
"Siapa pria tadi?". Tanya Kenzo memecah keheningan di dalam mobil.
"Ah itu Rey sepupuku." Jawab Keyra.
"Oh.. Baguslah." Ucap Ken tanpa sadar.
Ken merasa sedikit lega mengetahui pria yg memeluk Keyra tadi hanyalah sepupunya. Itu artinya sampai sejauh ini belum ada saingan untuk dirinya. Ya semoga saja, doa Ken.
"Bagus?? Apanya bos?". Heran dan menatap kenzo.
"Emm..Bukan, bukan apa2. Kita sudah sampai turunlah." Jawab Ken mengalihkan pembicaraan.
"Kok berhenti disini bos? bos mau beli sesuatu?". Tanya Keyra heran karena Ken membawanya ke mall bukannya balik ke hotel.
"Sudah ayo masuk!." Menarik tangan Keyra lalu membawanya masuk ke dalam gedung itu.
Sepanjang jalan Kenzo sama sekali tak melepas genggamannya pada tangan Keyra. Membiarkannya begitu saja sambil terus berjalan mengelilingi mall.
****
Kini mereka berdua sampai disalah satu toko pakaian paling besar di mall itu. Dimana didalamnya menjual banyak sekali baju dan aksesoris dengan merek ternama, yg sudah dipastikan harganya pun bisa senilai satu bulan gaji Keyra di kantor Ken.
"Pilihlah yg cocok untukmu." Perintah Ken.
"Ah..Tidak bos tidak usah, gaun saya masih banyak." Tolak Keyra.
__ADS_1
"Baiklah biar aku yg pilih." Ucap Ken lalu berkeliling mencari mana yg kiranya pas untuk Keyra.
Setelah cukup lama berkeliling, Ken membawa kurang lebih lima gaun, lalu menyerahkannya pada Keyra untuk segera dicobanya.
"Coba semua ini!." Ucap Ken menyodorkan gaun2 itu.
"Tapi bos.."
"Kalian bantu dia mencobanya, juga ambilkan beberapa sepatu yg akan terlihat pas di gaunnya nanti." Perintah Ken pada beberapa karyawan disana.
Dengan terpaksa akhirnya Keyra menurut mencoba gaun itu satu persatu dan menunjukkanya pada Kenzo, sudah 4 gaun yg Keyra coba, namun tidak ada satupun yg membuat Ken puas, selalu saja ia mengatakan gaun itu tidak cocok dan meminta Keyra berganti lagi.
Sialan ni orang, sekali lagi bilang nggak cocok, gue acak2 ni toko. Gerutu Keyra sambil mencoba gaun terakhirnya.
"Cantik." Jawab Ken tanpa sadar dan terus menatap Keyra.
"Terima kasih." Ucap keyra malu2.
"Bukan kamu, tapi gaunnya." Kilah Kenzo menahan malu, ia sudah tertangkap basah mengagumi penampilan gadis cantik didepannya ini.
Dasar pelit!! mengakuiku cantik saja apa susahnya. Jelas2 tadi melongo melihatku, pake alasan segala.. Umpat Keyra pelan.
"Yasudah kami pilih yg itu." Ucap Ken sambil menyerahkan kartu kreditnya pada karyawan disana.
"Tidak bos, biar saya saja." Sahut Keyra menahan tangan Kenzo.
__ADS_1
"Simpan saja uangmu".
"Baiklah.. Terima kasih."
****
Ketika mereka akan keluar dari toko itu, ada dua orang wanita yg tiba2 menghampiri Ken dan Keyra, wanita yg sepertinya tidak asing bagi mereka.
"Hai pak Ken, kebetulan sekali kita bertemu lagi." Ucap wanita itu dengan nada genitnya.
Ya ternyata wanita itu adalah Diandra Wisma, ceo Wisma grup yg beberapa waktu lalu telah melakukan kerja sama dengan perusahaan milik Ken.
"Oh iyaa.. Kebetulan." Jawab Ken singkat
"Tuan muda Aditya ya? Senang bertemu denganmu." Ucap wanita paruh baya disamping Dian.
"Sedang apa kalian disini?".
"Sedang berbelanja dengan kekasihku." Jawab Ken asal yg sukses membuat Keyra melotot tak percaya.
"Bukannya dia sekertaris anda?". Tanya Diandra heran.
"Apakah ada larangan bos memiliki hubungan dengan sekertarisnya?". Jawab Ken sinis.
"Ah tentu tidak, baiklah silahkan dilanjutkan. Kami permisi." Ucap Dian sambil memaksakan sunyumnya dan pergi meninggalkan Ken dan Keyra berdua.
__ADS_1