
Jesika tiba dikerjaannya tepat waktu, sepuluh menit sebelum mereka buka cafe. Nuri sempat kahwatir kalau Jesika akan terlambat masuk kerja. Dia takut nantinya Jesika akan kena SP kalau telat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, karena Jesika juga tidak ada mengabari Nuri kalau dia akan telat.
"Jesi aku sempat takut kalau kamu tadi telat masuk kerja loh, aku bolak-balik lihat ke pintu masuk dan jam, kamu seh gak ada ngabari juga, senang kali buat temanmu ini kahwatir ya." Ucap Nuri kepada Jesika sesaat sampai ke cafe.
"Aku telepon kamu gak diangkat juga, pesanku gak dibaca, gimana aku gak kahwatir." Tambahi Nuri lagi.
"Maaf bestiku, tadi aku buru-buru pesan ojek online, setelahnya hp aku simpan dalam tas, aku dengar tadi hp nya bunyi dan bergetar tapi aku susah mengangkatnya karena masih di jalan. Aku takut hp nya jatuh karena tadi aku juga menyuruh Bapak ojek nya mengebut biar aku gak telat." Jelas Jesika.
"Gimana kencannya?" Tanya Nuri penasaran.
"Nanti aja aku cerita, kita ikut kumpul dulu sama teman-teman untuk briefing. Mereka sudah pada ngumpul tuh, nanti kita kena marah." Ucap Jesika.
Mereka berjalan menuju teman-temannya dan kemudian bos memberikan briefing sebelum memulai pekerjaan. Seperti biasa Bos nya memberi arahan kepada anggotanya, dan memberi motivasi agar tetap menjaga kekompakan dan keramahan kepada konsumen dalam melayaninya. Setelah selesai memberi arahan dan mengucapkan yel-yel mereka bubar dan melakukan pekerjaan masing-masing.
"Nuri nanti siang kamu tolong ke swalayan untuk belanja beberapa keperluan masak kita ya, ada yang sudah habis, tadi aku beritahukan kepada bos. Hari ini bos lagi banyak kerjaan dan nanti malam akan ada yang booking tempat kita buat acara. Jadi beliau tidak sempat untuk membelinya." Ucap Fahri kepala chef cafe dan atasan langsung Nuri karena Nuri adalah asistennya.
"Oke bang chef, apa aja yang mau dibeli?" Tanya Nuri.
"Udah aku buat list belanjaannya nanti aku berikan ya. Jam dua siang aja nanti pergi karena ne pas waktu makan siang pasti banyak pelanggan yang datang." Ucap Fahri.
__ADS_1
"Oke bos, siap perintah akan dilaksanakan." Ucap Nuri memberi hormat, dia suka sekali bercanda dengan chef nya karena di dalam hati kecilnya menyukai chef Fahri tapi dia menutupi perasaannya itu. Dia merasa gengsi dan pamali sebagai wanita mendekati pria terlebih dahulu. Nuri tidak seagresib sahabatnya Jesika.
Sementara Fahri tersenyum melihat tingkah asistennya itu. Yang kadang menurutnya konyol. Tetapi dia sangat menyukai cara kerja Nuri yang rapi dan juga cepat tanggab.
Siangnya tepatnya jam dua sesuai perintah kepala chef Nuri bergegas keswalayan untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Nuri sengaja naek ojek online perginya dan pulang belanja nanti naek taxi karena pasti nanti banyak bawaannya. Dan kalau membawa sepeda motor bakalan susah dan berbahaya.
Sebelum pergi Fahri memberikan kartu kredit untuk membayar belanjaan nanti dan memberikan uang untuk ongkos Nuri.
"Hati-hati ya Nuri dan ingat jangan terlalu lama belanjanya, karena kita akan memasak banyak hari ini untuk acara nanti malam." Ucap Fahri.
"Baik bos..." Sahut Nuri dan bergegas keluar karena dia juga sudah memesan ojek nya terlebih dahulu sebelum keluar dari dapur, supaya dia tidak terlalu lama menunggu diparkiran cafe.
"Atas nama Ibu Nuri?" Tanya Pak ojeknya karena melihat Nuri berdiri tepat di pintu masuk parkir.
"Ia Pak, ayuk kita berangkat sekarang sesuai aplikas ya, saya juga buru-buru." Ucap Nuri.
Nuri menaiki ojeknya dan selang sepuluh menit mereka sampe ketempat tujuan karena Nuri sengaja tidak memilih swalayan yang terlalu jaih dari cafe mereka.
Nuri membayar ongkosnya dan segera berjalan menuju swalayan tersebut dan mengambil trolli buat menaruh bahan-bahan yang akan dibelinya.
__ADS_1
Nuri tidak melihat harga-harga bahan yang dibelinya. Yang penting dia mengambil sesuai yang ditulis chef Fahri di list belanjaan. Dia kan gak pusing dengan pembayaran toh yang bayar bukan dia juga. Kartu kredit sudah ada dan nanti yang penting dia menyerahkan struk belanjaan kepada bos nya sebagai tanda bukti.
Nuri membeli beberapa keju dan butter, beberapa jenis jamur, dia juga membeli ikan salmon juga ikan tuna karena sudah ada pesanan dan stok di cafe tidak cukup makanya Nuri membeli beberapa lagi. Membeli pabrika dan lada hitam juga saos worcestershire atau lebih dikenal dengan kecap inggris.
Sedang asik-asik belanja Nuri melihat Pak Suthan bersama seorang wanita cantik mengenakan hijab bergandengan tangan menuju kedalam swalayan dan Pak Suthan mendorong trolly. Mereka kelihatan mesra dan berbincang-bincang sesekali mereka tersenyum bersamaan.
"Itukan Pak Suthan..." Ucap Nuri dengan suara pelan" Dan siapa wanita itu? Apakah wanita cantik itu istrinya?" Tanya Nuri lagi dengan suara pelan dan seakan tidak percaya atas apa yang dilihatnya.
"Kalau wanita cantik itu adalah istrinya, sungguh kasihan nasib cinta sahabatku. Bakalan hancurlah hatinya kalau mengetahui Pak Suthan pria yang sangat dikagumi dan dicintainya sudah memiliki pasangan." Ucap Nuri pelan pada dirinya sendiri.
"Aku yakin kalau itu adalah istrinya, karena gak mungkin mereka semesra itu di depan umum, dan lagi wanita cantik itu nampak wanita baik-baik. Jadi mustahil dia bisa bermesraan di depan umum kalau bukan dengan pasangan resminya." Lagi-lagi Nuri berkomentar sendiri kepada dirinya.
"Mereka kelihatan pasangan yang sangat serasi, Pak Suthan pria tampan dan berwibawa sementara istrinya wanita cantik dan anggun." Puji Nuri kepada mereka berdua.
"Aku harus segera memberitahukan ini kepada Jesika, supaya dia menjauhi Pak Suthan, jangan sampai dia jadi pelakor dalam rumah tangga orang lain. Jesika gadis cantik dan masih muda pasti masih banyak lelaki diluar sana yang antri untuk memdapatkan cintanya. Aku tidak akan membiarkan sahabatku menghancurkan rumah tangga wanita lain. Aku harus segera memberitahunya biar jangan sampe cintanya jadi lebih dalam lagi." Ucap Nuri pelan pada dirinya sendiri.
Nuri segera menyelesaikan belanjaannya. Dia melihat lagi list belanjaan, apa masih ada yang belum dibelinya. Tetapi semua sudah lengkap, Nuri berjalan menuju meja kasir untuk melakulan pembayaran. Setelah semua selesai dan Nuri telah membayarnya menggunakan kartu kredit, dia segera memesan taxi untuk secepatnya kembali ke cafe.
Dia takut akan kelamaan belanjanya karena mereka punya banyak tugas memasak menu makanan hari ini karena ada yang booking untuk acara ualng tahun konsumen. Nuri juga akan segera menyampaikan berita yang dilihatnya tadi, bahwa Pak Suthan pria yang dicintai Jesika sahabatnya itu ternyata sudah punya pasangan.
__ADS_1
Bersambung