
Hari ini Jesika berangkat kerja bareng dengan sahabatnya. Mereka pergi bekerja dengan sepeda motor. Nuri yang membawa sepeda motornya dan membonceng Jesika.
Wajah Jesika kelihatan ceria sekali hari ini. Dia berharap dapat bertemu dengan pujaan hatinya nanti sore. Jesika berharap Suthan sore ini mampir ke kafe tempat mereka bekerja.
Karena Jesika sudah sangat merindukan sosok pria yang telah mencuri hatinya. Sudah tiga hari ini dia tidak melihat Suthan. Buat Jesika tiga hari serasa berabad lamanya. Begitulah perasaan kalau orang yang sedang dimabuk cinta.
Sesampainya mereka di cafe, Jesika masuk terlebih dahulu ke kantor buat melapor ke atasannya bahwa dia sudah bisa bekerja mulai hari ini.
"Permisi Pak" Ucap Jesika sambil mengetuk pintu ruangan atasannya.
"Boleh saya masuk?" Tanya Jesika.
"Silahkan masuk Jesika" Jawab atasannya dari dalam ruangan.
Jesika membuka pintu memasuki ruangan dan duduk di depan atasannya.
"Gimana keadaan kamu? Sudah sehat dan sudah dapat bekerja hari ini?" Tanya atasannya sesaat setelah Jesika duduk.
"Tangan saya sudah pulih Pak, mudah - mudahan saya sudah sanggub bekerja mulai hari ini." Jawab Jesika dengan yakin.
"Baiklah kalau begitu, tetapi jangan terlalu dipaksakan mengangkat yang berat - berat ya. Kalau kira - kira tidak sanggub minta bantuan kepada teman - teman yang lain. Jangan sampai membahayakan diri sendiri terutama membahayakan customer dan barang - barang inventaris. Bisa dimengertikan Jesika?" Ucap atasannya memeperingati Jesika.
__ADS_1
"Baik Pak saya mengerti, dan terima kasih buat pengertian dan perhatian Bapak." Jawab Jesika.
"Baiklah kembalilah bekerja." Ucap atasannya lagi.
"Baik Pak, saya permisi untuk bekerja." Jawab Jesika dan keluar dari ruangan atasannya.
Jesika kembali bergabung dengan teman - teman kerjaannya. Mereka sempat berbincang - bincang sambil membersihkan tempat bekerjanya sebelum cafe nya di buka.
"Gimana keadaanmu Jesi?" Tanya Clara kasir cafe mereka.
"Seperti yang kamu lihat, saya sudah pulih dan sudah bisa bergabung lagi." Sahut Jesika menjawab pertanyaan temannya.
"Syukurlah, sepi gak ada kamu disini." Ucap Clara lagi.
Tidak hanya Clara yang menanyakan Jesika tetapi semua teman - temannya. Mereka semua menanyakan keadaannya. Dan Jesika mengatakan kepada mereka kalau dia sudah sehat. Mereka juga menawarkan diri kalau Jesika butuh bantuan jangan sungkan untuk mengatakan kepada mereka. Begitulah kondisi di tempat Jesika bekerja, mereka sangat kekeluargaan, tidak ada saling menjatuhkan. Mereka saling membantu dan melengkapi satu sama lain. Itulah salah satu yang membuat Jesika betah bekerja di cafe ini.
Atasan Jesika pemilik cafe juga sangat baik, dia royal kepada semua karyawannya. Kalau dalam satu bulan mereka dapat keuntungan besar, atasannya selalu memberi bonus kepada mereka. Atasannya juga memberi mereka makan siang dan makan malam. Jadi mereka gak perlu bawa bekal dari rumah. Terkadang kalau ada sisa makanan atasannya juga membagikan kepada mereka untuk dibawa pulang dari pada dibuang.
Makanya Jesika dan Nuri betah bekerja di cafe ini. Mereka hanya memikirkan sarapan aja sementara makan siang dan malam dari cafe tempat mereka bekerja. Jadi pengeluaran mereka untuk makan hemat. Mereka hanya memikirkan kebutuhan yang lainnya saja.
Cafe tempat mereka bekerja buka siang jam dua belas dan tutup juga jam dua belas malam. Makanya atasannya memberi mereka makan dua kali sehari karena waktu jam kerja mereka sudah lebih dari delapan jam. Dan setiap weekend atasannya memberi mereka uang mingguan hitung - hitung sebagai kelebihan jam kerja. Mereka juga dapat jatah libur sehari dalam satu minggu. Tetapi tidak di hari weekend dan hari libur. Karena pada saat itu pengunjung pasti rame.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan setiap ruangan dan meja di cafe, cafe sudah siap untuk dibuka hari ini. Tidak berselang lama setelah di buka beberapa orang sudah pada berdatangan untuk makan siang atau untuk bersantai di siang hari. Mereka sudah sibuk dengan tugas masing - masing. Jesika hanya mengerjakan yang ringan - ringan saja, seperti menanyakan pesanan dan membersihkan meja setelah mereka selesai makan dan minum. Sementara untuk mengangkat dan membawa pesanan dilakukan teman - teman yang lain.
Hari sudah sore, Jesika mulai memperhatikan customer yang masuk, akan tetapi dia belum melihat sosok yang dinantikannya. Jesika mulai gelisah, dia bolak - balik melihat jam dan melihat pintu masuk. Dia bertanya dalam hati, kenapa Pak Suthan belum muncul juga ya. Apakah hari ini dia sibuk bekerja dan belum pulang dari kantornya.
Sampe malam hari Jesika terus gelisah karena yang dinantikannya belum hadir juga. Jam sudah menunjukkan jam sebelas malam. Kelihatan di wajah Jesika kekecewaan. Orang yang dirindukannya dan diharapkan kedatangannya untuk mengobati rasa rindu dihatinya tidak muncul. Dia sangat bersedih dan mulai tidak semangat.
Pengunjung sudah mulai pulang dan cafe sudah mulai sepi, mereka juga bersiap - siap membersihkan cafe tempat - tempat yang tidak ada customernya. Mereka selalu melakukan itu suapaya cepat pulang. Kalau customer sudah habis sebelum jam dua belas mereka sudah bisa pulang. Jadi jam dua belas bukan patokan mereka pulang setiap harinya. Tapi batas jam terlama mereka bekerja sampai jam segitu. Palingan hari - hari libur yang sampai jam dua belas mereka tutup. Selebihnya keseringan mereka tutup jam sebelas malam.
Nuri sudah kekuar dari dapur karena sudah tidak ada lagi pesanan. Jadi tidak ada lagi yang akan dimasak mereka. Jadi mereka sudah bisa kekuar dari dapur setelah membersihkan tempat masak mereka.
Nuri mencari keberadaan Jesika, dia melihat Jesika duduk di pojokan dengan wajah bersedih, lalu dia menghampiri sahabatnya itu.
"Hai...kenapa kamu duduk sendiri disini?" Tanya Nuri yang mengangetkan Jesika karena dia lagi melamun.
"Astaga....Nuriiii....kamu buat aku kaget!" Ucap Jesika sambil memengang dadanya.
"Ya salah sendiri kenapa melamun di pojokan begini, ntar kesembet sama hantu baru tau rasa. Hiiii seram..." Ucap Nuri cengegesan.
Jesika tidak menanggapi sahabatnya itu. Wajahnya masih kelihatan cemberut. Dan mulai dia menggerutu kepada sahabatnya. Hanya kepada Nuri dia bisa bercerita terbuka dan terus terang. Dari tadi sore banyak temannya menanyakan Jesika lagi memperhatikan apa, kenapa bolak balik lihat ke pintu masuk dan melihat jam. Apa merasa pusing, lelah dan mau pulang duluan istirahat? Tanya teman - temannya mengkahwatirkan kondisi Jesika. Akan tetapi Jesika menjawab kalau dia baik - baik saja. Dan dia masih sanggab untuk bekerja.
Jesika tidak mungkin mengatakan kepada mereka bahwa dia lagi menantikan seseorang yang sangat dirindukannya. Dan sampe saat ini belum kelihatan dimana batang hidungnya. Pasti malulah dia kepada teman - temannya. Tapi kepada Nuri lain, dia tidak bisa menyembunyikannya kalau sama sahabatnya itu.
__ADS_1
Bersambung