Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 21


__ADS_3

Di kamar Jasmine merenung kenapa ini terjadi pada diri nya. Apa yang telah dia lakukan makanya calon anak nya tidak bisa bertahan dan berakhir keguguran.


Jasmine merasa beberpa hari ini tidak melakukan aktifitas yang berlebihan, yang membuat dia kelelahan.


Hanya karena dia pergi belanja bulanan kemaren ya dia capek dan berakibat fatal buat kehamilan nya.


Jasmine merutuki diri nya sendiri menyesal kenapa dia harus pergi belanja kemaren. Seandai nya dia bisa menahan diri dan menyerahkan urusan belanja kemaren kepada suami nya, mungkin tidak seperti ini ceritanya. Pasti janin nya masih ada di dalam kandungan nya.


Hanya penyesalan yang Hasmine rasakan saat ini, penyesalan yang teramat dalam. Penyesalan yang mungkin sulit untuk di maaf kan oleh diri nya sendiri.


Menangis dan terus menangis yang bisa lakukan Jasmine saat ini. Pikiran dan hati nya sangat lelah begitu juga badan nya. Dan tanpa di sadari Jasmine tertidur dengan air mata yang masih ada di pipinya.


Suthan masuk ke kamar setelah selesai mandi. Dia hendak menyuruh istri nya makan dan supaya segera minum obat. Tetapi saat masuk kamar dia melihat Jasmine tidur. Suthan mendekati istri nya tersebut dan melihat masih ada air mata di sudut mata Jasmine, yang menandakan dia menangis sebelum tertidur tadi.


Suthan membelai lembut rambut istri nya dengan perasaan yang tidak kalah sedih. Dia tidak tega untuk membangun kan istrinya, karena dia tau pasti istrinya saat ini sangat lelah dan pikiran nya sangat kacau.


Suthan memutuskan membiarkan Jasmine tidur dulu, dan setelah bangun nanti baru makan dan minum obat.


Suthan keluar kamar karena tidak mau mengganggu tidur istrinya. Di ruang keluarga Suthan duduk dan merenungkan kejadian semalam.


Kejadian yang membuat impian nya menjadi seorang ayah jadi sirna. Anak yang sangat di dambakan nya harus pergi secepat ini.

__ADS_1


Tawa dan tangis seorang anak yang sangat di rindukan nya tidak akan ada lagi sesuai keinginan nya.


Air mata Suthan menetas tak bisa di bendung nya lagi. Air mata yang di tahan nya supaya tidak keluar karena takut membuat istri nya jadi lebih lemah dan merasa bersalah, kali ini tidak bisa di tahan nya lagi.


Air mata nya terus menetes mewakili rasa sakit di hatinya, rasa sakit kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup nya.


Suthan terus menumpah kan air mata nya untuk meringan sedikit sesak di dada nya yang dari semalam dia tahan.


"Ya Allah kenapa ini harus aku alami, anak yang begitu aku harapkan secepat ini Engkau panggil." keluh Suthan dengan suara pelan.


Setelah beberapa saat Suthan juga terlelap dalam tidur nya, karena satu malam penuh dia tidak ada tidur dan memejamkan mata. Dia begitu mengkahwatirkan keadaan istrinya sehingga dia tidak bisa tidur untuk menjaga Jasmine.


Setelah beberapa jam tertidur Suthan bangun dan melihat keadaan rumah sudah gelap. Suthan segera menyalakan lampu - lampu di dalam rumah juga di teras. Setelah nya Suthan kembali ke kamar untuk melihat istrinya sudah bangun atau belum.


"Sudah sayang jangan terus di ratapi." pinta Suthan kepada istrinya.


"Jika Allah berkehendak nanti kita akan di beri lagi kesempatan jadi orang tua. Jadi ikhlas kan lah yang telah terjadi, mas tau ini sangat sulit tapi kita belum di beri kesempatan saat ini." bujuk suthan untuk menenangkan hati istrinya.


"Maaf kan Jasmine mas karena tidak bisa jaga anak kita, jasmine sangat ceroboh, anak yang telah kita nantikan selama sepuluh tahun berakhir seperti ini. Jasmine benar - benar menyesal mas. Ini penyesalan terbesar dalam hidup Jasmine, karena tidak bisa jadi ibu dan istri yang baik, huhuhu...." kembali Jasmine menangis.


"Jasmine istri yang sangat buruk buat mas Suthan." Dengan perasaan yang sangat bersalah Jasmine mengatakan nya kepada Suthan yang masih memeluk nya.

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu sayang, kamu istri yang baik, selama sepuluh tahun pernikahan kita kamu sangat baik mengurus dan mencintai mas." jawab Suthan.


"Tapi Jasmine tidak sempurna mas, Jasmine tidak bisa memberi mas keturunan, Jasmine adalah istri yang sangat buruk. Allah telah memberi Jasmine kesempatan tapi Jasmine tidak bisa menjaga nya sehingga anak kita pergi secepat ini." kembali Jasmine menangis dan menyalahkan diri nya.


"Maaaf kan Jasmine mas, mas berhak menjadi seorang ayah, Jasmine tidak mau egois, mas berhak cari istri yang bisa beri mas keturunan, bukan seperti Jasmine wanita yang lemah dan ceroboh." tutur Jasmine kepada suami nya.


Dia merasa istri yang sangat buruk saat ini, dimana dia tidak bisa membahagiakan suami nya. Dia sudah gagal menjadi seorang ibu, jadi dia juga merasa gagal jadi seorang istri.


Perkataan Jasmine keluar begitu saja, sebenar nya dia tak akan rela untuk di madu, tetapi demi kebahagian suami nya dia akan rela untuk bercerai. Jasmine sangat mencintai suaminya, demi rasa cinta yang teramat dalam ini dia harus rela meninggal kan suami nya demi kebahagian suami nya.


Jasmine tidak mau keegoisan nya untuk tetap bertahan menjadi istri akan membuat suami nya tidak pernah merasakan jadi seorang ayah.


"Jangan berkata seperti itu sayang, siapa bilang kita gak akan pernah jadi orang tua, saat ini kita sudah jadi orang tua, kita sudah punya anak, walau memang dia tidak di dunia ini lagi, dia tetap anak kita." Suthan tetap membuat istri nya supaya tegar dengan kenyataan ini.


"Tapi mas..." Suthan menutup bibir Jasmine supaya tidak melanjut kan perkataan nya. Perkataan yang menurut Suthan tidak masuk akal, apalagi saat ini istrinya masih dalam keadaan labil. Jadi semua yang dikatakan nya masih dalam keadaan emosi, bukan dipikirkan dengan akal sehat.


"Sekarang yang dipikirkan gimana supaya lekas sembuh, biar kita proses lagi buat baby kita yang lebih sehat dan kuat. Jadi istri mas harus makan yang banyak, minum obat dan istirahat yang cukup. Mengerti sayang, jangan berpikiran yang macam - macam." Suthan berusaha mencairkan suasana yang menegang.


Jasmine tidak mau protes lebih lagi karena dia tidak cukup tenaga untuk berdebat saat ini, lalu menjawab suami nya. "Baik mas"


Suthan menyuapi Jasmine, kali ini nasi nya tidak habis juga, karena Jasmine benar- benar tidak bafsu makan. Suthan juga tidak memaksa untuk dihabiskan yang penting ada nasi yang masuk ke perut istri nya. Setelah makan Suthan memberi nya obat dan menyuruh Jasmine untuk kembali istirahat.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2