Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 37


__ADS_3

Pagi ini matahari bersinar dengan cerah. Jasmine dan Suthan siap - siap menuju kolam renang untuk berenang. Mereka sangat menikmayi liburannya. Setiap jam yang berlalu mereka manfaatkan sebaik mungkin karena mereka hanya liburan sebentar saja karean liburannya juga dadakan.


Jasmine sangat bahagia sekali, apalagi view kolam renangnya sangat indah, langsung menghadap pantai. Setelah dua jam mereka berenang akhirnya selesai juga. Jasmine merasa sudah sangat lapar karena tadi pagi mereka memutuskan berenang duluan sebelum sarapan.


Setelah selesai membersihkan diri mereka menuju ke ruang makan. Mereka sarapan dengan lahap sekali. Setelahnya mereka masuk ke dalam kamar sejenak untuk beristirahat sebelum check out. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, mereka segera berkemas untuk check out.


"Mas setelah check out nanti kita makan siang di restaurant seafood yang kemaren ya sayang, masakannya enak Jasmine suka." Ucap Jasmine kepada suaminya.


"Oke sayang, selagi kamu senang Mas akan turuti semua keinginanmu." Jawab Suthan dengan tersenyum bahagia kepada istrinya, karena dia benar - benar senang sekali dengan liburan mereka ini. Sudah beberapa bulan terakhir ini Suthan merindukan kehangatan seperti saat ini.


"Kita jalan - jalan aja lagi ya Mas sebelum pulang, selesai makan siang baru kita pulang ya, karena kan da gak terlalu lama perjalanan sampai ke rumah karena sudah ada jalan tol." Ucap Jasmine lagi kepada Suthan suaminya.


"Siap nyonya Suthan, perintah di laksanakan." Jawab suthan.


Mereka kembali berjalan - jalan menyusuri pantai.


"Mas kita keliling naek kapal boat yuk, itu kapalnya lagi berhenti menunggu penumpang." Ajak Jasmine kepada suaminya.


"Yakin kita mau naek boat?" Tanya Suthan.


"Iya Mas, ayuk cepat ntar lagi penuh penumpangnya kita gak kebagian tempat duduk." Ajak Jasmine langsung berjalan menuju kapal boatnya.


Mereka menaiki kapal boat, setelah penumpangnya sudah penuh, kapal mulai berjalan mengelilingi pantai. Jasmine sangat bahagia sekali, dia banyak memvidiokan moment - moment yang dianggabnya menarik dalam liburan mereka ini buat kenang - kenangan untuk dilihat suatu saat nanti.


Setelah sekitar satu jam berkeliling, mereka selesai dan turun lagi di tepi pantai. Selanjutnya mereka makan siang sebelum pulang. Setelah selesai makan siang, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.


"Liburan kali ini selesai juga ya Mas, Jasmine sangat bahagia sekali. Laen kali kita liburan ke pengunungan ya. Jasmine juga kangen kita liburan di puncak." Ucap Jasmine saat mereka dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


"Siap bos, bulan depan kita ke pegunungan ya. Kemana pun akan Mas tempuh asal melihat kamu bahagia. Itu adalah hadiah yang terindah buat Mas dengan melihat senyuman kebahagiaan pada wajah cantik mu." Jawab Suthan sambil mencubit gemas pipi istrinya.


*


*


*


"Jesi besok yakin sudah bisa masuk kerja?" Tanya Nuri kepada Jesika.


"Ia Nuri, aku kan sudah seminggu libur, terus sekarang aku sudah sehat, aku juga bosan terus di rumah seharian." Jawab Jesika.


"Dalam seminggu ini kamu ada melihat pak Suthan datang ke cafe?" Tanya Jesika penasaran kepada sahabatnya itu.


"Sejak kejadian kecelakaan kemarin aku tidak pernah melihat beliau berkunjung ke cafe. Dan seperti biasa kalau weekend dan hari liburkan memang beliau gak pernah datang." Jawab Nuri.


Wajah Jesika langsung memerah dengan ledekan sahabatnya itu.


"Begeni kali ya kalau lagi jatuh cinta, rasanya berat sekali menanggung rindu." Ucap Jesika.


"Aku bingung dengan alasan apa untuk mengajak pak Suthan bertemu, sementara aku sudah sembuh. Bantu dong kasih ide bagaimana caranya mengajak beliau bertemu." Jesika merengek kepada Nuri.


"Gimana ya, aku juga gak tau caranya, besok kita lihat saja mana tau beliau datang ke cafe kita, ajak aja berbincang." Ucap Nuri.


"Ya kalau sambil kerja mana enak, ntar kena tegur si bos pula aku gak fokus bekerja, mana aku sudah libur selama satu minggu." Ucap Jesika.


"Kamu hubungi aja kalau gak, bilang kalau kamu rindu berat sama beliau, sehingga tidak nyenyak tidur dan tidek enak makan, hehehe..." Lagi - lagi Nuri meledek sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kamu ya dari tadi ngeledek aku terus..." Jesika melemparkan bantal sofa kepada sahabatnya itu.


Nuri tertawa puas habis meledek sahabatnya itu. Jesika sudah tidak sabar untuk masuk kerja besok, karena dia pengen ketemu dengan Suthan. Dia berpikir besok sore Suthan bakalan singgah ke cafe tempat dia bekerja. Setidaknya dia dapat melepas rindu dengan memandangnya, dan mendengar suaranya, walau besok dengan kondisi yang formal karena dia masih dalam waktu bekerja.


Dari kemaren Jesika ingin menghubungi Suthan akan tetapi dia belum tau apa alasannya. Tidak mungkin dia berpura - pura sakit, sementara Suthan sudah dengar sendiri dari keterangan dokter kemaren kalau dia sudah sembuh.


"Sudah mulai larut kita tidur yuk, besok kan kita sudah bekerja" Ajak Nuri kepada Jesika.


"Istirahat yang cukup, jangan begadang menghayalkan beliau, takutnya besok kamu lesu bekerja karena kurang tidur, mana besok hari pertama kamu bekerja setelah libur seminggu." Nuri mengingatkan sahabatnya itu.


"Baiklah madam, perintah dilaksanakan." Jawab Jesika tersenyum.


"Good night...semoga mimpi yang indah bersama pak Suthan pujaan hatimu." Ledek Nuri sebelum mereka masuk ke kamar masing - masing.


Sementara Jesika tersenyum mendengar ledekan sahabatnya itu.


Di dalam kamar, sebelum tidur Jesika membayangkan wajah Suthan yang tampan dan sangat gagah dimatanya. Dia sangat mengagumi Suthan. Jesika sudah sangat tergila - gila kepada suami orang tersebut. Dia seakan melupakan batasannya, dia tidak peduli bakalan ada hati wanita lain yang akan tersakiti.


Saat ini dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Jesika masih berusaha bagaimana cara untuk mendapatkan perhatian dari Suthan. Setelah Suthan bisa di dekatinya, Jasmine istrinya bakalan disingkirkannya. Pikirannya sudah sangat jahat sekali.


Jesika teringat perkataan Suthan kalau mereka belum memiliki anak, jadi Jesika berpikiran kalau dia akan mewujudkan keinginan Suthan tersebut. Jesika beranggapan kalau istrinya tidak bisa memberinya keturunan, makanya Suthan bersedih setiap hari, dia memilih ke cafe sepulang bekerja dari pada langsung pulang ke rumahnya.


Jesika beranggapan bahwa Suthan tidak bahagia dengan pernikahannya. Makanya dia banyak menghabiskan waktu di kerjaan dan di cafe.


Aku akan terus mencari tahu tentang diri mu pak Suthan, supaya aku bisa memilikimu secepatnya. Dan aku akan membuat mu bahagia juga akan memberimu anak yang banyak sesuai keinginanmu. Tidak seperti istrimu itu yang tidak mampu memberimu anak dan kebahagiaan. Aku akui dia memang cantik dan lembut, akan tetapi itu tidak cukup karena kodratnya wanita harus melahirkan anak buat suaminya. Aku yakin aku bisa memberimu keturunan. Bathin Jesika.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2