Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episose 46


__ADS_3

Jasmine tersenyum mendengar kalau kampung halamannya tidak dikenal Jesika. Dan berkata.


"Ya memang daerah nya tidak terkenal makanya gak banyak orang yang tau." Jawab Jasmine tersenyum.


"Trus Pak Suthan juga berasal satu daerah sama Mbak?" Tanya Jesika lagi.


"Tidak Mas Suthan berasal dari kota, dan kami ketemunya waktu sama-sama kuliah. Kebetulan kami satu fakultas." Jawab Jasmine menjelaskan.


"Ooohhhh.... Jadi dulu Mbak kuliah dimana?" Lagi-lagi Jesika membrri pertanyaan seperti wawancara.


"Kita dulu kuliah di USU, dan ketemuannya disana, kita awalnya berteman dan lama kelamaan timbul rasa cinta, setelah lulus dan mendapat pekerjaan, Mas Suthan melamar saya." Ucap Jasmine sambil tersenyum mengenang masa pertemuannya dengan suaminya.


"Ooohh gitu." Ucap Jesika.


"Kamu Berasal dari mana?" Tanya Jasmine balik ke Jesika.


"Saya berasal dari pulau kecil Mbak, kepulauan Riau. Dan orang tua saya masih disana, saya merantau kemari mencari pekerjaan, setelah bekerja saya sempat kuliah, baru beberapa bulan yang lalu wisuda diploma, kalau duit saya sudah terkumpul banyak saya ingin ambil S1 nya. Ini saya masih fokus membantu biaya sekolah adik-adik dan membantu biaya hidup orang tua saya. Saya memang kerja di cafe Mbak, tetapi pemilik cafe nya sangat baik, kami dikasih gaji UMR tiap bulannya, ada gaji mingguan karena kelebihan jam kerja, makan ditanggung dua kali sehari dan kalau banyak pelanggan kami juga dapat bonus bulanan. Makanya saya bisa bantu keluarga dari penghasilan saya. Terkadang ada pelanggan yang baik ngasih uang tips. Makanya saat ini saya belum berpikiran mencari pekerjaan di tempat lain karena masih merasa nyaman Mbak, lagian saya belum S1. Mau kerja dimana yang bisa gaji besar kalau cuman lulusan diploma." Ucap Jesika panjang lebar.


"Kamu masih muda, perjalanan mu masih panjang, saya yakin kamu akan jadi orang sukses suatu saat nanti, yang penting tetap berusaha dan kerja keras. Membantu orang tua adalah perbuatan yang sangat bagus, kamu akan mendapat keberkahan dengan menyenangkan orang tua. Jadi tetap semangat ya untuk melanjutkan sekolah setinggi mungkin. Dan cita-cita kamu mendapat pekerjaan yang lebih baik dengan gaji yang besar segera tercapai." Ucap Jasmine memberi semangat kepada Jesika.


"Pak Suthan bekerja dimana ya Mbak?" Tanya Jesika menyelidiki.


"Suami saya kerja dimana sayang? Itu jawab dulu pertanyaan Jesika." Ucap Jasmine kepada suaminya.

__ADS_1


" Saya bekerja freelance" Jawab Suthan berbohong karena tidak mau terlalu jujur kepada orang baru dikenal. Suthan memang orang yang tidak mudah cepat percaya kepada orang lain. Tidak seperti istrinya yang polos.


Jesika hanya bisa bilang "Ohhh..." dengan rawut muka yang tidak begitu yakin dengan jawaban Suthan. Karena kemaren-kemaren istrinya bilang kalau dia ngantor bagaimana Suthan bilang kalau dia freelance. Tapi Jesika tidak mau ngotot bertanya.


Tidak terasa waktu sudah jam sebelas lewat tiga puluh menit, Jesika minta ijin untuk pulang, karena dia harus pergi bekerja. Dia takut nanti telat masuk kerja dan kena tegur sama atasannya.


"Saya pamit pulang ya Mbak, karena sudah mau masuk kerja." Ucap Jesika kepada Jasmine.


"Naek apa ketempat kerjanya?" Tanya Jasmine.


"Ini mau pesan ojek online aja Mbak." Ucap Jesika, kemudian memesan ojek online dari hp nya menuju cafe tempatnya bekerja.


Berselang lima menit ojek sudah datang menjemput Jesika. Bapak ojeknya menghubungi Jesika dan mengatakan dia sudah berada di luar pagar menunggu. Selanjutnya Jesika pamitan kepada Jasmine dan Suthan.


"Saya pamit pulang ya Pak." Ucap Jesika


"Ia, hati-hati di jalan ya Jesika" Ucap Jasmine dan mengantar Jesika sampe ke teras rumah. Dan menunggu sampe Jesika menghilang dari pandangannya.


Kemudian Jasmine masuk kembali kedalam rumah. Dia membereskan piring desseert dan gelas dari atas meja dan membawanya ke dapur untuk dicuci. Lalu membersihkan meja makan mereka tadi. Setelah semua beres, Jasmine menuyusul suaminya yang tengah duduk diruang keluarga menonton televisi.


"Da beres semua sayang, apa ada yang mau aku bantu?" Tanya suaminya menyapa istrinya yang sudah duduk disebelahnya.


"Sudah beres Mas, gak ada lagi yang mau dikerjakan, sebentar lagi habis sholat Zuhur kita kan mau keluar belanja, sekalian makan siang di luar aja kita ya mas supaya Jasmine gak usah masak makan siang." Ucap Jasmine kepada Suthan.

__ADS_1


"Iya sayang, gak usah repot-repot masak makan siang lagi, tadi kamu sudah sibuk menyiapkan sarapan. Dari pagi kamu sudah sibuk membersihkan ruamh juga. Jangan terlalu capek lah, nanti kamu sakit." Ucap Suthan dengan penuh kasih sayang kepada istrinya.


"Gak lah Mas, pekerjaan sehari-hari nya itu, Jasmine gak capek kok." Jawab Jasmine dengan tersenyum atas perhatian suaminya.


"Kenapa tadi Mas bilang kepada Jesika kalau Mas kerjaannya freelance?" Tanya Jasmine penasaran.


"Kamu inilah sayang, kita kan belum terlalu mengenalnya, untuk apa juga terlalu jujur, kita kan gak tau apa motif dia, Mas gak suka juga dia begitu banyak pertanyaan tadi ke kamu. Seakan dia mewawancarai kamu. Dia sepertinya ingin tahu banyak tentang dirimu." Ucap Suthan kepada istrinya.


"Iya juga ya Mas, dia juga menjelaskan detail tentang keluarga dan pekerjaanya sampe gajinya untuk apa saja dia gunakan." Ucap Jasmine.


"Apa karena dia sudah merasa dekat dengan Jasmine ya Mas? Dia sudah menganggap Jasmine kaka dia kali ya, sudah seperti keluarga sendiri." Ucap Jasmine.


"Ntah lah Mas juga gak tau, tapi Mas kurang percaya kepada gadis itu. Dari awal ketemu kecelakaan itu, kenapa dia tidak marah sama aku. Mas jadi takut dia punya motif tersendiri." Ucap Suthan kepada istrinya.


"Maksud Mas apa?" Tanya Jasmine penasaran.


"Mas gak bisa menjabarkannya, tapi Mas merasa dia itu tidak sebaik kelihatannya. Mas merasa dia tidak tulus memaafkan Mas." Ucap Suthan .


"Mas ini jangan buat jasmine takutlah." Jawab jasmine.


"Makanya Mas ingatkan jangan terlalu percaya dan jujur kepadanya. Mas sempat was-was juga tadi kalau kamu bilang kita disini tidak menetap selamanya dan rumah tetap kita di kota Medan. Syukurnya kamu tidak mengatakannya. Mas tidak mau dia tau banyak tentang hidup kita. Saat ini Mas belum tau apa motif dia tapi Mas gak percaya seratus persen kepadanya. Mas juga siris kalau dia melihat Mas dengan tersenyum, apa kamu tidak perhatikan ya kalau dia sering memandang kearah Mas?" Ucap Suthan.


"Ia seh Jasmine sering juga melihat klo dia melihat kearah Mas, tapi Jasmine gak kepikiran terlalu jauh." Ucap Jasmine kepada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2