Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 45


__ADS_3

Jesika memesan ojek online dari aplikasi hp nya. Dia menuliskan alamat yang telah di berikan Jasmine kepadanya. Setelah lima menit ojek pesanannya telah datang menjemputnya. Lalu mengantarkan Jesika ke alamat yang telah di buatnya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit tibalah mereke ke alamat perumahan Jasmine yaitu komplek perumahan Indah Permai. Jesika turun dari ojeknya dan mengembalikan helm yang dipakenya kepada Bapak ojeknya. Jesika sudah membayar ongkosnya melalui aplikasi juga, jadi gak ribet kalau dia tidak memiliki uang pas untuk membayar ongkosnya.


Jesika melangkah ke arah pintu pagar rumah Jasmine, sebelumnya dia menarik nafas panjang untuk menetralkan dirinya agar tidak gugup untuk memasuki rumah orang yang di cintainya yaitu Suthan.


Jesika menekan bel rumah Jasmine yang terpasang di dinding pagar rumah. Tidak berselang lama Jasmine keluar dari dalam rumahnya. Lalu membuka pintu pagar dan mempersilahkan Jesika untuk masuk.


"Assalamualaikun Mbak" Ucap Jesika sambil tersenyum manis.


"Waalaikum salam Jesika, ayuk silahkan masuk" Ajak Jasmine untuk masuk ke dalam rumah mereka.


"Mbak suka merawat bunga-bunga ya, banyak sekali bunga Mbak dan subur-subur lagi." Ucap Jesika memperhatikan teras rumah Jasmine yang banyak dengan tumbuhan bunga dengan ditata rapi.


"Inilah rutinitas saya sehari-hari, bingung seharian di rumah kalau tidak ada yang dikerjakan, makanya saya menanam bunga-bunga ini supaya ada kegiatan biar gak tiduran aja seharian." Ucap Jasmine dengan ramah.


"Ayok masuk, saya tadi sudah buatkan sarapan, ayuk kita sarapan bersama, saya sengaja menunggu Jesika supaya kita bisa barengan sarapannya." Ucap Jasmine mengajak tamumya untuk sarapan karena jam juga masih jam sembilan lewat tiga puluh menit, memang agak kesiangan untuk sarapan tetapi Jasmine sengaja karena menunggu Jesika.


"Aduh Mbak kenapa harus repot-repot buat sarapan segala, saya klo sarapan gak ribet Mbak, kadang makan buah, roti atau sereal aja." Ucap Jesika.


"Gak apa-apalah sesekalai makan yang berat, tadi saya buatkan nasi goreng spesial karena itu juga sarapan kesukaan Mas Suthan." Ucap Jasmine, mendengar klo Jasmine memasak makanan kesukaan Suthan, Jesika jadi semangat.


"Ayok kita langsung kemeja makan karena Mas Suthan juga sudah menunggu disana. Tadi waktu kamu bilang sudah otw kemari saya cepat-cepat menyelesaikan masakannya, dan ini masih hangat ayuk kita makan." Ajak Jasmine dan mereka berdua berjalan menuju meja makan.


Di meja makan Suthan memang sudah duduk menunggu mereka. Peralatan makan sudah ditata dengan rapi. Terlihat ada nasi goreng masih diwadah mangkok ukuran sedang, ada telur mata sapi, ayam goreng, ada kopi juga juice, air putih juga buah-buahan dan dessert nya puding agar-agar pake fla susu. Jasmine sudah membuat semua ini dari pagi dengan memasak puding terlebih dahulu supaya dingin kemudian dimasukkan kedalam kulkas. Biar pas waktu disajikan pudingnya sudah dingin dan segar untuk dimakan.


"Ayok silahkan duduk Jesika." Jasmine menyuruh tamunya duduk di depan nya, sementara Jasmine dan Suthan duduk bersebelahan supaya Jasmine mudah melayani suaminya.

__ADS_1


"Iya Mbak terimakasih" Ucap Jesika dan duduk ditempat yang telah dipersilahkan Jasmine.


"Selamat pagi Pak" Sapa Jesika dengan ramah kepada Suthan.


"Selamat pagi." Jawab Suthan lagi-lagi singkat seperti biasanya.


Jesika merasa senang duduk berhadapan dengan Suthan, jadi dia bisa memandang wajahnya dengan puas walau dengan cara curi-curi.


"Jesika ayuk diambil nasinya, jangan sungkan ya, minuman juga tinggal pilih mau yang mana" Ucap Jesmine.


"Ia Mbak" Jawab Jesika tersenyum.


Mereka memulai makan sarapan paginya, Jasmine sibuk melayani suami dan tamunya, setelah nasi keduanya telah diisi dipiring masing-masing barulah Jasmine menyenduk nasi kepiringnya.


Enak juga masakan Mbak ini, ucap Jesika dalam hatinya, sementara aku tidak bisa memasak, yang pinter masak adalah Nuri. Nanti aku akan minta Nuri mengajari aku memasak. Supaya aku tidak kalah saing dengan Mbak Jasmine. Dengan begitu Pak Suthan akan mencintaiku juga.


"Enak sekali Mbak, gak kalah dengan masakan chef terkenal." Sahut Jesika memuji masakan Jasmine dengan tersenyum.


Sementara Jasmine mendengar pujian dari Jesika merasa senang dan membalas senyuman Jesika.


"Bisa aja kamu Jesika bandingin saya dengan chef, saya jagi malu kalau chef mendengarnya." Ucap jasmine merendah.


"Benaran loh Mbak, aku tidak bohong, memang enak sekali masaka Mbak, aku yakin Pak Suthan juga sangat senang punya istri yang pinter masak." Ucap jesika lagi-lagi memuji dan membawa nama Suthan untuk mendapat perhatian dari Suthan juga.


Mendengar namanya disebut Suthan menoleh dan berkata.


"Memang masakan istri aku sangat enak, mengalahlan semua chef di dunia, apalagi dia memasaknya dengan cinta." Ucap Suthan memuji istrinya. Sementara yang dipuji kesenangan mendengarnya sampe wajahnya memerah. Kenapa tidak, dia dipuji di depan orang lain

__ADS_1


oleh suami, siapa yang tidak bahagia mendengar itu dari suaminya.


Sementara Jesika mendengar pujian dari Suthan kepada istrinya merasa iri. Kenapa dia harus menyanjung istrinya sebesar itu, apakah dia begitu mencintai istrinya. Akankah aku bisa mendapatkan cinta seperti itu darinya. Pertanyaan itu terucap didalam hati Jesika. Tapi bagaimanapun aku harus bisa meraih cintaku. Ucap Jesika menyemangati dirinya sendiri.


Setelah mereka selesai makan, Jasmine mengajak Jesika untuk duduk ke ruang tamu.


"Ayuk kita pindah aja keruang tamu Jesika, duduk disana aja kita sambil menikmati dessert nya." Ucap Jasmine.


"Ayuk Mas, sekalian bawa kopi Mas ya, karena Jasmie mau bawa dessert ini." Ucap Jasmine kepada suaminya.


Mereka segera pindah temapt duduk ke ruang tamu. Jasmine memutuskan nanti saja membereskan meja makan setelah tamunya pulang. Gak enak sibuk bekerja sementara ada tamu.


"Piring- piringnya gak diberesin dulu Mbak, biar saya bantu cuci." Tanya Jesika kepada Jasmine.


"Sudah biarin aja, nanti saya yang akan beresin, kita duduk nyantai aja dulu, masalah cuci piring gampang itu nanti tinggal masukin kedalam mesin cuci piring." Ucap Jasmine.


Mereka bertiga sudah berpindah tempat, sekarang mereka sudah diruang tamu. Mereka berbincang-bincang sesekali Suthan juga ikut menyahut kalau ditanyakan sesuatu.


"Jadi Mbak berasal dari kota mana?" Tanya Jesika


"Orang tua saya berasal dari kampung, masih jauh sekali dengan ibu kota propinsi." Jawab jasmine


"Kampung orang tua saya di daerah Tapanuli yang jarak tempuhnya bisa delapan jam ke ibukota." Lanjut Jasmine.


"Saya belum pernah dengar daerah itu Mbak" Ucap Jesika yang memang tidak tahu daerah yang dikatakan Jasmine karena dia tidak ada keluarga di daerah itu apalagi itu bukan kota besar seperti ibukota prosinsi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2