Selir Jadi Yang Pertama

Selir Jadi Yang Pertama
Bayar Hutangmu


__ADS_3

"Halo, kapan kamu membayar hutangmu?!" balas lelaki itu dengan tegas.


"Setelah aku pulang kerja, mohon tunggu sebentar lagi!" sambut Rania agak kesal.


"Halah lama sekali, aku sudah berada di rumahmu, aku akan mengambil beberapa barang yang dapat aku jual untuk menutupi hutangmu!" Lelaki itu sangat galak kepada Rania, dia juga tidak peduli lagi dengan apa yang ingin dilakukan oleh Rania kepada dirinya.


"Hah! Apa!" Rania terkejut bukan main, dia sangat khawatir mendengar hal tersebut. "Aku bilang, aku akan membayarnya. Mengapa kamu seenaknya sendiri berbuat seperti itu padaku?! Jangan lakukan apapun dengan barang kami! Aku masih berada di dalam tempat kerja, kamu datang saja ke cafe!" kata Rania dengan sangat tidak menyangka. Dia tentu saja harus melindungi semua barang yang dia miliki.


"Aku tidak peduli! Yang butuh kan kamu, ini barangmu sendiri. Jika kamu menginginkannya, maka kamu harus membayarnya sekarang juga!" Lelaki itu membentak Rania, sambil berdiri dengan tegap menatap pintu rumah Rania.


"Tolong jangan lakukan apapun! Aku akan segera pergi meninggalkan cafe dan menemui kalian. Tapi jangan sentuh satupun barang milik keluargaku! Jangan sentuh sedikit saja!" tambah Rania yang sangat tegas.


"Kalau begitu datanglah secepatnya, hahahah ...!" sahut lelaki itu dengan perasaan yang senang. Dia saat itu seperti sedang mempermainkan Rania.

__ADS_1


Rania yang tidak tahu harus berbuat apapun lagi. Gadis itu segera melepaskan celemek yang dia gunakan saat itu. Dia masih bersama dengan teman perempuannya yang berada di samping gadis itu. "Lita, aku mohon kamu di sini dulu ya, aku ingin pulang ke rumah ada masalah besar, aku mohon padamu tolong bantu aku ya," kata Rania yang sedang memohon kepada rekan kerjanya.


Seorang gadis yang mendengar apa yang diucapkan oleh Rania dia terkejut, dan langsung menatap dengan tegas diri Rania. "Hah! Masalah besar apa? Apakah menyangkut Ayahmu?" tanya Lita penasaran.


"Ya! Termasuk, aku minta tolong kamu handle dulu ya, nanti aku pasti akan kembali," balas Rania dengan perasaan sedih.


"Oh, baiklah, aku akan membantu kamu, sekarang kamu pergi saja, jangan merasa sungkan denganku," tambah Lita yang tidak keberatan.


"Terima kasih, aku pergi dulu ya." Rania berpamitan dan dia pun langsung keluar dari dalam cafe. Ponselnya sejak tadi belum dia matikan, gadis itu berlari kencang dan menunggu taksi di halte.


Hingga tidak lama kemudian akhirnya Rania mendapatkan taksi dan dia langsung menaikinya. Rania terlihat sangat khawatir dan ketakutan sendiri. Dia tidak ingin jika mereka melainkan hal yang tidak baik.


**

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, akhirnya Rania pun tiba di jalan menuju rumahnya. Rania tidak lupa untuk membayar terlebih dahulu. Kemudian gadis itu berlari dengan sekuat tenaga. Rania terengah-engah dan dia pun melihat dua pria yang sedang menendang pintu rumahnya sendiri.


"Ah! Lama," kata seorang lelaki yang terlihat tidak sabaran.


Rania langsung berteriak dengan suara khasnya. "Hey! Hentikan jangan sentuh apapun juga!" bentak Rania dengan perasaan khawatir dan takut.


Dua pria itu segera memalingkan wajah mereka dan menatap dengan tegas diri Rania. "Nah, datang juga kamu ya!" kata seorang pria dengan tegas. Tatapan yang tajam dan mengerikan di hadapan Rania.


Rania segera melangkahkan kaki jenjangnya untuk bisa mendekati tempat di mana dua pria itu berada. "Aku bilang kan jangan lakukan apapun, kalian tuli ya?" ucap Rania dengan perasaan tidak senang.


"Mana bayar hutangmu! Katanya kamu ingin membayarnya, jangan hanya omong saja, cepat berikan kami uang!" sambut lelaki itu dengan perasaan kesal, dia menunjuk Rania dengan jari tangannya tepat di depan wajah Rania.


"Sabar, aku pasti akan membayarnya," balas Rania yang langsung mengeluarkan uang dari dalam saku bajunya sendiri.

__ADS_1


Lelaki itu yang melihatnya langsung mengambil secara paksa.


BERSAMBUNG...


__ADS_2