
"Sebelum meninggalkan rumah nanti kita berhenti sebentar ke pos security ya, Mas mau ijin sama security yang jaga bahwa kita sudah meninggalkan rumah ini. Ntar klo ada yang mencari kita security bisa menjelaskan kalau kita sudah tidak menghuni rumah ini lagi." Ucap Suthan kepada istrinya.
"Sebenarnya Jasmine sedih meninggalkan rumah ini, semua tanaman Jasmine juga lagi mekar-mekar bunganya. Tapi karena kita akan balik ke rumah kita Jasmine harus merelakan bunga-bunga ini. Semoga mereka serasi diurus oleh pengurus barunya." Ucap Jasmine
"Jangan sedih sayang, di rumah sana kamu kan banyak tanaman juga, apa kamu gak senang kita pulang?" Tanya Suthan sambil mengunci rumah.
"Jasmine sangat senang kita pulang ke rumah kita Mas. Cuma di rumah ini banyak kenangan yang tertinggal, calon anak kita juga perginya di rumah ini. Telah banyak masa-masa sulit yang kita lalui di rumah ini. Semoga rumah ini membawa berkah sama penghuni barunya." Ucap Jasmine menitikkan air mata.
"Jangan disesali lagi ya sayang, Mas yakin Allah akan beri kita gantinya yang lebih sehat nantinya. Sekarang kita berangkat ya?" Ucap Suthan.
"Ia Mas" Jawab Jasmine.
Sebelum meninggalkan komplek perumahan mereka, Suthan singgah sebentar di pos security untuk menyampaikan bahwa meraka tidak menghuni rumah mereka lagi karena mereka harus pindah tugas keluar kota. Dan mengucapkan terimakasih sama security yang telah menjaga rumah mereka selama hampir satu tahun ini. Tidak lupa Suthan memberikan uang buat security sebagai ucapan terimakasih dan menyuruh membaginya sama team kerjanya yang lain.
"Sudah Mas selesai pamitannya Mas?" Tanya Jasmine saat Suthan kembali kedalam mobil.
__ADS_1
"Dan Mas sudah memberikan uang terimakasih kan kepada bapak-bapak secutiry itu?" Tanya Jasmine lagi.
"Iya sayang semua sudah beres, apa kamu sudah menghubungi keluarga dan teman dekat kalau akan ganti nomor hp?" Tanya Suthan memastikan istrinya sudah melakukan perintahnya tadi.
"Sebagian sudah Jasmine telepon Mas, waktu Mas berbincang tadi di pos. Dan tinggal beberpa orang lagi Mas, ne Jasmine akan hubungi sekarang." Ucap Jasmine
Dipertengahan jalan menuju hotel, Suthan memarkirkan mobilnya di depan counter hp dan membeli dua kartu hp baru. Suthan meminta istrinya memilih nomor yang disukai istrinya. Dan seperti nomor hp lamanya Jasmine memilih nomor cantik dengan seri yang sama.
Suthan segera menyuruh Jasmine menukar nomor hp lama dengan nomor hp baru. Suthan juga melakukan hal yang sama dan nomor lama mereka, disimpan Jasmine karena masih sayang dengan nomor lamanya. Suthan mengijinkan dengan satu syarat jagan di aktifkan lagi. Dan Jasmine menyetujuinya.
Setelah sampai di hotel dan cek in, mereka menyusun sebagian pakaian yang penting saja di lemari dan sebagian lagi amsih di dalam koper.
"Mas usahakan secepatnya ya sayang, paling lama satu minggu, dan lagian hotelnya kan dekat dengan kantor Mas, kalau kamu jenuh dan bosan bisa main-main ke kantor, jalan juga palingan riga ratus meter." Ucap Suthan.
"Sekarang kita bisa bicarakan apa yang terjadi, Jasmine masih bingung dengan ini semua, kita harus pindah mendadak dari rumah ke hotel, nomor hp dan semua akun media sosial harus diganti, Mas sudah bisa cerita sekarang?" Tanya Jasmine.
__ADS_1
"Baiklah sayang Mas akan ceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi sedikitpun." Sahut Suthan dan memulai pembicaraannya.
"Tadi siang sewaktu Mas masih dikantor kamu menchat Mas dengan nomor hp orang lain, kamu mengatakan kalau hp kamu lowbat dan lupa bawa charger. Sebenarnya Mas sudah heran kenapa kamu pergi keluar rumah bahkan ketempat yang jauh tanpa ada pamitan kepada Mas terlebih dahulu, karena tidak biasanya kamu berbuat seperti itu. Tapi Mas mencoba berpikiran positif, Mas anggab kamu buru-buru kesana dan tidak sempat mengabari Mas." Suthan menarik nafas sejenak, lalu melanjutkan perkataannya.
"Sepulang dari kantor Mas langsung menuju alamat yang kamu berikan, sesampainya ke alamat tersebut Mas langsung menanyakan keberadaan kamu, tetapi orang yang Mas tanya terus mengelak dengan berbagai alasan. Mas mendesaknya untuk menjawab malah dia mengancam Mas, dia akan berteriak katanya supaya orang-orang berdatangan kesitu, dan dia berkata nantinya dia akan bilang kepada orang-orang kalau Mas telah memperkosanya. Mas mulai hati-hati berbicara dengan wanita itu, Mas beranggapan dia wanita halu dan gila. Dia memaksa Mas supaya segera menikahi dia." Lagi-lagi Suthan menarik nafas karena kesal mengingat kejadian tadi sore.
"Mas mencoba berpikir bagaimana cara lolos dari wanita halu itu, kalau Mas keras pasti dia akan nekat, jadi Mas ikuti cara mainnya. Mas berpura-pura setuju dengan permintaannya tapi dengan satu syarat kalau dia harus minta ijin dulu kepada kamu. Dan Mas sangat terkejut kalau dia bilang kalau dia sudah duluan berbicara sama kamu, karena kamu tidak setuju makanya dia nekat menjebak saya datang ke rumahnya. Kemudian Mas bilang kalau istri saya tidak setuju mana bisa kita nikah, dia ngotot dan bilang bisa kalau kita nikah siri, dan gilanya lagi dia sudah menentukan besok malam kami akan menikah." Suthan memandang istrinya yang telah meneteskan air mata.
"Makanya tadi Mas segera menyuruh kamu mengemasi pakaian kita, Mas gak ingin kalau dia melukai kamu, Mas yakin besok dia akan ke rumah kita dan berteriak-teriak dengan tidak tahu malu karena Mas gak menghadiri acara yang direncanakannya itu. Mas gak mau dia mempermalukan kita di komplek, bukan Mas takut sama wanita halu itu, tetapi Mas gak mau memperpanjang masalah, yang sebenarnya itu masalah yang dia buat sendiri. Bisa saja Mas menyuruh orang untuk melenyapkannya, tetapi Mas masih ingat kamu, Mas gak mau kamu akan menderita nantinya." Ucap Suthan dengan wajah sedih melihat istri yang dicintainya meneteskan air mata.
"Kenapa ya Mas banyak kali cobaan kita tinggal di kota ini, Jasmine sangat percaya kalau Mas gak akan pernah menghianati Jasmine, Jasmine percaya kepada Mas melebihi diri sendiri." Ucap Jasmine dan suthan langsung memeluk istrinya.
Jasmine mengangis dalam pelukan Suthan, dan Suthan membiarkan istrinya menangis sepuasnya.
"Tadi siang waktu Jesika mengucapkan ingin manjadi istri kedua Mas, Jasmine bagaikan disambar petir mendengarnya. Jasmine tidak rela berbagi suami, Jasmine sangat mencintai Mas, makanya Jasmine jadi egosi dengan tidak rela membagi Mas dengan wanita lain. Jasmine sadar mempunyai kekurangan tidak bisa berikan Mas keturanan sampai saat ini. Tapi Jasmine tidak sanggub untuk dimadu, maafkan Jasmine Mas." Ucap Jasmine dan Suthan lansung menutup mulut istrinya sengan jarinya dan mengatakan.
__ADS_1
"Kamu wanita yang paling sempurna dalam hidupku dan aku gak akan pernah menduakanmu sayang. Percayalah padaku, masalah anak dari dulu Mas sudah bilang kalau itu rezeki dari Allah." Ucap Suthan dan memeluk istrinya lebih erat.
Bersambung