
Jesika tersenyum - senyum sendiri di dalam kamar membayangkan mereka besok akan bertemu lagi. Bertemu dengan pria yang mengusik hati, ntah perasaan apa yang dirasakan Jesika saat ini. Yang dia tahu kalau dia bahagia dekat dengan Suthan.
Tiba - tiba Jesika terkejut mendengan suara Nuri yang bersuara tepat ditelinga Jesika.
"Cie...cie yang lagi kasmaran senyum - senyum sendiri. Ha...ha...ha..." Ucap Nuri ditelinga Jesika, karena dia tau Jesika tidak menyadari bahwa dirinya sudah pulang bekerja dan tidak mendengar dia masuk kerumah. Mereka memang memiliki kunci rumah masing - masing jadi tidak merepotkan satu sama lain untuk membukakan pintu.
"Apaan sih Nuriii, kamu membuat aku terkejut, gimana kalau tadi jantungku copot dan glundung - gelundung." Teriak Jesika kepada temannya itu.
Dibalas dengan ketawa oleh Nuri. "Ha...ha..ha...makanya anak gadis jangan melamun di sore bolong, ups udah sore kan gak siang lagi." Ejek Nuri lagi kepada Jesika.
"Gak lucu ahh....ini lagi istilahnya ngawur melamun di sore bolong.Hi...hi...hi...ada aja kamu." Sambut Jesika membalas perkataan Nuri.
"Apakah hari ini pria dingin itu menjenguk kamu?" Tanya Nuri kepada temannya Jesika, dia melihat bingkisan parcel buah ketika masuk rumah dan melewati ruang tamu tadi. Kemarin Jesika sudah menceritakan semua kejadian kecelakaan itu dan mengatakan siapa yang telah menabraknya. Tidak lain dan tidak bukan adalah pelanggan setia mereka yang datang hampir setiap sore mampir ke cafe tempat mereka bekerja. Dan Nuri tahu kalau temannya suka curi - curi pandang kepada pria dingin itu.
__ADS_1
"Ia tadi dia datang, dan besok sore saya memintanya mengantarkan saya cekup ke rumah sakit. Maaf ya Nuri saya tadi bilang kamu besok bekerja dan tidak ada yang temani saya, makanya saya meminta bantuan sama Pak Suthan." Sambil menyatukan kedua telapak tangan dan mengedipkan sebelah mata Jesika meminta maaf kepada Nuri. Satu lagi Jesika tidak mengatakan bahwa tadi Suthan datang bersama istrinya. Jesika takut nanti pasti Nuri mencegahnya untuk mendekati Suthan yang berstatus suami orang. Karena bagi Jesika tidak peduli dengan status Suthan saat ini, karena menerut pikirannya pernikahan Suthan tidak bahagia, apa salahnya dia masuk dan merebut Suthan dari istrinya.
"Hhmmm....aku mengerti ada yang lagi kasmaran, okelah besok kalau pria itu datang aq ngumpat aja di dalam kamar. Sekarang sudah senang?" Jawab Nuri tersenyum kepada sahabatnya Jesika. Mereka sudah berteman selama tiga tahun.
Awalnya dulu mereka ngekost, dan kamar kost mereka berdekatan disitulah mereka saling kenal. Setelah mereka berdua dapat pekerjaan yang sama disatu tempat mereka memutuskan buat mengontrak rumah berdua biar sedikit hemat. Mereka selalu saling terbuka buat semua masalah - masalah yang mereka hadapi. Mereka sama - sama dari keluarga yang sederhana, dan harus berjuang hidup di kota ini.
"Aku mau mengatakan satu hal Jesi, gak sebaiknya kamu selidiki dulu latar belakang pria itu, gimana kalau dia sudah punya istri, aku takut kamu nanti kecewa. Dan aku tidak mau punya sahabat pelakor, kamu masih muda dan cantik, kamu bisa mencari pemuda - pemuda single diluar sana. Aku melihat pria itu sudah tidak muda, aku curiga dia sudah memiliki istri. Kita sebagai wanita jangan sampai menyakiti hati wanita lain. Kita harus berpikir bagaiman kalau itu terjadi pada diri kita sendiri. Suami kita direbut oleh pelakor. Aku sebagai sahabat berkewajiban mengingatkan kamu." Jelas Nuri kepada Jesika karena dia tidak mau kalau sahabatnya jatuh cinta kepada suami orang.
Jesika terdiam mendengar nasehat sahabatnya Nuri. Dia sudah tahu kalau Suthan telah memiki istri. Tetapi dia tidak mengatakannya kepada Nuri karena dia sudah jatuh cinta kepada Suthan. Hatinya telah tertutup saat ini, yang dia tahu dia berhak membuat Suthan tersenyum bahagia. Karena Jesika berpikir kalau istrinya tidak bisa membahagiakan suaminya.
Akal sehatnya kalah dengan ego saat ini. Yang Jesika pikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan perhatian Suthan kepadanya. Dia ingin memiliki pria itu meskipun dia telah memiliki istri. Toh gak ada salahnya jadi istri kedua dan itu tidak dilarang agama. Untuk saat ini pikiran ego Jesika yang bekerja.
Dia tidak mudah jatuh cinta, tetapi setelah menemukan cintanya Jesika bertekat untuk meraihnya. Dia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan pria yang di cintainya. Walau nanti dia akan disebut sebagai pelakor. Itu tidak masalah buat Jesika asal dapat bersama orang yang dicintainya.
__ADS_1
Jesika mengalihkan pembicaraan Nuri tentang status Suthan. Dia lalu berkata "Tolang bingkisannya disusun dalam kulkas ya Nuri, aku tadi susah mau membawanya ke dapur. Sekalian potong beberepa biji untuk aku ya." Dengan tersenyum Jesika merayu temannya.
"Baiklah tuan putri, perintah segera dilaksanakan" Jawab Nuri dengan tersenyum juga. Dia tahu temannya sudah tidak sabar mencicipi buah yang dibawakan pria dingin itu.
"Ohhh iya tadi aku juga membawakan makan malam kita dari cafe, Bang Fahri memasakkan tadi buat kita, dia tahu kamu kecelakaan jadi dia menitip makanan buat kamu." Nuri melanjutkan perkataannya sebelum keluar dari kamar Jasmine. Mereka memang mengontrak rumah dengan dua kamar tidur supaya mereka memilki ruang privasi masing - masing.
"Sampekan terimakasihku buat Bang Fahri ya Nuri." Jawab Jesika. Dia tahu kalau Nuri sangat mengagumi Fahri kepala koki di cafe mereka bekerja, tetapi Nuri tidak berani menyatakan rasa cintanya. Sementara Fahri belum menyadari kalau Nuri menyukainya. Dia mengganggab Nuri hanya sebagai asisten koki yang membantu dirinya mamasak. Jadi perhatian Nuri kepada Fahri hanya sebatas team kerja yang mendampingi dirinya.
Setelah Nuri selesai mandi dan selesai menata makan malam mereka berdua dengan Jesika, lalu dia memanggil Jesika untuk makan malam bersama.
"Jesi makan malam yuk, aku sudah lapar dan juga sudah selesai memotong buah pesananmu juga." Teriak Nuri memanggil Jesika.
Mendengar teriakan Nuri, Jesika langsung menjawab. "Baiklah Nuri bentar aku kesana." Jawab Jesika menyahut panggilan Nuri. Tidak lama kemudian Jesika beranjak dari kamarnya menuju meja makan. Mereka mulai menyantap makan malam mereka dengan lahap karena memang masakan sikoki Fahri memang sangat lezat. Seperti biasa mereka berbincang - bincang ringan dimeja makan membahas banyak hal apa yang terjadi hari ini dicafe, apakah hari ini cafe mereka bekerja ramai atau sepi.
__ADS_1