
"Baiklah Mbak, aku akan keluar dari rumah Mbak, dan asal Mbak tahu aku tidak akan pernah menyerah untuk merebut suami Mbak. Aku sudah memintanya dengan baik-baik kepada Mbak, dan aku juga rela jadi istri kedua akan tetapi Mbak tidak menyambut niat baikku. Aku berjanji akan mendapatkan Pak Suthan dengan caraku sendiri. Dan satu hal lagi aku akan pastikan kalau Pak Suthan akan menceraikan Mbak. Dan pada saat itu aku yakin Mbak akan menyesal." Ucap Jesika dengan tersenyum menyeringai.
"Coba saja kalau kamu bisa. Dan jangan pikir aku akan diam saja dengan tindakanmu. Kita lihat apakah kamu berhasil merebut suamiku. Asal kamu tahu suamiku bukan pria yang gampang terpengaruh dengan wanita lain. Apalagi sama kamu yang sudah dia wanti-wanti kepadaku tidak boleh untuk terlalu aku percaya." Ucap Jasmine tidak mau kalah.
"Sekarang keluarlah dari rumahku, jangan sampai aku panggil security." Usir Jasmine dengan garang.
"Tidak perlu memanggil security aku akan segera pergi." Ucap Jesika dengan angkuh merasa dia tidak akan kalah untuk merebut Suthan dari tangan Jasmine.
Setelah Jesika keluar dari rumahnya, Jasmine terduduk lemas di sofa, air matanya mengalir dengan deras, dia tidak menyangka akan mendapat penghinaan seperti ini. Hati dan harga dirinya benar-benar terluka. Jasmine menangis meratapi dirinya. "Kenapa orang selalu menghina dan merendahkanku karena belum punya anak ya Allah" Ucap Jasmine dengan hati perih seperti teriris sembilu. Jasmine menangis dengan sejadi-jadinya dengan suara yang tertahan. Dia tidak mau sampai Jesika mendengarnya. Dia tidak mau kelihatan lemah dimata Jesika. Jasmine tidak tahu Jesika sudah berlalu jauh dari rumahnya atau belum makanya dia menangis dengan tidak mengeluarkan suara.
"Apa kesalahanku ya Allah... Apa aku salah karena tidak bisa melahirkan anak buat suamiku...huhuhu...bukankan anak adalah pemberian dari Mu...tapi kenapa orang selalu merendahkanku ya Allah...huhuhu...aku sudah mencoba berusaha semampuku, setiap saat do'a ku tidak lepas dengan meminta anak kepada Mu....tapi sampe saat ini belum di Ijabah juga...huhuhu....aku mohon beri aku kekuatan untuk menahan rasa sakit atas penghinaan orang terhadapku ya Allah...huhuhu....aku mohon beri aku kekuatan..huhuhu...." Ucap Jasmine dalam tangisnya.
*
*
*
__ADS_1
Sementara Jesika merasa sangat marah atas penolakan Jasmine. Dia merasa sudah berniat baik rela jadi istri kedua. Akan tetapi Jasmine menolaknya dengan tegas. Dia terluka akan ucapan Jasmine tadi. Dan Jesika berjanji akan merebut Suthan walau bagaimanapun caranya. Harga dirinya terluka dengan penolakan Jasmine.
Jesika berjalan keluar dari rumah Jasmine, dia memesan ojek online sesaat keluar rumah. dia menunggu di teras karena dia tidak mau berjalan ke pos security apalagi matahari sangat terik. Tidak berselang lama ojek sudah tiba menjemputnya.
Sesampai dirumah Jesika menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Dia sangat emosional sekali. Air matanya jatuh setelah ditahan dari rumah Jasmine tadi. Dia tidak mau kelihatan lemah dihadapan Jasmine. Dia ingin nyali Jasmine ciut dihadapannya.
Setelah beberapa saat menangis dan menenangkan diri. Jesika berpikiran bagaimana cara untuk mendapatkan Suthan. Setelah berpikir keras Jesika mendapatkan ide yang cemerlang.
Dia mengambil hp dari dalam tasnya. Kemudian dia menuliskan pesan melalui pesan whatsApp kepada Suthan.
"Mas ini Jasmine, tadi Jasmine maen ke rumah Jesika, terus Jasmine lupa kalau batre hp lowbat tadi pagi, Jasmine juga tidak membawa chargernya. Sekarang hp Jasmine sudah mati. Mas nanti jemput Jasmine ke rumah Jesika ya sepulang dari kantor." Tulis Jesika berpura-pura jadi Jasmine karena dia ingin Suthan mampir ke rumahnya dan dia akan menjalankan niatnya untuk merebut Suthan dari istrinya Jasmine.
Loh kenapa istriku pergi tanpa ijin dulu, baiasanya dia tidak pernah seperti ini. kemana pun dia ingin pergi pasti dia minta ijin dulu kepadaku. Pikir Suthan dalam hatinya. Tapi karena tidak ingin ribut dan bertanya melalui hp orang lain, Suthan memutuskan menanyakan langsung aja nanti setelah mereka bertemu. Lalu membalas pesan dari Jesika yang dipikirnya itu adalah pesan dari istrinya.
"Baiklah nanti Mas jemput ya sepulang dari kantor." Balasan pesan dari Suthan.
"Iya Mas, cepat datang ya" Jawab Jesika membalas pesan Suthan.
__ADS_1
"Ia tunggu aja, secepatnya Mas akan datang menjemput" Balas Suthan lagi.
"Terimakasih Mas, kamu memang suami idaman yang sangat baik" Lanjut Jesika membalas chat Suthan sambil membayangkan dia adalah istrinya Suthan.
Suthan tidak membalas pesan terakhir Jesika karena dia tidak ingin bermesraan melalui hp orang lain.
Jesika menunggu balasan dari Suthan tetapi tidak ada juga...
"Dasar....pelit sekali untuk berbicara, nulis pesan juga begitu" Ucap Jesika sedikit kesal dan sesaat kemudian Jesika kembali tersenyum karena Suthan akan datang sore ini.
Jesika bolak-balik melihat jam di hp nya. Dia akan berdandan menyambut kedatangan Suthan nanti. Dia bersyukur karena Nuri bekerja jadi rencananya akan mulus nantinya. Dia melihat sudah jam empat sore. Jesika segera mandi dan memakai baju terbaiknya. Dia mengenakan dress sampai dibawah lutut sedikit dan berdandan secantik mungkin. Kemudian dia menyemprotkan minyak wangi terbaik dan termahal yang dia miliki. Itu pemberian dari pria pengagumnya akan tetapi pria itu ditolaknya dengan baik-baik. Tetapi hadiah dari pria itu diterima juga sama Jesika. Dia melihat merk minyak itu sangat terkenal dan dia cek harganya juga lumayan mahal. Kalau beli dengan uangnya sendiri pasti Jesika tidak akan mau karena bisa menghabiskan tiga bulan gajinya. Makanya dia memakainya sangat jarang sekali, pada saat yang penting saja dia memakainya.
setelah selesai berdandan, jesika melihat pantulan dirinya dicermin. Dia melihat kalau tampilannya sudah sempurna. Dia memakai riasan wajah yang tidak terlalu menor dan norak. Dia pake make up yang sederhara dengan warna yang lembut.
"Kau tidak kalah cantik dengan Jasmine istri Pak Suthan itu Jesika...jadi kamu jangan takut akan mendapat penolakan dari Pak Suthan. Kamu harus bisa mimikat hatinya dengan kecantikanmu. Kamu juga lebih muda dan masih fresh. Kamu harus semangat jangan menyerah sebelum mencoba." Ucap Jesika menyemangati dirinya sendiri.
Setelah memandangi dirinya di depan cermin begitu lama dan melamun jesika tidak mendengar pintu rumahnya ada yang mengetuk. Suthan sudah datang dan mengetuk pintu rumahnya. Setelah beberapa kali diketuk barulah Jesika sadar dari lamunannya dan mendengar ketukan pintu..
__ADS_1
"Ohhh apakah itu Pak Suthan?" Tanya Jesika penasaran dan berjalan keluar dari dalam kamar untuk membukakan pintu rumah.