
Sejak dari kemarin malam Jesika ingin sekali menghubungi Suthan untuk menanyakan apakah dia sudah bicara sama istrinya prihal pernikahan mereka malam ini. Tetapi dia belum menghubunginya karena dia ingin memberi waktu untuk Suthan menjelaskan kepada istriya.
Pagi ini Jesika sudah tidak sabar mendengar apa keputusan Jasmine, dia mau dimadu atau dia memilih bercerai.
Jesika meraih hand phone nya dan memanggil nomor Suthan. Dia bolak-balik mengulangi panggilan tapi jawabannya hanya dari operator yang mengatakan "Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan."
Jesika kesal sekali karena nomor Suthan tidak dapat dihubungi, kemudian dia mencoba dari whattApp lagi-lagi tidak tersambung. Lalu Jesika menghubungi nomor Jasmine, sama dengan nomor Suthan tidak bisa juga dihubungi.
Kekesalan Jesika mulai memuncak, dia mulai panik. "Apakah mereka mencoba menipuku?" Tanya Jesika dengan kesal.
"Mereka berani main-main dengan aku ya," Ucap Jesika dengan marah.
Kemudian Jesika mengambil kunci sepeda motor, dia bergegas pergi ke rumah Suthan. Sesampainya di rumah Suthan Jesika bolak-balik menekan bel rumah. Tidak ada yang keluar juga membukakan pintu, Jesika juga teriak-teriak memanggil nama Suthan dan Jasmine bergantian tapi mereka tidak muncul juga.
Sehingga tetangga sebelah rumah Jasmine keluar karena merasa berisik. Dan bertanya kepada Jesika.
"Ada apa mbak? Kenapa saya dengar dari tadi mbak teriak-teriak?" Tanya tetangga Jasmine.
"Saya ingin ketemu dengan Mbak Jasmine dan Pak Suthan, akan tetapi dari tadi mereka tidak keluar juga membukakan pintu, ini sudah jam sembilan pagi tidak mungkin mereka masih tidur." Ucap Jesika.
"Barangkali mereka tidak di rumah Mbak, karena dari tadi pagi saya juga tidak ada melihat mereka, biasa pagi-pagi Mbak Jasmine sudah sibuk diteras mengurus tanam-tanamannya." Jawab tetangga Jasmine.
"Mbak coba telepon aja kenomor hp mereka, dan tanyakan keberadaannya." Ucap tetangga tersebut.
"Tanpa Mbak ajari saya sudah telepon dari tadi, karena nomornya gak aktif makanya saya kemari." Ucap Jesika ketus.
__ADS_1
"Yaahh...Mbak ini dibilangi malah sewot, terserah Mbak lah tapi tolong jangan buat keributan di komplek ini, atau saya akan panggilkan security untuk mengusir Mbak dari komplek ini." Ucap tetangga Jasmine dengan kesal.
"Aku tidak peduliii....walau kamu panggil security, aku akan terus berteriak sebelum si Jasmine dan suaminya keluar, mereka telah menipu aku..." Teriak Jesika dengan tak peduli kalau tetangga lainnya juga telah keluar karena mendengar keributan yang di buat Jesika.
"Dasar gadis edan ya, masih muda tapi tak tau sopan santun, malah teriak sama orang yang lebih tua." Ucap tetangga yang emosinya sudah terpancing.
"Kenapa ini bising-bising" Tanya ibu viona tetangga Jasmine yang lain.
"Ini Buk, ada gadis edan dari tadi teriak-teriak manggil Mbak Jasmine, saya sudah bilang mungkin Mbak Jasmine nya lagi gak ada di rumah, eh..eh..malah dia ngotot gitu marah-marah" Ucap tetangga yang berdebat tadi dengan Jesika.
"Saya dengar kamu tadi menyebut kalau keluarga Mbak Jasmine penipu, emang mereka nipu apa sama kamu, karena setahu saya mereka kelihatan orang baik-baik." Tanya Ibu Viona kepada Jesika penasaran.
"Suaminya janji akan menikahi saya malam ini, tetapi dari tadi pagi saya hubungi nomornya tidak aktif, saya samperin kemari mereka juga tidak ada keluar dari tadi." Ucap Jesika tak tahu malu.
"Iya dan semua sudah dipersiapkan, tapi tiba-tiba Pak Suthan menghilang." Ucap Jesika dengan kesal.
"Aku gak menyangka kalau suami Mbak Jasmine selingkuh, nampak dari luar rumah tangga mereka harmonis, ehh tau-taunya ternyata suaminya selingkuh, kasihan kali nasib Mbak Jasmine. Padahal dia cantik dan baik, tapi masih tetap di selingkuhi sama suaminya." Ucap Ibu Viona.
"Emang dasar laki-laki enak kurang enak hidup nya." Ucap Ibu Viona menggerutu.
Mendengar ada keributan security datang menghampiri dan bertanya ada apa. Sudah banyak tetangga yang berkumpul di depan rumah Suthan, mereka banyak menggosib, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Keribuatan yang telah dibuat Jesika jadi bahan gibahan buat ibu-ibu komplek.
"Ada apa ini rame-rame?" Tanya security kepada salah satu warga komplek.
"Ini Pak, ada gadis yang mencari kelurga Pak Suthan, katanya Pak Suthan telah menipunya dengan menghilang padahal nanti malam mereka akan melaksanakan akad nikah." Ucap salah aeorang warga yang menyaksikan keribuatan itu.
__ADS_1
Security itu menghampiri Jesika san mengatakan kalau Suthan kemarin malam sudah pindah dari rumah mereka.
"Mbak...tadi malam Pak Suthan telah pindah dari rumah ini, beliau tadi malam sudah menjumpai kami dan pamitan pindah, katanya mereka akan pindah keluar kota." Ucap security kepada Jesika.
Mendengar itu Jesika jadi lemas dan terduduk. Dia merasa dunia seakan runtuh mendengar ucapan Pak security barusan. Orang yang sangat dicintainya telah pergi meninggalkannya. Jesika menangis sekuatnya, dan ada juga warga yang berusaha menenangkannya. Mereka memberinya minum dan setelah Jesika tenang dia pergi pulang.
Sesampai di rumah Jesika kembali berteriak-tetiak seperti orang gila, dia menghancurkan isi kamarnya. Nuri kaget mendengar teriakan Jesika.
Nuri dari tadi mencari keberadaan jesika tapi tidak ditemukannya. Dia juga menelpon malah hp Jesika ada di kamar. Jesika memang lupa bawa hp nya karena tadi buru-buru pergi ke rumah Suthan.
Nuri langsung menghampiri Jesika ke kamarnya sesaat mendengar teriakan Jesika.
"Ada apa ini? Kenapa kamu histeris seperti ini Jesi?" Tanya Nuri kaget melihat isi kamar Jesika sudah porak poranda.
"Pak Suthan telah menipu aku huhuhu....dia pergi menghilang meninggalkan aku huhuhu....kenapa dia harus menipu aku...kemaren dia bilang akan menikahiku malam ini, tapi aku telepon tadi nomor nya tidak aktif, aku datangi ke rumahnya kata security kalau mereka sudah pindah ke luar kota huhuhu....dasar laki-laki berengsek...." Teriak Jesika masih histeris.
Nuri juga kaget mendengar itu dari Jesika. Nuri berusaha menenangkan sahabatnya itu. Nuri memeluk Jesika untuk menenangkannya.
"Kamu menangislah sepuasnya..." Ucap Nuri sambil memeluk Jesika. Dia berpikir dengan menangis rasa sakit di hati sahabatnya itu akan sedikit lebih ringan.
Setelah beberpa lama Jesika menangis dia merasa letih. Dia mengatakan "Apa akau tidak pantas dicintai ya, apa aku wanita yang jelek sehingga tidak bisa diterima oleh Pak Suthan?" Tanya Jesika kepada Nuri.
Nuri menggeleng dan berkata " Kamu sangat cantik Jesi, kamu juga pantas untuk di cintai, kamu berhak mendapat cinta dari lelaki, tapi mungkin bukan dengan Pak Suthan, dia sudah beristri, masih banyak lelaki lajang di luar sana yang menanti cinta darimu." Ucap Nuri menasehati sahabatnya itu.
Bersambung
__ADS_1