
Haishh.. Bisa2nya punya sekertaris cereboh kayak dia, mana kelihatan banget itunya lagi.. Duh.. Gerutu Ken yg sedari tadi tidak fokus memikirkan kejadian dilift.
Ia tak menyangka akan dikejutkan dengan kejadian memalukan itu, ya dia merasa malu. Entahlah.. Harusnya disini yg menjadi korban adalah Keyra, mengapa malah ia yg malu. pikirnya.
"Kamu keruanganku sekarang.!" Perintah Ken lewat intercomnya.
Tanpa menunggu lama Keyra pun datang dan berdiri tepat didepan meja Kenzo.
"Ada yg bisa dibantu pak?". Tanya Keyra gugup dan tak berani menatap wajah bosnya.
"Lusa ada pertemuan penting dengan Cakra grup Singapura, kamu yg akan ikut saya." Ucap Ken.
"Kenapa saya pak? Saya hanya anak magang, takut malah merepotkan bapak disana." Jawab Keyra merendah.
"Disini saya bosnya, jadi perkataan saya adalah mutlak. Tidak ada bantahan dan penolakan." Ucap Ken tegas membuat nyali Keyra down seketika.
__ADS_1
"Ba..Baik Pak, akan segera saya siapkan keperluan meeting nanti." Jawabnya gugup sedikit bergetar.
Mau tidak mau akhirnya Keyra mematuhi perintah bosnya itu, mungkin nanti ia juga bisa sekalian mampir ke rumah neneknya disana.
"Yasudah, pergilah. Lanjutkan pekerjaanmu." Perintah Rama yg dijawab anggukan oleh Keyra
****
Makan siang pun tiba, seperti biasa Keyra lebih memilih makan sendiri di mejanya. Karena mamanya terlalu protektif dan meminta Keyra untuk membawa bekal saja dari rumah.
Ia merasa semakin hari bosnya itu makin kelewatan, selalu memarahinya karena masalah kecil, dan selalu berhasil membuatnya kesal. Ingin sekali dirinya segera mengakhiri magang ini dan kembali ke kampus, namun apa mau dikata, jika ia ingin nilai sempurna maka ia harus bisa bersabar menyelesaikan tugasnya disini. Bersabar menghadapi Ken yg ketus setiap hari.
Sama halnya dengan Keyra, Kenzo pun menghabiskan jam istirahatnya didalam ruangan, melanjutkan pekerjaan yg ia rasa tak ada habisnya.
Matanya sesekali melirik ke luar ruangan, mengamati Keyra yg terkadang tersenyum dan tertawa sendiri sambil menatap layar ponselnya. Ada kalanya Ken merasa sangat penasaran, apa yg Keyra lihat hingga membuat dirinya senyum2 bahkan tertawa sendiri disana. Namun gengsinya yg tinggi membuat Ken hanya mampu menahan rasa ingin tahunya, dan terus mengawasi Keyra dari dalam ruangan miliknya sambil sesekali ikut tersenyum.
__ADS_1
Entahlah.. Akhir2 ini Kenzo lebih sering mengawasi sekertarisnya yg selalu ia anggap ceroboh. Ia merasa ada perasaan nyaman ketika melihat senyum Keyra, merasa senang ketika berhasil memarahinya. Juga membuat Keyra kesal adalah hobi baru Kenzo.
Aneh.. Tapi itulah kenyataannya. Ken pun tak mengerti dengan apa yg ia rasakan.
Dia selalu merasa jantungnya ingin melompat kala Keyra tersenyum ke arahnya.
Juga merasa kesal ketika ada pria lain yg mencoba mendekati dan menggoda Keyra.
Seperti saat ini, lagi2 menejer keuangan yg bernama Randa itu menghampiri Keyra. Mencoba menggoda Keyra dan berhasil membuat gadis itu tertawa.
Kenzo merasakan nyeri disudut hatinya melihat pemandangan itu, ingin rasanya segera menjauhkan pria genit itu dari sekertarisnya. Tapi bagaimana? Ia sama sekali tak memiliki hak untuk melakukan itu.
Tak mungkin baginya yg bukan siapa2 berani membatasi pertemanan Keyra. Apa lagi ia sendiri belum mengerti sebenarnya perasaan apa yg telah ia miliki untuk Keyra, ia harus memastikannya.
Jatuh cinta?? Oh tidak.. Tak pernah tertulis dalam kamus Kenzo bahwa ia akan jatuh cinta, apa lagi secepat ini. Tidak mungkin. Pikirnya.
__ADS_1