Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 49


__ADS_3

Setelah diam sejenak, Nuri melanjutkan perkataannya. "Aku harap kamu bisa menerima kenyataan ini Jesi, kalau Pak Suthan bukanlah pria yang tepat untuk dirimu, aku tahu ini sangat menyakitkan bagimu, akan tetapi kamu harus kuat menerima kenyataan ini. Aku kan sudah mengingatkan kamu dari awal, sebelum terlalu dalam mencintai Pak Suthan kamu harus terlebih dahulu menyelidiki latar belakang beliau. Karena dia bukan pria yang masih muda, dia kelihatan sudah cukup matang dan dewasa. Jadi kemungkinan besar dia sudah menikah. Akan tetapi kamu seakan tidak menghiraukan ucapan aku kemaren, kamu keburu mencintainya dan berharap lebih dari diri beliau." Ucap Nuri panjang lebar menasehati sahabatnya itu.


"Maaf Jesi aku bukan mau menggurui kamu, akan tetapi aku sebagai sahabat wajib mengingatkan dan memberitahukan ini semua. Aku gak mau kalau lebih lama lagi kamu mengetahui hal ini kamu akan lebih terluka karena berharap lebih kepada pria yang sudah beristri. Aku mohon tolong lupakan lah dirinya, aku tau ini tidak mudah bagimu tetapi setidaknya berhentilah berharap dan hindarilah bertemu lagi dengan dirinya." Nuri terus melanjutkan menasehati sahabatnya itu.


Sementara Jesi meneteskan air mata mendengar kata-kata dari sahabatnya itu. Dia tidak tahu harus berkata apa saat ini. Karena semua yang dikatakan Nuri barusan ada benarnya. Dan Jesika juga sudah mengetahui kalau Suthan sudah memiliki istri, akan tetapi mata hatinya tertutup dibutakan oleh cintanya yang terlalu besar kepada Suthan.


Melihat Jesika menangis, maka Nuri segera memeluk sahabatnya itu untuk memberi kekuatan, dan sebagai tanda masih ada dia disisi sahabatnya itu sebagai penguat dan Jesi tidak sendiri.


"Menangislah, luapkan semua kesedihan dan kekecewaan hatimu, tapi setelah ini berusahalah untuk melupakan Pak Suthan. Kamu masih muda dan cantik, masa depanmu masih panjang. Jangan kahwatir Jesi, masih banyak pria lajang di luar sana yang menantikan cintamu." Ucap Nuri untuk menguatkan sahabatnya itu sambil memeluknya.


Dalam tangisnya Jesika bertekat akan segera merebut Suthan dari tangan jasmine istrinya. Bagaimanpun caranya ia harus berhasil. Dia tidak mau menyerah sebelum mencobanya. Dan dia bertekat secepatnya akan bertemu dengan Jasmine dan akan berbicara serius kepada Jasmine. Jesika bertekat akan memilik Suthan, dia tidak akan berpura-pura baik lagi kepada Jasmine. Dia mau meminta Suthan untuk jadi pasangan hidupnya. Dan dia rela jadi istri kedua kalau Jasmine tidak mau melepaskan Suthan.


Kepada Nuri sahabatnya itu Jesika tidak mengatakan apa pun tentang niatnya itu. Jesika yakin kalau Nuri tidak akan mendukungnya, malahan Nuri akan menghalangi rencana Jesika tersebut, yang berkeinginan memiliki suami orang lain.


Setelah melihat Jesika mulai tenang, Nuri melepaskan pelukannya, dia tidak berkata banyak lagi. Dia mau memberi waktu untuk Jesika menenangkan diri. Nuri tahu ini tidak akan mudah buat Jesika. Dia tahu hati Jesika sangat terluka saat ini. Tapi menurutnya biarlah Jesika mengetahuinya lebih cepat dan hatinya terluka saat ini, dan biarlah waktu yang akan mengobati luka di hati sahabatnya itu.

__ADS_1


"Baiklah Jesi, pikirkan baik-baik perkataanku tadi ya, aku keluar dulu mau bersihkan rumah kita." Ucap Nuri meninggalkan Jesika di kamar dalam keadaan bersedih.


Setelah Nuri keluar dari kamarnya, Jesika masih menangis. Dia bersedih dengan kenyataan Suthan sudah menikah dan kelihatannya kalau Suthan juga sangat mencintai istrinya. Tetapi dia tidak bisa menahan rasa cinta dihatinya terhadap Suthan. Ntah kenapa dia begitu mencintai Suthan sedalam ini, cinta seperti ini belum pernah dirasakannya walau kepada pacar pertamanya dulu waktu SMU.


Aku harus bagaimana sekarang? Tanya Jesika pada dirinya sendiri. Apa aku harus mendengarkan perkataan Nuri untuk melupakannya. Atau aku harus berusaha mendapatkannya. Kalau belum aku coba bagaimana aku tahu hasilnya. Aku harus tetap mencobanya. Aku gak mau menyerah sebelum berusaha. Ucap Jesika dalam hatinya dan bertekat untuk mendapatkan Suthan juga.


Jesika berusaha menguasai emosinya. Setelah dia sudah merasa tenang, Jesika segera mandi untuk menyegarkan diri dan pikirannya. Setelahnya dia akan berangkat bekerja karena jam juga sudah menunjukkan pukul sebelah lewat dua puluh menit.


Nuri sedari tadi sudah siap, dia berencana memanggil Jesika lima menit lagi, dia tahu kondisi hati Jesika saat ini lagi bersedih. Sebelum dia memanggil, Jesika sudah keluar dari kamarnya. Dia melihat temannya itu masih dalam keadaan murung. Nuri tidak mau berkata apa-apa saat ini. Dia memberikan waktu untuk Jesika menerima kenyataan ini.


"Aku gak lapar Nuri." Ucap Jesika singkat.


"Setidaknya makan buah ya biar aku ambilkan, jangan biarkan lambung kamu kosong, nanti kamu sakit." Nuri mengkahwatirkan sahabatnya itu. Tanpa menunggu jawaban dari Jesika, Nuri berjalan ke dapur dan mengambilkan buah apel juga sepotong roti buat Jesika.


"Makanlah, biar kita segera berangkat kerja." Nuri menyerahlan buah dan roti ketangan Jesika.

__ADS_1


"terimakasih." Ucap Jesika menerima pemberian Nuri itu.


"Sebaiknya kita gerak sekarang, nanti kita telat, aku memakannya di jalan aja." Ucap jesika kepada Nuri.


Mereka segera berangkat ke kerjaan mereka. Hari ini adalah hari yang sangat berat buat Jesika. Dia seharian bekerja sambil memikirkan cara untuk mendapatkan Suthan supaya jadi miliknya. Dan dia bertekat secepatnya menemui Jasmine untuk berbicara empat mata.


Nuri seharian ini sangat sibuk di dapur membantu chef Fahri menyiapkan masakan pesanan konsumen, walaupun dia sangat sibuk tetapi dia tetap memperhatikan keadaan sahabatnya itu.


Pas waktu makan siang dan makan malam tadi Nuri melihat Jesika tidak berselera makan. Dia melihat kalau temannya itu cuma mengaduk-aduk makanannya. Palingan dia makan satu dua suap saja. Setelahnya dia bawa ke dapur sisa makanannya.


Nuri sangat kasihan melihat sahabatnya itu. Kenapa dia harus mencintai suami orang. Dia tahu kalau Jesika bukan wanita yang genit. Dia tahu kalau cinta Jesika itu sangat tulus kepada Suthan. Tapi apa pun itu masyrakat tidak akan membenarkan dan mendukung seorang pelakor. Tetap citranya akan buruk di mata semua orang.


Nuri tidak ingin itu terjadi kepada sahabatnya. Makanya Nuri akan terus mengingatkan Jesika untuk melupakan Suthan. Nuri terus akan memantau sahabatnya ini, dia tidak mau kalau Jesika terpuruk dengan keadaanya saat ini. Makanya dari tadi siang Nuri yang terus mengingatkan Jesika untuk makan, Jesika terus menolak dengan bilang kalau dia belum lapar dan tidak ada selera makan, tetapi Nuri tetap ngotot dan mengambilkan makanan buat sahabatnya itu. Dia tidak mau kalau Jesika sakit karena stres memikirkan semua masalahnya. Dia berjanji akan selalu ada buat sahabatnya itu, apalagi dalam keadaan bersedih seperti saat ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2