Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 25


__ADS_3

Sampai juga mereka ke rumah kontrakan Jesika. Suthan menghentikan mobil nya dan membukakan pintu mobil buat Jesika karena tangan Jesika lagi di gips jadi Suthan membantunya untuk membukakan pintu mobil.


Suthan juga mengantarkan Jesika masuk sampai kedalam rumahnya. Suthan membantu Jesika membukakan pintu rumah.


"Dimana kunci rumahnya Nona biar saja bukakan pintu rumahnya" Tanya Suthan kepad


a Jesika.


"Ada di dalam tas saya Pak" Jawab Jesika dan berusaha mengambil kunci rumah dengan satu tangan. Jesika bersusah payah juga membuka resleting tas nya dengan satu tangan karena tangan yang satu nya sedang di gips.


Sebenar nya Suthan ingin membantu Jesika mengambilkan kunci rumah itu, akan tetapi dia merasa segan harus merogoh tas wanita tersebut. Karena menurut Suthan tas adalah benda yang privasi jadi dia mengurungkan niatnya.


Setelah kunci rumah berhasil di keluarkan dari tas Jesika lalu dia menyerahkannya kepada Suthan.


"Ini kunci rumah nya Pak" Jesika menyerahkan kunci itu kepada Suthan kemudian Suthan mengambilnya dari tangan Jesika.


Suthan langsung membukakan pintu rumah Jesika. Lalu Jesika mempersilahkan Suthan untuk masuk.


Sebenarnya Suthan merasa sungkan masuk kerumah orang yang baru dikenal nya ini. Tetapi dia harus bertanggung jawab kepada Jesika. Makanya dia masuk untuk memastikan Jesika sudah aman dirumahnya.


"Masih ada yang dibutuhkan Nona?" Tanya Suthan seteleh mereka masuk ke dalam rumah.


"Silahkan duduk dulu Pak" Sahut Jesika.


Suthan duduk di sofa ruang tamu Jesika karena Jesika memintanya untuk duduk. Suthan juga ingin mengetahui apa yang ingin diminta wanita ini. Adakah dia minta biaya - biaya lainnya, pikir Suthan dalam hati.

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya Jesika" Dengan sebelah tangan yaitu tepatnya tangan kiri karena tangan kanan Jesika lagi di gips, mengulurkan tangan nya.


"Suthan" Jawab Suthan menyambut uluran tangan Jesika.


Untuk sesaat Jesika menahan tangan Suthan didalam genggamannya. Dia merasa tangan pria itu sangat kuat sekuat aura dirinya. Jesika semakin mengaguminya dalam hati.


Suthan mendehem membuat lamunan Jesika buyar. Karena Suthan merasa tidak nyaman tangan nya digenggam lama oleh wanita asing ini.


spontan Jesika melepaskan genggamannya dengan perasaan yang canggung karena malu.


"Baiklah Nona masih ada yang dibutuhkan?" Tanya Suthan.


"Jangan panggil Nona lagi Pak tapi panggil aj Jesika" Jawab Jesika karena merasa tidak nyaman dengan sebutan Nona. Jesika sudah mempekanalkan namanya jadi dia gak mau lagi disebut dengan Nona karena dia merasa ada jarak yang jauh dengan panggilan tersebut. Sementara didalam hatinya ingin sekali dekat dengan pria ini dari beberapa minggu yang lalu.


"Untuk saat ini tidak ada pak, tapi saya minta nomor telepon Bapak mana tau ada apa - apa saya akan hubungi Bapak" Jawab Jesika dengan memberanikan diri meminta nomor telepon Suthan. Dengan begini aku akan bisa lebih dekat dengan pria ini, pikir Jesika dalam hatinya.


Suthan memberikan nomor teleponnya dan Jesika memasukkan kedalam ponselnya, setelahnya Jesika memanggil nomor itu melalui phonselnya. Tidak berselang lama terdengar nada panggil dari hand phone Suthan, yang menandakan nomor yang diberikan pria ini benar.


"Itu nomor telepon saya ya Pak" Kata Jesika kepada Suthan lalu Suthan mensave nomor tersebut dengan nama Jesika karena takut nanti tidak ingat dengan nomor gadis ini. Suthan paling malas mengangkat panggilan telepon dari nomor yang tidak di kenalnya.


"Untuk hari ini saya rasa tidak butuh apa - apa lagi Pak " Terang Jesika kepada Suthan.


"Tapi kalau nanti saya merasa ada yang saya butuhkan saya akan menghubungi Bapak, dan Bapak harus bertanggung jawab." Jesika pura - pura mengancam Suthan padahal dia ingin sering bertemu dengan pria yang sudah membuatnya terpesona.


"Saya akan bertanggung jawab sampai kamu benar - benar sembuh." Jawab Suthan untuk meyakinkan Jesika kalau dia tidak akan lepas dari tanggung jawab. Untung saja kamu tidak melaporkanku kepihak yang berwajib, bathin Suthan.

__ADS_1


"Saya permisi pulang dulu ya, nanti kalau ada apa - apa hubungi saja saya." Kata Suthan berpamitan hendak segera pulang karena dia tidak enak berlama - lama dirumah wanita yang baru dikenalnya.


Sementara dari masuk tadi Suthan melihat keadaan rumah sepi, menandakan wanita ini sendirian dirumah. Suthan tidak menanyakan keberadaan orang tua atau pun keluarganya yang lain. Karena Suthan merasa belum pantas menanyakan itu karena mereka baru kenal. Suthan memang tipe pria yang tidak bisa mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya apalagi kalau itu seorang wanita.


"Baiklah Pak, masih ingatkan pintu keluarnya?" Jawab Jesika ingin sedikit bercanda dengan pria dingin ini. Karena dari tadi dia melihat pria ini sangat kaku dan ngomong seperlunya saja.


Dengan polos nya Suthan menjawab, "Iya"


Dalam hati Jesika tertawa dengan kejaimam pria ini. Lalu Jesika juga bangkit dari tempat duduk nya menggantarkan Suthan sampe kedepan pintu sekalian ingin mengunci kembali pintu rumahnya.


Jesika memandang sampai mobil Suthan tidak kelihatan lagi, baru dia masuk kembali kedalam rumah tidak lupa mengunci pintu rumahnya.


Jesika berjalan menuju kedalam kamarnya untuk beristirhat karena dia masih merasa sedikit pusing. Jesika membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan tersenyum sendiri membayangkan wajah Suthan.


Kecelakan membawa nikmat pikir Jesika dalam hatinya. Dengan begini aku bisa berbicara dengan pria dingin ini, pria yang sudah mengusik hatiku beberapa minggu ini. Pria yang misterius dengan wajah dingin tapi tetap mempesona dimataku.


Aku akan berusaha terus mendekatimu dengan alasan ini, karena aku sangat penasaran dengan dirimu Suthan. Aku ingin tahu apa yang membuat hatimu risau setiap hari. Kenapa setiap hari kamu melamun dengan menghisap beberapa batang rokok dan minum secangkir kopi. Apa yang tengah kamu pikirkan sehingga aku melihat kegalauan pada dirimu.


Ntah kenapa Jesika sangat penasaran pada diri Suthan. Apakah yang dirasakan Jesika dalam hatinya saat ini. Apa dia hanya merasa simpatik dengan pria itu atau sudah mulai ada perasaan suka yang awalnya dari rasa kagum dengan ketampanan wajah pria itu.


Jesika masih bingung dengan perasaannya saat ini. Dia belum tau latar belakang Suthan, apa masih lajang atau sudah memiliki istri. Jesika seakan tidak peduli dengan status pria itu, yang dia tau saat ini hati nya benar - benar mengagumi pria tampan ini.


Apalagi hari ini, interaksi diantar mereka luamayan lama dan banyak. Sebelumnya Jesika cuma mendengar sedikit sekali suara pria ini. Tapi hari ini lumayan banyak dan itu membuat Jesika senang. Apalagi Jesika memang menyukai suara pria ini yang berat dan terdengar berwibawa. Tanpa disadarinya Jasika senyum - senyum sendiri membayangkan pria itu yang telah mengusik hatinya dan pikirannya dari beberapa minggu lalu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2