Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 33


__ADS_3

"Saya sudah menemukannya Pak, tetapi saya tidak dapat mengungkapkannya, saya masih bingung bagaimana caranya, dan saya tahu kalau dia tidak mencintai saya." Jawab Jesika terus terang.


"Kenapa kamu tahu pria itu tidak mencintai kamu? Sementara kamu kan belum mencoba mengutarakan isi hatimu. Kalau kamu benar - benar mencintainya, raihlah cintamu dengan cara yang baik, dengan memberi perhatian lebih kepadanya. Pasti dia akan mengerti dan tersentuh. Karena Pria sangat menyukai kalau ada seseorang yang memberi perhatian lebih kepada mereka. Cepat atau lambat Pria tersebut akan tersentuh dan menyadari kalau kamu memberi nilai yang lebih kepada mereka. Tapi jangan juga terus menyosor kayak bebek, mereka akan menganggap kamu wanita yang gampangan, maaf maksud saya bukan mengatakan kamu wanita "murah**" tapi beri perhatian dengan cara yang baik selayaknya wanita yang baik - baik dalam arti perhatian dengan menanyakan apa dia sudah makan, sudah sholat atau perhatian lainnya." Nasehat Suthan kepada gadis itu karena dia gak mau menyesatkan gadis muda yang menurutnya masih labil.


Jesika menyimak dan mendengar semua perkataan Suthan dengan serius.


"Baiklah Pak saya akan menuruti nasehat Bapak, mulai sekarang saya akan memberi perhatian yang lebih kepada pria tersebut." Jawab Jesika dengan tersenyum senang.


Dasar anak ABG yang baru kasmaran, bathin Suthan. Dia melihat gadis itu tersenyum ceria mendengar penjelasan darinya. Kamu tidak jelek tetapi kamu gadis yang terlalu terus terang, apalagi kepada saya yang baru kamu kenal, pikir Suthan.


"Saya yakin anak - anak Bapak pasti cantik dan ganteng, karena orang tua mereka cantik dan tampan." Ucap Jesika melayangkan senyuman kepada Suthan.


Sesaat hati Suthan sakit mendengarnya, pernyataan dan pertanyaan yang selalu tidak disukainya. Bukan Jasmine istrinya saja yang terluka kalau orang mempertanyakan anak, tetapi hati Suthan juga tidak kalah sakit mendengarnya. Tapi karena dia seorang pria dia bisa menutupinya dari orang lain bahkan dari istrinya sendiri.


"Kami belum punya anak" Jawab Suthan.


"Ohhh maaf, tapi saya yakin kalau Bapak akan segera mendapatkannya. Berarti Bapak baru menikah ya?" Tanya Jesika polos.


"Itu bukan urusanmu." Jawab Suthan ketus.


"Maaf kalau pertanyaan saya membuat Bapak tidak nyaman." Sahut Jesika dengan merasa tidak enak. Suasana tadi yang sudah mulai mencair nantinya jadi beku lagi pikir Jesika.

__ADS_1


Sebelum suasana membeku, tiba - tiba waitress datang membawakan pesanan mereka. Waitress menyajikan makanan dan minuman mereka dengan rapi.


"Sialahkan dinikmati makanan dan minumannya Bapak, Mbak, semoga sajiannya memuaskan." Tutur waitress sengan tersenyum ramah. Setelah semua selesai, waitress meninggalkan meja mereka.


"Terimakasi" Jawab Jesika kepada waitress sebelum meninggalkan meja makan mereka.


"Sudah boleh saya makan Pak?" Tanya Jesika untuk mencairkan suasana yang mulai kaku dengan pertanyaan Jesika tadi. Yang membuat mood Suthan kelihatan tidak enak.


"Sialahkan, ayok kita makan sebelum dingin, nanti kurang enak kalau nasi goreng dimakan kalau sudah dingin. Selamat menikmati." Jawab Suthan supaya Jesika bisa makan dengan nikmat, tidak merasa sakit hati dengan ucapan barusan yang ketus lagi.


Sebenarnya aku tidak mau kasar sama kamu, tetapi perkataan dan pertanyaan kamu yang membuat aku jadi seperti ini, bathin Suthan.


"Baik Pak." Jawab Jesika dan mulai menyantap makananya dengan hikmat.


"Ini Pak french fries nya silahkan dimakan juga, Bapak bantu saya ya menghabiskannya." Ucap Jesika karena dia sudah mulai kenyang dengan porsi nasi goreng tadi yang lumayan banyak.


Suthan membantu Jesika memakan french fries nya karena dia juga menyukai itu. Jesika melihat Suthan menikmatinya juga, berarti Pak Suthan juga menyukai ini, pikir Jesika. Persamaan makanan kesukaan kami bisa kebetulan sama, apakah ini namanya jodoh, pikir Jesika lagi.


Setelah menyelesaikan dan menghabiskan makanan dan minuman, mereka segera meninggalkan cafe.


Suthan mengantarkan Jesika sampai halaman rumah, dia pamit pulang dan tidak bisa singgah lagi.

__ADS_1


"Saya antar kamu sampai sini saja ya, saya mau buru - buru pulang, istri saya sudah menunggu saya, dia juga tadi titip makanan kepada saya, mungkin sekarang dia sudah lapar. Kalau ada yang dibutuhkan telepon saja kenomor saya." Ucap Suthan sebelum Jesika turun dari mobil.


"Benar saya boleh menghubungi Bapak lagi?" Tanya Jesika memastikan kepada Suthan.


"Boleh kalau masih ada keluhan karena kecelakaan kemarin. Saya akan bertanggung jawab sampai kamu benar - benar sembuh. Tapi kalau diluar masalah kesehatan, maaf saya tidak banyak waktu, saya punya banyak pekerjaan, dan ada juga hati yang harus saya jaga." Jawab Suthan dan menegaskan kalau dia bukan pria yang tidak bertanggung jawab atas masalah yang diperbuatnya walau itu bukan disengaja dan dia juga bukan pria yang lajang yang bisa punya banyak waktu mengurusi hal yang tidak begitu penting menurutnya.


"Baik Pak, terimakasih buat perhatian dan tanggung jawab Bapak kepada saya. Dan juga terimakasih buat traktiran makan malamnya." Ucap Jesika lalu turun dari mobil.


Jesika masih berdiri di halaman rumahnya sampai mobil Suthan hilang dari pandangannya. Kemudian dia melangkah masuk kedalam rumah dengan tersenyum bahagia, karena bisa makan malam dengan pujaan hatinya.


Nuri yang sedari tadi duduk di sofa dan mengetahui kalau sahabatnya sudah pulang, tiba - tiba berkata begitu Jesika masuk kerumah.


"Cie....cie....yang baru pulang kencan, tampak bahagia sekali, begitu masuk sudah senyum - senyum sendiri." Ledek Nuri kepada Jesika.


"Sini duduk dulu dan ceritakan semua dari pergi ke rumah sakit tadi sampai pulang ini, apa saja yang kalian lakukan, kenapa lama sekali pulangnya. Pergi dari jam lima lewat tadi dan sudah jam sepuluh malam baru pulang." Nuri menyuruh Jesika duduk di sebelahnya untuk menceritakan apa yang mereka lakukan tadi.


Jesika duduk disebelah Nuri dan menceritakan apa yang terjadi tadi dari mereka pergi, "Tadi waktu periksa di rumah sakit dokter sudah menjelaskan bahwa aku sudah baikan, cuma untuk beberapa hari jangan dulu mengangkat beban yang berat karena cedera tangannya masih dalam tahap pemulihan. Terus tadi sepulang dari rumah sakit kami sempat makan malam di cafe berama pak Suthan. Dan tanpa diduga ternyata makanan dan minuman favorit kami sama." Jelas Jesika dengan penuh semangat kepada sahabatnya Nuri.


"Sudah ada tanda - tanda jodoh ne, hahaha...." Ledek Nuri kepada temannya itu.


"Do'a kan ya supaya hubungan kami kedepannya lebih dekat dan Pak Suthan menyadari kalau aku menyukainya. Aku belum berani mengungkapkan perasaan ini kepada beliau. Aku tidak mau terlalu terburu - buru karena nampaknya dia juga tidak mudah untuk didekati. Tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil perhatiannya." Ucap Jesika penuh semangat, tentang perasaannya pada Suthan kepada sahabatnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2