Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 43


__ADS_3

"Ehh...coba tebak sapa tadi yang datang kemari??" Tanya Jesika kepada Nuri sambil tersenyum.


"Sapa? Jangan buat aku penasaran dong Jesi" Ucap Nuri.


"Pak Suthan." Jawab Jesika tersenyum bahagia.


"Lah kok bisa?" Tanya Nuri penasaran.


"Ya bisalah buktinya beliau tadi datang, tu lihat aja di dapur dia bawakan tadi oleh-oleh, buah-buahan sama kue bolu gulung, kan lumayan buat sarapan pagi kita." Jesika berkata dengan bahagia.


"Dia juga kangen ya sama kamu? Jangan-jangan dia juga naksir ke kamu." Ucap Nuri.


"Mudah-mudahan cinta ku berbalas ya Nuri." Harap Jesika.


"Terus tadi kalian berbicara apa saja?" Tanya Nuri kepo.


"Yah banyak lah, nanti hari minggu kami janjian ketemu pagi sebelum aku pergi kerja." Jesika berbohong kepada Nuri, padahal Jesika sendiri yang mau datang ke rumah Suthan.


"Yang benar? Wah hebat dong ada kemajuan dengan hubungan kalian. Aku senang dengarnya, akhirnya cinta sahabat aku tidak bertepuk sebelah tangan." Nuri sangat bahagia untuk sahabatnya itu.


"Mudah-mudahan semua berjalan lancar ya, jangan lupa do'a nya." Ucap Jesika.


"Ia aku akan selalu mendo'a kan yang terbaik buat sahabatku. Pantasan dari kemaren aku melihat kamu bahagia. Rupanya ini jawabannya." ucap Nuri.


"Ehh kamu gak nanyak kenapa Pak Suthan tidak mampir lagi ke cafe kita?" Tanya Nuri


"Katanya beliau sibuk, banyak pekerjaan akhir-akhir ini makanya beliau tidak punya waktu mampir ke cafe." Lagi-lagi Jesika halu.


"Oohhh...pantasan." Ucap Nuri percaya akan perkataan sahabatnya itu.


"Sapa duluan yang menghubungi kamu? Apakah Pak Suthan?" Tanya Nuri karena belum hilang keponya.


"Iya dia memanyakan kabar saya, apakah saya sudah benar-benar sehat, trus saya bilang sudah sehat, dan dia bertanya bolehkah mampir ke rumah? Yah aku jawab silahkan datang. Makanya tadi dia datang." Jelas Jesika lagi-lagi berbohong padahal yang menanyakan adalah jasmine istrinya Suthan.


"Wah....berarti dia juga mulai kangen sama kamu, sudah lampu hijau kayaknya ini." Nuri bahagia sekali atas kebahagiaan sahabatnya.

__ADS_1


"Aamiin...." Jawab Jesika dengan tersenyum bahagia.


"Kita tidur yuk, aku sudah capek." Ajak Nuri


"Oke...selamat istrahat semoga mimpi indah." Jawab Jesika. Lalu mereka masuk ke kamar masing-masing.


*


*


*


"Mas sepertinya Jesika itu anaknya asik ya, dia periang dan nampak baik." Ucap Jasmine kepada Suthan sesaat mereka meninggalkan rumah Jesika.


"Mas gak tahu, kan baru kenal, belum tentu juga." Ucap Suthan.


"Ya Mas ini, buktinya tadi dia menolak uang pemberian kita, malah dia meminta jadi saudara." Ucap Jasmine.


"Kamu ini memang polos sekali, ini kota baru buat kita, jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Terkadang beda luar dan dalam seseorang, kelihatan baik belum tentu baik dan sebaliknya." Ucap Suthan menasehati istrinya.


"Ntahlah Mas, aku tidak bisa berpikiran negatif kepada orang lain." Ucap Jasmie.


"Benar Mas kalau Jasmine ini baik?" Tanya Jasmine sambil tersenyum manis kepada suaminya.


"Kamu adalah wanita yang paling baik di dunia ini setelah ibuku, kalian berdua adalah wanita yang paling sempurna dimataku." Jawab Suthan yang membuat Jasmine semakin bahagia.


"Yah buat Mas Jasmine baik tapi belum tentu sama buat orang lain." Jawab Jasmine.


"Mas yakin setiap orang yang mengenal kamu pasti mengatakan hal yang sama seperti yang Mas katakan ini." Jawab Suthan meyakinkan istrinya. Jasmine tersenyum bahagia mendengarnya.


"Kita belum makan malam tadi, Mas pasti sudah lapar kan?" Ucap Jasmine.


"Lapar lah sayang, kita mau makan apa? Tanya Suthan.


"Makan nasi goreng aja ya Mas." Ucap Jasmine.

__ADS_1


"Baik buk boss..." Jawab Suthan tersenyum dan mengarahkan mobilnya ke arah penjual Nasi goreng yang ada di pinggir jalan emperen ruko.


"Kita makan disini ya sayang, kata teman kantor Mas katanya nasi goreng disini enak walau berjualan di kaki lima." Ucap Suthan.


"Oke gak masalah dimanapun kita makan asal enak dan bareng suami tercinta." Ucap Jasmine.


Mereka memesan dua porsi nasi goreng dengan minuman dingin. Mereka memakan nasi goreng dengan lahap karena memang enak nasinya. pantasan orang rela antri belinya. Banyak juga yang bawa pulang karena tidak kebagian tempat duduk dan sebagian memang mau bawa pulang. Tapi Jasmine dan Suthan memutuskan makan di tempat saja biar lebih enak makannya dalam kondisi nasi masih hangat. Karena kan nasi goreng memang lebih enak dimakan dalam kondisi hangat.


Setelah selesai makan, mereka segera pulang kerumah, sampai di rumah sudah hampir jam dua belas malam. Jasmine bersih-bersih badan sebelum tidur dan tidak lupa melaksanakan sholat Isya, begitu juga dengan Suthan.


"Sayang apakah kamu lelah?" Tanya Suthan sesaat mereka berbaring di ranjang.


"Tidak begitu lelah, emangnya kenapa sayang?" Tanya Jasmine penasaran, dia mengira Suthan menginginkan makanan atau minuman untuk dibuatkan olehnya.


"Apa Mas belum kenyang, mau makan sesuatu, atau mau minum kopi?" Tanya Jasmine lagi membalikkan badannya kearah suaminya.


"Ia Mas masih lapar." Jawab Suthan tersenyum misterius.


"Bentar biar Jasmine buatkan ya sayang, mau makan mie goreng biar cepat?" Tanya Jasmine dengan polosnya.


"Mas gak mau mie goreng." Jawab Suthan.


"Jadi mau apa Mas, mau makan nasi putih? Nasi masih ada sih tapi lauknya da gak enaklah Mas karena Jasmine masaknya tadi siang, gimana kalau pake telur ceplok aja." Ucap Jasmine panjang lebar.


"Ini malam apa?" Tanya Suthan.


"Malam jum'at" Jawab jamine.


"Terus kalau malam jum'at biasa pasangan suami istri ngapain?" Tanya Suthan, dan langsung Jasmine mengerti maksud suaminya.


"Mas lapar ingin makan kamu." Ucap Suthan tersenyum dan Jasmine juga tersenyum karena sempat terkecoh tadi. Dia berpikir suaminya memang benar-benar lapar dan belum kenyang makan nasi goreng tadi.


"Mas ini memang nakal ya, Jasmine berpikir kalau tadi Mas belum kenyang makan nasi gorengnya." Ucap Jasmine dan mencubit lengan suaminya.


Tanpa menunggu lama Suthan menjalankan aksinya dengan penuh semangat. Jasmine juga melayani suaminya dengan penuh kasih sayang. Mereka memadu kasih dengan penuh gairah, durasi mereka sangat lama malam ini, ntah kenapa akhir-akhir ini Suthan seperti pengantin baru begitu juga dengan Jasmine. Mereka tidak bosan-bosan melakukan aktifitas penuh gairah mereka.

__ADS_1


Tidak cukup hanya sekali pelepasan, setelah jedah lima belas menit, Suthan pasti melanjutkannya lagi untuk babak kedua. Walau waktu sudah larut malam akan tetapi rasa kantuk belum terasa sebelum mereka melakukan dua durasi. Dan setelahnya mereka baru tidur dengan lelap sambil berpelukan mesra.


Bersambung


__ADS_2