Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 32


__ADS_3

Setelah mereka memasuki cafe, pelayan segera menghampiri mereka dan menyerahkan buku menu makanan.


"Selamat malam Bapak, Mbak, ini buku menu cafe kita silahlan dilihat - lihat dulu" Sapa waitressnya kepada mereka berdua dan menyerahkan buku menu kepada mereka.


Suthan dan Jesika mengambil buku dari tangan waitress dan Jesika membalas sapaan waitress tersebut dengan ramah karena dia sadar diri pekerjaan mereka sama.


"Selamat malam Mbak, baik terimakasih Mbak, tunggu sebentar ya kita lihat dulu buku menunya, kita baca dulu sebentar sebelum memesan ya Mbak, Mbak gak usah pergi tunggu aja, gak bakalan lama kita memilih makanannya karena sudah lapar juga." Jawab Jesika dengan ramah dan tersenyum kepada waitressmya.


"Baiklah Mbak, silahkan dipilih." Jawab waitress dengan ramah kepada Jesika.


"Saya pesan nasi goreng seafood" Ucap Suthan.


"Saya pesan nasi goreng ayam kremes" Ucap Jesika berbarengan dengan Suthan.


Pelayan menoleh kearah mereka berdua bergantian, lalu mencatat pesanan mereka.


"Minumannya juice manggo." Ucap Suthan lagi dibarengi dengan ucapan Jesika.


"Minumannya juice manggo." Kembali waitress menoleh kearah mereka berdua bergantian.


Jesika dan Suthan juga saling bertatapan karena tidak menyangka pesanan mereka sama, walau beda antara nasi goreng seafood dengan nasi goreng ayam kremes. Setidaknya menu dasarnya nasi goreng, kan cuma topingnya saja yang beda. Terus minuman mereka juga sama juice manggo.


Kebetulan yang tidak direncanakan. Memang Jesika juga pelayan cafe yang sering dikunjungi oleh Suthan, toh selama ini Suthan hanya memesan secangkir kopi espresso. Tidak ada tambahan menu lainnya, setelah habis meminum kopinya Suthan akan segera pulang.

__ADS_1


"Cemilannya saya pesan french fries, dan sebotol air mineral." Sambung Jesika. Yang lagi - lagi membuat Suthan heran dengan menu yang dipesan Jesika. Karena itu juga adalah menu favorit Suthan. Tetapi Suthan mengurungkan niatnya buat memesannya. Dia tidak mau pesanan mereka juga sama.


"Baiklah itu saja pesanannya, Bapak dan Mbak?" Tanya waitressnya kepada mereka.


Jesika menoleh kearah Suthan seakan meminta jawaban darinya. Dan Suthan hanya mengangguk dengan pertanyaan waitress itu.


"Ia Mbak itu saja dulu, kalau nanti kita butuh yang lainnya akan kita panggil ya Mbak." Jawab Jesika setelah melihat jawaban dari Suthan.


"Baiklah saya bacakan lagi pesanannya ya, satu nasi goreng seafood, satu nasi goreng ayam kremes, dua juice mangga dan satu porsi french fries juga satu air mineral ya." Waitress membacakan pesanan mereka.


Tiba - tiba Suthan meminta ditambahkan satu botol lagi minuman air minreal. Bisa seret lehernya nanti makan kalau tidak ada air mineral pikirnya. Biasa kalau makan dengan Jasmine istrinya cukup satu botol air mineral untuk mereka, karena Suthan gak akan sungkan minum dibotol yang sama dengan istrinya. Menurutnya itu akan menambah nilai kasih sayang diantara mereka bukan juga karena perhitungan atau pelit.


"Tambahkan satu botol lagi air mineralnya." Ucap Suthan dan Jesika sedikit tersenyum mendengarnya.


Setelah waitressnya meninggalkan meja mereka, Jesika buka suara kepada Suthan.


"Gak nyangka ya Pak makanan dan minuman pesanan kita bisa sama. Nasi goreng adalah makanan kesukaan saya dan juice manggo apalagi itu adalah minuman yang sangat saya sukai, tiap hari minum itu saya gak akan pernah bosan. Hehehe...." Jesika memberanikan diri untuk mulai perbincangan dengan Suthan. Untuk mencairkan suasana biar gak kelihatan kaku.


"Itu cuma kebetulan saja, saya tidak mau pesan menu yang ribet, nanti mereka lama menyajikannya. Sementara kamu bilang kalau tadi kamu sudah lapar dan saya juga harus segera pulang kerumah karena istri saya sudah menunggu." Jawab Suthan ketus. Padahal dia juga sedikit terkejut kenapa selera makan dan minuman mereka sama. Tapi Suthan sok jaim dihadapan Jesika.


Nyess......hati Jesika sedikit terluka mendengar penuturan Suthan. Tapi itu memang kenyataan kalau dia sedang makan dengan suami orang. Dan dia jangan terlena terbang sampai ke angkasa karena Suthan menyetujui mau makan malam dengannya malam ini. Belum tentu malam - malam selanjutnya Suthan menyetujui ajakannya. Ini kebetulan karena mereka baru selesai cekup, makanya Suthan tidak enak menolak ajalan Jesika.


"Jadi Bapak gak ikhlas mengajak saya makan?" tanya Jesika dengan wajah yang sedikit termenung karena kecewa mendengar ucapan Suthan.

__ADS_1


Suthan jadi merasa sedikit bersalah melihat wajah Jesika yang kelihan sedih dengan ucapannya tadi.


"Bukan begitu maksud saya, saya ikhlas membawa kamu makan." Jawab Suthan dengan cepat karena merasa tidak enak. Dia takut nanti Jesika jadi gak bisa menikmati makanannya karena ucapannya tadi.


"Benar Bapak ikhlas bukan karena terpaksakan?" Tanya Jesika lagi masih dengan mimik wajah yang sama.


"Iya saya ikhlas, maaf kalau perkataan saya tadi membuatmu terluka. Saya tidak bisa berkata basi - basi, saya juga bukan orang yang humoris." jawab Suthan untuk membuat suasana tidak tegang.


Jesika sedikit tersenyum mendengar pengakuan Suthan. Memang dia tadi terluka dengan perkataan Suthan tetapi setelah Suthan meminta maaf dia merasa lega. Berarti Suthan tidak berhati batu pikir Jesika. Walau dia sedikit ketus dan tidak banyak bicara tetapi dia masih menghargai perasaan orang lain.


Aku akan segera mengenalmu, beri aku waktu untuk labih mengenal sifatmu. Aku berjanji akan menghiasi hari - hari mu dengan senyuman. Bahtin Jesika.


Sekarang aku sudah tahu apa makanan dan minuman favoritmu, kita memiliki kesamaan. Dan hobby mu yang lain tidak lama lagi aku akan cari tahu. Pikir Jesika lagi.


"Istri Bapak cantik ya, saya yakin dia juga adalah istri yang sangat baik, saya menyukainya dari pertama kita bertemu kemarin." Ucap Jesika kepada Suthan sedikit memuji istrinya, karena dari yang di tebak Jesika pasti Suthan sangat mencintai istrinya.


"Ia dia memang cantik dan baik hati. Dia istri yang sangat perhatian dan saya sangat mencintainya." Jawab Suthan memuji istrinya. Dia tidak mau menceritakan apa pun masalah yang tengah dihadapi mereka saat ini kepada orang lain, apalagi kepada gadis yang baru dikenalnya.


"Ia saya dapat melihat itu kalau Bapak sangat menyayangi istri Bapak. Dan saya cemburu melihatnya, seandainya ada seseorang yang mencintai dan menyayangi saya seperti itu, pasti hidup saya akan lebih berwarna." Ucap Jesika tanpa malu - malu kepada Suthan. Dan Suthan heran melihat ada gadis yang begitu gamblang mengutarakan isi hatinya kepada orang lain. Apalagi orang yang baru dia kenal, pikir Suthan.


"Pasti suatu saat kamu akan menemukannya." Jawab Suthan singkat.


"Saya sudah menemukannya Pak, tetapi saya tidak dapat mengungkapkannya, saya masih bingung bagaimana caranya, dan saya tahu kalau dia tidak mencintai saya." Jawab Jesika terus terang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2