Selamanya Milikku

Selamanya Milikku
Pertemuan


__ADS_3

Satu bulan kemudian..


Sudah satu bulan Rama keluar dari rumah sakit, kondisinya pun sudah sangat baik sekarang, namun tetap saja Vania belum mengijinkan suaminya itu pergi bekerja. Ia harus memastikan jika Rama benar2 telah sehat dan bugar tidak kekurangan suatu apapun.


Dan sesuai janjinya tempo hari, hari ini Rama akan mengajak keluarga kecilnya untuk jalan2. Mereka berencana pergi ke taman bermain di pusat kota.


"Gimana sayang kamu suka?". Tanya Rama pada Ken yg asik berlarian di taman itu.


"Iya ayah.. Ayo kita naik itu.." Tunjuk Ken pada permainan bianglala.


"Emang Ken nggak takut?". Goda Vania.


"Nggak lah bunda, itu mah kecil.." Jawab Ken sambil menjentikkan jari kecilnya.


"Bagus, anak ayah memang jagoan.. yuk.." Ajak Rama kemudian menggendong Ken dengan satu tangannya, sedang tangannya yg lain menggandeng Vania mesra.


Rama sungguh sangat bahagia, perjuangan dan penantiannya selama ini tak sia2. Bahkan Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup sekali lagi. Hal itu tentu menjadi pelajaran yg sangat berharga baginya, karena usaha tidak akan menghianati hasil. Selama kita mau berusaha dan bersabar, semua akan indah pada waktunya.


"Sayang,, Ken nggak capek?". Tanya Vania yg sudah merasa lelah bermain sedari tadi.


"Emm.. Ken laper bunda.." Jawab Ken sambil menunjukkan puppys eyes nya.

__ADS_1


"Uh.. anak bunda ganteng banget sih.." Puji Vania lalu mencium pipi Ken bersamaan dengan Rama.


"Baiklah kita cari makan dulu, habis itu pulang ya.." Ucap Rama kemudian mencari restoran terdekat untuk mereka.


Ketika sedang berjalan menuju restoran, langkah Vania terhenti karena melihat seorang anak perempuan yg menangis sendirian didepan salah satu stand eskrim disana.


"Sayang kok nangis sendirian disini, dimana orang tuamu?". Tanya Vania lembut sambil mendekap anak itu.


"Key tersesat tante,, hiks.. hikss.." Jawabnya sambil terus menangis.


"Udah ya sayang jangan nangis lagi, ayo tante bantu cari orang tua kamu." Ucap Vania menenangkan.


"Nggak tau katanya tersesat, kasian dia sendirian. Kita ajak aja ya siapa tau nanti ketemu orang tuanya." Pinta Vania.


"Hmm.. Baiklah terserah kamu." Jawab Rama mengiyakan.


Belum sempat Vania membawa gadis itu pergi, tiba2 ada seorang wanita yg menghampiri dirinya dan mengklaim bahwa gadis kecil tu adalah anaknya.


"Sayang.. Kamu dari mana saja? mama khawatir nak.." Ucap si wanita sembari memeluk gadis itu.


Sejenak Vania dan wanita itu saling pandang.

__ADS_1


"Nyonya Vania.." Sapa wanita itu yg ternyata adalah Rara.


Karena lama tidak bertemu Vania sedikit terkejut melihat Rara telah memiliki seorang putri cantik, selama ini pun ia sama sekali tak mendengar gadis itu telah menikah.


Tak lama kemudian datanglah seorang pria berjalan ke arahnya.


"Sayang.. gimana Keyra udah ketemu?". Sahut pria itu dengan raut khawatirnya.


"Kak Farel.. Kalian?".. Vania dibuat makin terkejut, sama halnya dengan Rama.


Ternyata gadis kecil bernama Keyra tadi adalah anak dari Rara dan Farel. Entah bagaimana awalnya hingga mereka bisa menikah dan memiliki seorang putri. Sungguh dunia sempit sekali, setelah bertahun tahun lamanya, ia justru dipertemukan kembali dengan pria yg telah menipunya.


"Ah ya.. ini Rara istriku, dan ini Keyra putriku.. Maaf aku sudah banyak sekali melakukan kesalahan pada kalian berdua, aku berharap kelak kalian bisa memaafkanku." Ucap Farel menyesal.


"Lupakan!! Yg penting sekarang dia sudah kembali padaku." Jawab Rama dingin sambil merangkul pinggang Vania mesra.


"Iya kak, aku sudah memaafkanmu. Selamat ya atas pernikahan kalian, putri kalian sangat cantik.. Aku turut bahagia." Sahut Vania tersenyum tulus.


"Kalian juga, sekali lagi aku minta maaf. Semoga kalian selalu bahagia hingga maut memisahkan." Doa Farel masih dengan perasaan bersalahnya.


"Tentu, kalau begitu kami permisi dulu ya.. Senang bisa bertemu kembali, sampai jumpa." Ucap Vania lalu bergegas meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2