Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 18


__ADS_3

Suthan bergegas mengambil obat yang di berikan apoteker kemudian membayar biaya perobatan ke kasir.


Setelah menyelesaikan administrasi Suthan kembali mendorong Jasmine menuju ke parkiran untuk pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Jasmine langsung menuju kamar dengan berjalan perlahan - lahan untuk segera beristirahat di ranjang.


Suthan memutuskan hari ini tidak berangkat ke kantor karena mau fokus merawat istri nya seharian.


Suthan sangat mengkahwatirkan istri dan calon bayi mereka, walaupun tetap pergi bekerja Suthan tidak akan bisa fokus nantinya.


Setelah mengantarkan Jasmine ke kamar, Suthan mengambil handphone untuk memesan makan melalui online, supaya jasmine segera meminum obat sehabis makan nanti.


Tidak berselang lama pesanan Suthan telah sampai dan segera menyajikan nya ke piring dan membawakan ke kamar agar Jasmine segera memakan nya.


"Makan dulu sayang, biar minum obat." Suthan menyuapi istri nya dengan perlahan.


Jasmine masih bersedih dengan kondisi nya saat ini.


"Udah mas Jasmine sudah kenyang" tolak Jasmine ketika Suthan hendak memberikan suapan lagi.


"Masih sedikit yang kamu makan, makan lah sedikit lagi ya sayang" Bujuk Suthan kepada istri nya.


"Jasmine benar - benar tidak selera lagi" Jawab Jasmine dengan memelas.


"Ya sudah sekarang langsung minum obat ya" Suthan mengalah dengan tidak mau memaksa istri nya untuk menghabiskan makanan nya. Lalu memberikan obat ke tangan Jasmine supaya segera meminum nya.


"Sekarang istrirahat lah, dengar kata - kata dokter tadi jangan turun dari ranjang kalau tidak ingin ke kamar mandi" Kembali Suthan mengingat kan perkataan dokter tadi, karena tidak menginginkan terjadi hal yang lebih buruk buat kandungan istrinya.


"Baik mas" Jasmine kembali menyandarkan kepala nya ke dinding tempat tidur nya.


Seharian Jasmine hanya berbaring diranjang, dia turun hanya untuk ke kamar mandi saja, Jasmine masih melihat bercak coklat di pakaian dalam nya.

__ADS_1


Jasmine merasa masih benar - benar cemas, perut nya juga mulai terasa keram seperti mau datang bulan.


Jasmine mengelus - elus perut nya perlahan dengan mengoleskan minyak telon. Dan meminta kepada Suthan mengambil kan air hangat dan handuk untuk mengompres nya.


Jasmine berusaha untuk meringan kan nyeri diperut nya dengan cara tersebut. Tapi keadaan nya belum juga membaik, Jasmine merasa sakit nya kenapa semakin terasa, dia seperti merasa mau buang iar besar.


Jasmine perlahan turun dari ranjang menuju kamar mandi hendak buang air besar. Jasmine berusaha tidak menekan perut nya karena takut keluar gumpalan dari perut nya kalau terlalu kuat di tekan.


Pada saat Jasmine hendak bersih - bersi dia melihat gumpalan jaringan keluar dari **** ********** nya. Jasmine gemetar merasa sangat benar - benar takut.


Jasmine segera bersihin diri dan keluar dari dalam kamar mandi. Sesampai di ranjang perut nya semakin sakit. Jasmine mengerang berteriak memanggil Suthan yang kebetulan pergi ke dapur untuk mengambilkan air putih hangat sesuai permintaan Jasmine sehabis dari kamar mandi tadi.


"Maaasss...maaasss suthan...." Teriak jasmine.


Suthan mendengar teriakan istrinya segera berlari dari dapur menuju kamar dan meninggalkan gelas yang belum sempat di isi nya.


Dengan perasaan yang sangat cemas suthan berlari secepat mungkin.


Keringat sudah membasahi wajah Jasmine dia mengerang kesakitan sambil menangis memegangi perut nya yang benar - benar sakit luar biasa. Jasmine tidak pernah merasakan sakit seperti ini dalam hidup nya. Jasmine terus berteriak kesakitan.


Suthan yang sudah sampe ke kamar segera menghampiri istrinya dan menanyakan ada apa, kenapa istrinya mengerang kesakitan begitu dengan keringan yang terus mengalir dan wajah yang sangat pucat.


"Ada apa sayang" tanya Suthan sambil memegang tangan istrinya dengan perasaan yang sangat cemas.


" Sakit mas...perut Jasmine benar - benar sakit" sahut jasmine masih mengerang kesakitan sambil memejamkan mata menahan rasa sakit yang luar biasa.


" Kita ke rumah sakit sekarang ya sayang" Ajak Suthan


"Jasmine tidak kuat mas, jasmine tidak bisa bergerak...sakit sekali.huhuhu...." Isak tangis jasmine semakin kuat.


Dia menahan sakit yang luar biasa dan menggenggam tangan Suthan dengan sangat erat.

__ADS_1


"Sakit...huhuhu...sakit...sakit sekali mas" Isak tangis jasmine yang membuat suami nya sangat panik.


Suthan berusaha hendak membopong tubuh istri nya segera membawa nya ke rumah sakit. Tapi Jasmine meolak karena tisak sanggub walau dihendak di bopong Suthan.


" Jangan sekarang mas, tunggu sebentar, Jasmine tidak bisa bergerak, pindah posisi makin terasa sakit..huhuhu...." Jasmine menolak di bopong suaminya, karena sakit nya makin menjadi - jadi.


Sanking sakit nya perasaan Jasmine hendak muntah, dia meminta suami nya mengambil wadah untuk menampung muntahan nya.


"Mas Jasmine mau muntah tolang ambil kan wadah untuk menampungnya." pinta Jasmine


Segera suthan berlari mengambil ember kecil buat istri nya. Jasmine duduk ingin memuntah kan isi perut nya. Pas hendak muntah otomatis perut Jasmine tertekan seketika keluar gumpalan sekepalan tangan dari perut Jasmine melalui **** ********** nya. Sementara muntahan nya tidak jadi keluar.


Jasmine sangat terkejut dan menyingkap daster nya, dia sangat syok melihat gumpalan itu, karena tadi habis dari kamar mandi Jasmine belum sempat memakai cela** dal** dan langsung merasa sakit yang luar biasa. Setelah gumpalan itu keluar, darah segar terus mengalir.


Jasmine berteriak histeris dan langsung pingsan. Suthan berusaha menyadar kan istri nya dengan panik, dengan memberikan minyak angin. Jasmine sadar dari pingsan nya dan kembali menangis...


Jasmine mengambil gumpalan itu dan melihat ada janin dalam kantongan seperti balon transparan, putih bersih sudah ada cabang kaki dan tangan nya walau masih sangat kecil, kepala nya lebih besar dari badan nya.


Jasmine terisak mennagis dan meminta maaf kepada anak nya.


"Maaf kan mama sayang tisak bisa menjaga fan melindungi mu..huhuhu...maaf kan mama sayang" Jasmine terus menangis mengucapkan kata maaf kepada anak nya...


"Maaf kan Jasmine mas...huhuhu..." Jasmine kembali histeris


Suthan sangat terpukul menyaksikan kejadian ini. Dia berusaha tegar dengan memeluk istrinya dan berkata.


"Sudah gak apa - apa sayang, belum rezeki kita memilikinya." Masih dalam pelukannya, dia berusaha menenangkan istrinya.


"Yang penting kita tidak mandul, seperti kata orang- orang di luar sana. Kita sudah pernah memiliki anak walau hanya sebentar. Jangan bersedih ya sayang, Allah lebih sayang sama anak kita. Mudah - mudah secepat nya kita di beri kesempatan lagi dapat anak yang lebih sehat." Suthan berusaha menenangkan istrinya yang sangat syok dan terpukul dengan kejadian barusan.


Segera Suthan menggantikan pakaian Jasmine dan memakaikan nya pembalut untuk segera dibawa kerumah sakit. Lalu suthan membungkus gumpalan calon bayi mereka di dalam kain fan juga membawa nya ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2