Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Mengurus perusahaan


__ADS_3

Sayang sudah satu tahun, kapan kamu bangun? Tidakkah kamu ingin bermain dengan anak kita? dia sangat tampan sepertimu, aku mohon bangunlah Ram..


Waktu sangat cepat berlalu, tak terasa sudah satu tahun Rama berbaring di ranjang rumah sakit. Selama itu pula Vania masih setia menemaninya. Orang tua Rama sempat membujuk dirinya untuk menyerah saja, namun Vania tetap bersikeras bertahan. Ia yakin Rama pasti akan bangun suatu saat nanti.


"Sudah nak pulanglah biar mom yg jaga Rama, kamu dari kemarin belum istirahat. Kasian Kenzo jika harus terus bermalam disini" Ucap Sandra mencoba membujuk menantunya.


"Tak apa mom, baby Ken kelihatan senang disini, sepertinya ia juga ingin menemani ayahnya." Tolak Vania.


"Daddymu juga butuh bantuan nak mengurus perusahaan, dia sangat kwalahan menangani dua perusahaan sekaligus. Kamu bantu dia ya nak."


Kali ini Sandra membujuk Vania dengan cara berbeda. Memang selama ditinggal Rama daddynya lah yg menggantikan posisinya itu. Mau tidak mau ia harus mengurus perusahaannya sendiri juga putranya.


Sebenarnya tujuan Sandra adalah membuat Vania sibuk, ia kasihan melihat menantunya itu murung dan sedih setiap hari. Ia berharap dengan kesibukannya Vania akan sedikit bisa melupakan kesedihan dan kesepiannya sejak ditinggal koma oleh Rama.


"Hmm.. baiklah mom, aku akan bantu daddy sebisaku, tapi gimana dengan Kenzo".


"Kenzo biar sama mom aja disini, sudah pergilah kasihan daddymu."

__ADS_1


Akhirnya dengan terpaksa Vania meninggalkan Kenzo bersama dengan mertuanya. Ia harus bisa membantu mertuanya itu mengurus perusahaan, ia tak mau usaha Rama selama ini menjadi hancur dan sia2.


****


"Nak kamu sudah datang". Sapa Wisnu pada menantunya.


"Ah iya dad, mom memintaku untuk membantumu. Adakah yg bisa ku kerjakan?". Tanya Vania sopan.


"Aku dengar kamu dulu pernah belajar bisnis ya dengan Rama, kamu pernah jadi asistennya kan?".


"Emm iya dad, itu sudah lama sekali." Jawab Vania ragu.


"Secepat itukah? aku takut akan mengecewakan daddy nanti." Jawab Vania sedikit keberatan.


"Tak apa, ada Angga yg akan memandumu nanti. Dia asisten Rama. Sudah ya kamu bisa mulai bekerja hari ini. Daddy mau kembali ke kantor pusat ada meeting sebentar lagi." Pamit Wisnu lalu bergegas meninggalkan Vania.


"Iya daddy hati2.."

__ADS_1


Mau tidak mau akhirnya Vania menerima perintah mertuanya, ia harus mulai belajar mengurus cabang perusahaan Rama. Kali ini ia tidak boleh mengecewakan suaminya lagi, ia harus membuat suaminya itu bangga ketika tahu nanti dirinya telah berhasil mengurus perusahaannya.


Karena melamun Vania tak menyadari jika ada seseorang yg memanggilnya sedari tadi.


"Nyonya.. "


"Ah iya,, maaf saya sedikit melamun tadi".


"Saya Angga asisten tuan Rama.. Mari ikut saya, saya tunjukkan ruangan anda."


Vania pun mengikuti Angga, dan tibalah di ruangan yg cukup besar, bersih dan sangat rapi menurutnya.


"Ini ruangan anda, dan disini sudah saya siapkan beberapa berkas mengenai perusahaan ini. Nyonya pelajari terlebih dulu, jika ada yg perlu ditanyakan anda bisa menghubungi saya." Ucap Angga sopan.


"Iya, terima kasih. Ah ya tolong jangan panggil saya nyonya, agak sedikit kurang nyaman dengan itu. Panggil aku Vania saja." Jawab Vania sambil tersenyum menatap Angga.


"Maaf tidak bisa, tuan Rama akan marah nanti jika mengetahui hal itu. Kalau tidak ada apa2 lagi, saya mohon undur diri melanjutkan pekerjaan saya." Tolak Angga sopan.

__ADS_1


"Huh.. Baiklah silahkan."


__ADS_2