Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 57


__ADS_3

Nuri menggeleng dan berkata " Kamu sangat cantik Jesi, kamu juga pantas untuk di cintai, kamu berhak mendapat cinta dari lelaki, tapi mungkin bukan dengan Pak Suthan, dia sudah beristri, masih banyak lelaki lajang di luar sana yang menanti cinta darimu." Ucap Nuri menasehati sahabatnya itu.


"Tapi aku tidak mau yang lain, aku hanya ingin menikah dengan Pak Suthan, aku sangat mencintainya Nuri huhuhu......" Jesika tidak terima dengan perkataan sahabatnya itu.


"Dengarkan aku baik-baik Jesi, sudah dari awal aku katakan kalau Pak Suthan itu bukan lelaki yang tepat buat kamu, dia juga tidak bersalah, dia tidak pernahkan berusaha mendekati kamu dan mengatakakan kalau dia mencintai kamukan? Kamu aja yang terlalu mencintai Beliau, sehingga kamu jadi lupa batasan kepada Beliau. Jelas-jelas kamu sudah tahu bahwa Beliau sudah punya istri kenapa juga kamu nekat untuk menikah dengan Beliau. Jadi inilah akibat kalau keinginan yang terlalu dipaksakan." Ucap Nuri menasehati Jesika supaya pikirannya terbuka.


Akan tetapi Jesika tidak bisa menerima perkataan Nuri. Dia tetap merasa dirinya benar dan tidak ada yang salah dalam cinta.


Nuri merasa saat ini Jesika belum bisa menerima perkataannya. Dia memakluminya, dan dia pergi meninggal Jesika sendiri dikamarnya untuk merenungi nasibnya. Dan dia berharap Jesika bisa segera berpikiran jernih dan logis.


Sebagai sahabat Jesika langsung menelpon Fahri untuk membatalkan pesanan makanan buat malam ini sebelum di masak.


"Hallo Bos" Sapa Nuri dari telepon kepada Fahri.


"Ada apa Nuri, apa masih ada yang mau ditambahi pada menu nanti malam?" Tanya Fahri.


"Bos belum berangakat ke cafe kan?" Tanya Nuri


"Yaahh belumlah ini kan masih jam sepuluh pagi, emang ada yang ingin dibantu untuk persiapan ntar malam?" Tanya Fahri..

__ADS_1


"Saya cuma mau mengatakan kalau semua pesanan untuk ntar malam dibatalkan ya." Ucap Nuri


"Loh kenapa?" Tanya Fahri kaget.


Dengan berat hati Nuri mencerikan semuanya kepada Fahri dan dia meminta Fahri berjanji menjaga rahasianya. Fahri juga kaget dan merasa kasihan dengan nasib Jesika teman mereka itu.


"Ya sudahlah aku mengerti sekarang, tolong kamu hibur Jesika ya, bantu dia karena aku tahu saat ini dia pasti dalam keadaan sangat bersedih dan terpukul." Ucap Fahri.


"Tolong sampekan juga sama Pak Bos besar kalau nanti malam gak usah jadi datang ke kontrakan kami ya Fahri, masih banyak yang mau aku urus, mau jumpai ibu yang punya kontrakan lagi untuk menyampaikan kalau akad nikah nanti malam batal, supaya ibu menyampaikan kepada Pak Ustad juga. Bantu aku ya Bos" Pinta Nuri.


"Sudah jangan kahwatir, biar aku yang telepon Bos sekarang juga. Ya udah sana pergi sekarang ke rumah Ibu kontrakan kalian sebelum kesiangan." Ucap Fahri.


"Baik teriamkasih ya Bos" Sahut Nuri dan menutup teleponnya.


Tok...tok...tok....Nuri mengetuk rumah Ibu kontrakan mereka.


"Ehhh..Nuri ayok masuk" Ajak Ibu kepada Nuri.


"Terimakasih buk" Ucap Nuri dan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Maaf buk, saya akan merepotkan Ibuk saat ini." Ucap Nuri dengan mimik muka yang sedih.


"Loh...ada apa Nak? Apa ada yang perlu Ibuk bantu untuk persiapan nanti malam?" Tanya Ibu kontrakan.


"Gini Buk, calon pengantin Pria mengundurkan akad nikah nya, maksudnya calon pengantin prianya tidak mau nikah siri, dia ingin mengurus berkas-berkas ke KUA. Setelah semua berkas selesai barulah mereka akad nikah dengan penghulu langsung dari KUA. Beliau ingin menikah secara sah menurut agama dan resmi secara negara. Beliau mengatakan menikah adalah hal yang sakral bukan main-main jadi Beliau ingin semuanya sempurna." Ucap Nuri berbohong kepada Ibu kontrakan untuk menutupi masalah Jesika, dia tidak mau sahabatnya itu malu.


"Ohhh...bagus dong begitu, kemaren Ibu juga kaget pas Nak jesika menyampaikan akan menikah malam ini, dan meminta Ibuk mengundang Ustad untuk menjadi penghulu mereka. Ibu kaget kenapa Nak Jesika mau nikah siri, tapi Nak Jesika menejelaskan kalau dia tidak ingin pacaran karena takut dosa. Dan Ibu merasa kalau itu sudah keputusannya, yahh Ibu sebagai orang tua pengganti kalian disini tidak bisa melarang, karena yang dikatakan Nak Jesika ada juga benarnya. Zaman sekarang pergaulan sudah terlalu bebas, mungkin dia tidak mau jatuh pada perbuatan dosa." Ucap Ibu kontrakan.


"Ia terimakaaih ya Buk sudah mau jadi orang tua kami disini, kami sangat senang dengan perhatian dan kebaikan Ibuk kepada kami, apalagi kami yang jauh dari keluarga dan orang tua kami." Ucap Nuri.


"Maaf ya buk sekali lagi merepotkan Ibuk, tolong jangan lupa menyampaikan prihal ini kepada Pak Ustad ya Buk?" Pinta Nuri.


"Ia jangan kahwatir, Ibu akan segera menghubungi Pak Ustad, dan Ibu lebih lega kalau Nak Jesika menikah secara resmi dari pada nikah siri. Kita sebagai perempuan bakalan rugi nikah siri, karena tidak ada kekuatan hukum yang melindungi hak-hak kita. Ibu nasehati jangan mau nikah hanya dengan nikah siri ya Nak. Ini untuk masa depan kalian. Kalau seandainya suami kalian jahat dan meninggalkan kalian, kalian gak bisa nenuntut apa pun. Karena negara kita ini adalah negara hukum jadi semua perlu surat-surat resmi." Nasehat Ibu kontrakan.


"Ia Buk, InsyaAllah Nuri bakalan melakukan apa yang Ibu katakan tadi. Sekarang Nuri pamit pulag dulu ya Buk, karena Nuri masih ada pekerjaan di rumah. Sekali lagi terimakasi ya Buk untuk nasehat dan kebaikan Ibuk kepada kami berdua." Ucap Nuri dan pamit pulang.


"Semua sudah beres, untung ketahuan sebelum malam hari, jadi semua masih bisa diatasi. Kalau enggak bakalan lebih terpukul dan malu lah Jesika." Ucap Nuri pada dirinya sesaat sampai ke rumah kontrakan mereka.


"Tinggal menunggu kedatangan orang tua Jesika, sore nanti mereka akan tiba kemari, semoga mereka tidak terkejut mendengar berita ini, bahwa anak gadis mereka gagal menikah." Ucap Nuri lirih pada dirinya sendiri yang tengah duduk di sofa.

__ADS_1


"Aku kasihan melihatmu Jesi, tapi inilah yang terbaik untuk dirimu, sempat kamu menikah dengan Pak Suthan, apa gak melekat pada dirimu gelar pelekor. Kamu gadis baik, aku gak tega melihat kamu mendapat gelar itu seumur hidupmu. kamu hanya terjebak dengan cinta buta. Kamu gadis yang kuat dan aku yakin kamu pasti bisa melalui ini semua. Aku akan selalu ada buat kamu sebagai sahabat yang baik. Dan aku tidak akan membiarkan kamu terpuruk dan bersedih sendiri." Ucap Nuri pada dirinya sendiri. Dia membiarkan Jesika untuk menenangkan dirinya di kamar. Dia tidak mau mengganggunya saat ini.


Bersambung


__ADS_2