
Olive yang basisnya memang tidak suka untuk diabaikan dia pun menjadi marah kepada Rania, karena menurut wanita itu Rania sudah terlalu berani dengan dirinya.
Tatapan yang begitu dingin dari Olive dai tujukan untuk Rania, sementara itu Rania hanya diam dengan siap yang sama benar-benar pokus pada pekerjaannya. Rania memeriksa segala menu yang telah di siapkan oleh dirinya untuk pelanggan.
Lita yang mendengar hal tersebut terlihat cukup senang, karena dia mengira bahwa saat itu dirinya akan mendapatkan kesempatan untuk mendekati Olive, wanita yang dikagumi banyak orang.
"Nyonya Anda dapat memesan di sini, akan saya tunjukkan menu apa saja yang wajib Anda coba, bisa dilihat list di bawah ini," ucap Lita. Gadis itu langsung menunjukkan buku menu yang dia letakkan di atas meja. Dia membukanya dengan cukup cepat dan memperlihatkannya kepada Olive.
Melihat hal tersebut sepertinya Olive masih tidak senang, bahkan semakin kecut saja wajahnya kepada Rania. Padahal saat itu Lita sudah sangat ramah di hadapan Olive, dia melakukan S.O.P dengan benar dalam pekerjaannya.
"Bisa dilihat terlebih dahulu, Nyonya, ini ada beberapa hidangan favorit di tempat kami," kata Lita yang mencoba untuk memperlihatkan.
Akan tetapi saat itu tanggapan dari Olive terlihat aneh, wanita itu sepertinya memang tidak senang dengan tingkah laku Rania yang sepertinya tidak tertarik dengan dirinya.
"Ih, Aku akan orang kaya, tampilan Aku modis begini, cantik, tidak seperti dia, beraninya dia tidak sopan padaku," dalam benak Olive semakin jengkel.
Tidak lama kemudian tiba-tiba saja Olive langsung menggebrak meja tempat Rania sedang bekerja. Tentu hal tersebut membuat semua orang pun jadi bingung sendiri.
Rania memalingkan wajahnya dan hanya terdiam tidak percaya.
__ADS_1
"Kamu kenapa, Live?" tanya salah seorang teman Olive yang saat itu berada di samping kanan dari tubuh Olive.
Akan tetapi Olive hanya diam saja, dengan tatapan tajam dan tidak suka kepada Rania. "Heh, apakah seperti ini perlakuanmu terhadap kami sebagai seorang pelanggan, sungguh tidak pantas," kata Olive dengan nada bicara tegas.
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat diri Rania pun kebingungan sendiri. "Hah? Maksud Anda apa ya?" balas Rania dengan sangat polos.
"Masih berani tanya, kamu sudah merasa hebat? Apakah tidak takut jika Aku bisa membuat kamu dikeluarkan dari cafe ini? Hmh!" tambah Olive yang mendadak malah mengancam.
"Lah? Wanita ini kenapa? Sakit kali ya?" salam batin Rania yang malah merasa aneh bukan takut. Tatapannya pun memperlihatkan kebingungan yang sangat jelas.
"Kok dikeluarkan? Memang saya melakukan salah apa? Sepertinya sejak tadi tidak ada hal buruk yang terjadi," balas Rania dengan suaranya yang santai dan tenang. Dia merasa tidak bersalah, dia sejak tadi saja sedang bekerja menyiapkan hidangan yang cukup banyak sampai agak keteteran sendiri.
"Malah balik tanya lagi! Kamu itu gila ya, mana ownermu aku ingin bertemu dengan dia," ucap Olive yang begitu arogan.
"Tidak ada, sedang diluar, Nyonya, mungkin sore beliau kembali," jawab Rania santai.
Mengetahui Olive yang aneh, tentu saja teman-temannya pun jadi ikut bingung, mereka sendiri saja tidak tahu mengapa Olive bisa bersikap seperti itu, terlebih lagi banyak pelanggan yang melihat ke arah Olive dengan tatapan tajam.
"Eh, Olive kenapa sih?" bisik beberapa teman Olive yang juga merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.
__ADS_1
"Live, kamu kenapa? Sudah jangan marah seperti ini, tidak enak dilihat oleh pelanggan yang lain, lho!" kata salah seorang teman wanita Olive, yang segera menepuk pundak Olive. Tatapan matanya pun terlihat sangat malu dan gugup. Timbul perasaan sungkan dalam diri mereka semua mengenai sikap Olive.
Olive yang mendengar hal tersebut, dia semakin tidak senang malah, karena teman-temannya seperti tidak mendukung dirinya. "Eh, kalian kok malah seperti sedang memihak dia dibandingkan Aku? Hmm," dalam benak Olive yang tidak senang. Tatapan mata dari Olive ketika dia sudah memalingkan wajahnya pun terlihat sangat tajam dan dingin.
"Siapa sih orang itu, kok terlihat angkuh sekali, aku awalnya mengagumi kecantikannya dan semua yang dia miliki, tapi sekarang Aku jadi tidak senang, lihat deh tempramennya sangat buruk, apakah semua orang kaya seperti ini kepada orang biasa seperti kita? Aku baru melihat ada ternyata orang yang aneh seperti dia ya," bisik beberapa orang dengan perasaan tidak tenang dan nyaman.
Semua pengunjung tentu saja terlihat sangat tidak senang, mereka risih kepada Olive yang seperti orang gila sendiri, dan merasa sok wah di hadapan rakyat biasa.
"Eh, tunggu dulu, kalau dilihat lagi ya, dia mobil hingga wajahnya kok sepertinya aku pernah melihat dia? Ah! Iya, dulu aku pernah bekerja di perusahaan Aditama Group, aku pernah melihat wanita itu beberapa kali di perusahaan, kalau tidak salah dia adalah istri sah dari Pak Rangga!" kata seorang pria dengan suaranya yang cukup keras. Sambil menatap lekat diri Olive, pandangan mata dari bawah ke atas. Tidak dapat dipungkiri dia sendiri sudah merasa sepat mendapati wanita itu di dalam cafe.
Beberapa orang yang mendengar hal tersebut langsung terkejut, mereka sangat tidak menyangka jika perempuan itu adalah Olive. "Hah? Dia istri sah CEO muda dan tampan itu ya? Gila, beda jauh wajah dan penampilannya, dia terlihat sangat cantik dan mewah," bisik seorang wanita dengan tatapan tidak menyangka.
Rania mendengar setiap perkataan yang keluar dari dalam mulut orang-orang yang sedang sibuk bergosip, bukan dia ingin turun pada gosip itu, tapi telinganya yang tidak sengaja untuk mendengarnya. "Apa? Jadi wanita ini adalah Istri sah dari Pak Rangga?!" dalam benak Rania yang tidak menyangka.
Rania melirik lagi diri Olive dari tempat dia tinggal. Rania hanya bisa mencuri pandang saja. Rania tidak berkata apapun kepada Olive dia hanya cukup tahu saja.
"Tapi kalian tahu tidak, perempuan itu katanya tidak bisa memberikan keturunan dari keluarga Aditama, padahal pernikahan mereka sudah 5 tahun lamanya," bisik beberapa orang lagi dengan perasaan menggebu dalam diri.
Rania juga tidak sengaja mendengar perkataan itu, dan membuat dia pun jadi mengerti mengapa Rangga menginginkan untuk melahirkan anak dari Rangga, mungkin untuk dijadikan penerus nantinya.
__ADS_1
Olive yang mendengar segala ucapan dari banyak orang yang mengatai dirinya, membuat Olive jadi sangat jengkel. "Kurang ajar! Beraninya mereka membicarakan aku padahal aku masih ada di sini, mereka sepertinya memang membutuhkan pelajaran dariku," dalam benak Olive yang sudah tidak bisa sabar lagi.
Ya, sebenarnya dia memang sudah tidak bisa sabar, karena awalnya Rania yang membuat dia jengkel, kini dia seperti dipojokkan oleh banyak orang.