, nona makan dulu, dari pagi belum makan kan, pasti nona lapar." Bujuk seorang wanita paruh baya berpakaian seperti pelayan.


"Maaf bi, saya sedang tidak nafsu makan, bibi bawa saja kembali." Tolak Vania.


"Jangan begitu nona, nanti nona sakit jika bersikeras tidak makan, dan tuan pasti akan menyalahkan bahkan memecat saya."


"Saya mau tanya sebenarnya siapa tuanmu itu?". Tanya Vania.

__ADS_1


"Bukannya nona adalah kekasih tuan, mengapa malah menanyakan hal itu?". Jawab bibi sedikit heran.


"Saya sama sekali tidak mengenal dia, dia memaksa saya untuk tinggal bersamanya, lebih tepatnya menculik saya." Ucap Vania.


"Tapi yg saya tahu tuan adalah pria yg baik, bahkan ini pertama kalinya ia membawa seorang gadis ke tempat favoritnya ini, bisa dipastikan anda adalah gadis yg spesial baginya." Jawab bibi.


"Tolong kasih tahu saya sedetail mungkin siapa dia!". Tanya Vania serius.


"Baiklah, dia adalah Rama Aditya anak dari Wisnu Aditya, pemilik Aditya grup, dia anak tunggal keluarga itu, satu tahun yg lalu ia kehilangan kekasih yg amat ia cintai karena kecelakaan menjelang hari pertunangan mereka, ia sempat frustasi dan setres berkepanjangan, bahkan menolak banyak gadis yg dijodohkan oleh orang tuanya, saya cukup bersyukur karena tuan membawa anda kemari, itu artinya ia sudah bisa melupakan kekasihnya itu." Jelas sang bibi.


"Maaf non, saya tidak tahu, semua cerita itu saya dapatkan dari teman saya yg juga bekerja di rumah keluarga itu."


"Baiklah bi, terima kasih infonya, sekarang tolong tinggalkan saya sendiri, dan bawa makanannya bersamamu."


"Sekali lagi saya mohon non makan, saya tidak di ijinkan keluar jika makanan itu belum non habiskan." Ucap bibi memohon.

__ADS_1


Dengan sedikit paksaan akhirnya Vania bersedia menghabiskan makanan itu


"Terima kasih non sudah membantu tugas saya, saya permisi keluar dulu, jika butuh sesuatu non bisa menekan tombol merah yg ada di sisi tempat tidur non." Ucap bibi bergegas keluar.


"Ah iya bi, tuan dimana sekarang?"


"Dia di ruang kerjanya non." Jawab bibi singkat.


"Oh.. ya sudah bibi boleh pergi."


****


Di lain tempat Farel sangat kebingungan mencari Vania, ia sudah menhubungi semua rekan kerja Vania, juga sudah mendatangi semua tempat favorit gadis itu, namun tak kunjung mendapat petunjuk dimana dia.


Kamu kemana sayang, jangan bikin aku khawatir kayak gini, nggak biasanya kamu tiba2 menghilang seperti sekarang, mungkinkah kamu diculik? Tapi siapa? Arghhh... Gerutu Farel yg sudah sangat frustasi mencari keberadaan kekasihnya itu.

__ADS_1


Hari sudah malam, Farel juga sudah seharian ini mengelilingi kota tempat tinggalnya berharap bisa menemukan Vania, melapor polisi pun harus menunggu 24 jam, sedangkan ini masih 12 jam sejak kekasihnya itu menghilang. Ia masuk kedalam kontrakan Vania yg tidak terkunci dan setia menunggunya disana, hingga ia pun tertidur dalam kondisi yg sangat berantakan.


__ADS_2