
Maafkan aku yg mencintaimu Van, maaf aku tetap menahanmu meski aku tahu aku juga akan terluka. Bisakah kamu mencoba menerimaku? aku janji akan memperlakukanmu dengan baik. Aku sangat membutuhkanmu.
Ucap Rama lembut, sambil menatap lekat Vania yg tengah tertidur lelap. Sudah jadi kebiasaan Rama ditengah malam ia akan terbangun hanya untuk melihat gadis itu sedang tidur. Karena hanya saat itulah ia bisa mendekati Vania dan mengungkapkan isi hatinya.
****
Hari ini adalah weekend, Rama bangun lebih pagi dan berencana membuat sarapan untuk Vania juga dirinya sendiri. Karena hari libur, seharian ini ia ingin menghabiskan waktu liburnya dengan Vania, mengajaknya jalan2, dan berusaha membuat gadis itu nyaman disisinya.
Vania yg sudah terbiasa bangun pagi, segera mencuci wajahnya dan pergi ke dapur untuk memasak. Ketika hampir sampai di dapur langkahnya terhenti melihat Rama yg tengah sibuk dengan penggorengan. Ia merasa canggung dan memilih kembali ke kamarnya untuk menghindari Rama.
Ganteng juga sih, andai dia tak menyiksaku dan mengurungku seperti ini, mungkin saja aku bisa jatuh cinta. Gumamnya sembari berjalan kembali kekamarnya.
Setelah satu jam akhirnya Rama menyelesaikan acara masaknya, dan bergegas memanggil Vania untuk mengajaknya sarapan bersama.
Tokk tokk tokk
"Masuk"
__ADS_1
"Aku udah masak, aku tunggu dibawah kita sarapan bareng." Ucap Rama lalu segera turun menuju meja makan tanpa mendengar jawaban Vania.
"Ini kamu yg masak?". Tanya Vania.
"Iya, makanlah. Setelah itu kita pergi "
"Kemana?".
"Nanti kamu juga tahu."
****
Vania terkejut juga takjub, sudah lama ia tak merasakan suasana ini. Nyaman dan menenangkan. Pemandangan laut yg indah, semilir angin yg lembut menerpa rambutnya, juga sinar mentari yg menghangatkan. Ia dulu pernah bermimpi akan datang ke tempat seperti ini berdua dengan pria yg ia cintai, menghabiskan waktu bermain air dan tertawa ceria. Namun sayang mimpi tetaplah mimpi, tak pernah ia bayangkan ia akan kemari dengan pria seperti Rama, pria yg ia benci.
"Sini ikut aku!". Ajak Rama lalu segera menarik Vania mengikutinya.
Rama mengajak Vania bermain banyak permainan air, mulai dari banana boat, jet ski, parasailing, juga kapal selam. Gadis itu terlihat bahagia, dan sesekali tertawa lepas. Menyadari hal itu Rama pun ikut tersenyum bahagia. Ia ingin disetiap harinya bisa melihat tawa itu, menjadi alasan Vania tersenyum adalah salah satu kebahagiaannya.
__ADS_1
"Terima kasih untuk hari ini." Ucap Vania sambil tersenyum pada Rama yg sedang melajukan mobilnya.
Ya mereka langsung pulang setelah dirasa cukup lelah seharian bermain. Karena Rama juga harus kembali bekerja besok pagi.
"Teruslah tersenyum seperti itu, karena senyummu adalah salah satu alasan untuk orang lain bisa tersenyum." Ucap Rama sambil menatap Vania sekilas.
Vania yg merasa canggung dan malu dengan ucapan Rama segera mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"Mengapa tiba2 mengajakku jalan2? Tidakkah kamu takut jika aku akan kabur?". Tanya Vania penasaran.
"Mau kabur kemanapun aku tetap bisa menemukanmu, jadi jangan berharap bisa lari dariku."
"Dasar, nyebelin.!" Gumam Vania pelan.
"Aku bisa dengar Van".
"Terserahmu saja, aku lelah mau tidur, nanti kalau sudah sampai bangunkan aku." Ucap Vania lalu memalingkan wajahnya ke jendela mobil dan tak lama setelah itu ia tertidur.
__ADS_1
Aku akan berusaha membuatmu tersenyum Van, membuatmu nyaman disisiku dan enggan meninggalkanku. Aku mencintaimu.
Ucap Rama menatap lekat Vania, dan segera memindahkan kepala Vania ke pundaknya lalu mengecup keningnya sekilas.