
Mendengar apa yang diucapkan oleh Olive tentu saja membuat Mamah Rangga jadi semakin tidak senang, karena melihat tampang dari Olive yang tidak seharusnya.
"Oh, jadi kamu tidak mempermasalahkannya ya? Apakah kamu benar-benar sudah ikhlas, jika nantinya Rangga akan menolong seorang anak dari wanita lain?" tanya Mamah Rangga yang penasaran. Dia tatap dengan tajam wajah Olive.
Olive yang masih berada di samping kanan dari tubuh Mamah Rangga, dengan tegas dia pun menyahut. "Oh, Mamah, apa yang aku dapat dari laki-laki ini? Aku hanya seorang istri dari pria yang begitu hebat. Apalagi dia pemimpin besar dari sebuah perusahaan. Jika aku melawannya, maka aku mungkin hanya akan disingkirkan. Aku tidak ingin mendapatkan hal buruk mengenai kehidupan rumah tanggaku ini! Apalagi kehidupan yang dikacaukan oleh orang-orang yang tidak seharusnya ikut campur dalam urusan keluarga kami!" Dengan tegas Olive melontarkan sindirannya, yang dia tujukan kepada Mamah Rangga. Agar wanita itu sedikit sadar.
Mamah Rangga tersentak mendengar apa yang diucapkan oleh Olive. Wanita itu sangat tidak mampu menerima apa yang dikatakan oleh Olive kepada dirinya.
"Apa maksudmu?! Mengapa kamu bicara seperti itu padaku!" balas Mamah Rangga dengan perasaan tidak senang.
"Lho, aku hanya bicara dengan seadanya saja, mengapa Mamah malah marah padaku? Salahku di mana lagi? Aku tidak mempermasalahkan jika Rangga mencari wanita di luar sana, Mamah datang kemari tiba-tiba membahas masalah itu denganku. Apakah Mamah berusaha untuk membuat aku kesal? Membuat aku marah? Dan ingin melihat aku dan Rangga bertengkar? Apa itu yang Mamah inginkan? Aku padahal selalu diam lho, sama Mamah, tapi mengapa Mamah malah memiliki pemikiran buruk terhadap diriku?" kata Olive yang langsung memaparkan segala perasaannya di hadapan Mamah Rangga. Wanita itu sungguh tidak segan untuk bicara dengan lantang kepada Ibu mertuanya itu.
__ADS_1
Mamah Rangga semakin terkejut saja mendengar hal itu keluar dari dalam mulut Olive. 'Apa-apaan wanita ini! Dia malah seperti orang yang sangat ditindas mengenai hal yang terjadi saat ini? Aku seperti orang jahat padanya, dan dia bicara omong kosong.
Seharusnya dia lah yang sadar diri, setidaknya dia berpikir, mengapa semua ini dapat terjadi dan menimpa dirinya? Aku sungguh tidak habis pikir dengan dia.' dalam benak Mamah Rangga sangat tidak mengerti. Olive seakan memutar balik keadaan dan membuat Mamah Rangga jadi bersalah.
"Beraninya kamu bicara seperti itu padaku, Live! Aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja padamu, mengapa saat ini kamu sepertinya sedang menyalahkan aku?!'' balas Mamah Rangga dengan tatapan dingin dan tajam.
Olive tersenyum licik di dalam hatinya sendiri. Sepertinya wanita itu sudah berhasil menyalakan api di dalam hati Mamah Rangga. Hais, bagaimana dengan perkataanku barusan? Apakah sudah mampu membuatmu jadi khawatir, resah dan kebingungan sendiri? Kamu ingin melawan aku di sini? Kamu pikir siapa dirimu saat ini? Jangan kira aku dapat dengan mudah kamu jatuhkan begitu saja!' batin Olive yang merasa cukup bangga.
Mamah Rangga mengepalkan kedua telapak tangannya, dia ingin sekali rasanya menampar wajah busuk Olive. Namun, Mamah Rangga sepertinya tidak mampu melakukannya begitu saja.
'Apakah dia tidak bisa berkaca? Apakah dia sama sekali tidak ada perasaan takut padaku? Wanita ini sungguh kurang ajar! Dia adalah ular yang mengerikan!' batin Mamah Rangga dengan amarah yang sudah dia pendam.
__ADS_1
"Aku bukan berani, Mah! Tapi aku hanya mengatakan apa yang sebenarnya aku rasakan. Jika memang tidak benar ya Mamah dapat mengelak kok, atau mungkin Mamah hanya ingin jika aku tetap diam seperti burung dalam sangkar, yang harus selalu menuruti keinginan kalian? Aku selalu tidak pernah mendapatkan kebebasan sebelumnya. Nadi sekarang, apakah aku masih salah lagi, Mah?" tanya Olive dengan suara yang rendah. Ya! Dia sungguh pandai bersandiwara.
"Kamu itu seharusnya bersyukur belum diceraikan oleh Rangga. Memangnya aku tidak tahu apa yang selama ini kamu lakukan? Kamu tidak pernah memegang peran sebagai seorang istri! Kamu hanya tahu bagaimana menghamburkan uang suamimu saja! Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk putraku sendiri! Apakah kamu dapat mendengarnya?!" sambut Mamah Rangga yang sudah kesal. Tapi Lagi-lagi dia masih harus menahannya.
"Oh, begitu ya? Terima kasih Mamah, karena sudah mau peduli kepada kami. Apakah Mamah datang kemari hanya ingin mengatakan itu saja? Mamah tidak khawatir nanti jadi tumbuh keriput di wajahmu? Yah ... meskipun begitu, paling tidak Mamah sudah tidak akan kepikiran lagi, karena kan sudah dapat menyalurkan apa yang Mamah rasakan? Tapi aku khawatir Mamah nanti malah jadi semakin terbebani, karena pikiran Mamah sendiri. Mamah butuh minum atau duduk dulu?" kata Olive. Wanita itu terlihat sangat tenang di hadapan Mamah Rangga.
Mamah Rangga tersentak mendengar hal tersebut, dia langsung mengangkat tangan kanannya dan menunjuk Olive dengan jarinya. "Kamu, sungguh kurang ajar! Kamu sangat keterlaluan! Kamu berani sekali bicara seperti itu padaku?! Jika bukan karena Rangga, kamu tidak akan mungkin masih bisa seperti sekarang ini!" Mamah Rangga membentak Olive. Dengan menajamkan sepasang matanya.
Akan tetapi sepertinya saat itu Olive tidak peduli dengan apapun. "Oh ya, Anda benar sekali! Apa yang Anda katakan tidak keliru. Saya sangat berterima kasih kepada Rangga, jadi sekarang ini apakah sudah selesai bicaranya? Tidak baik berteriak di rumah orang." Olive tersenyum dengan licik. Wanita itu langsung menyimpan kedua tangannya di depan perutnya sendiri.
"Kamu ...!" Mamah Rangga sudah tidak tahu lagi harus berlaku seperti apa kepada Olive. Sepertinya segala ucapannya tidak berguna untuk membuat Olive sadar.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....