
"Silahkan masuk Pak" Ucap Jesika sesaat membukakan pintu terhasap Suthan.
"Dimana Jasmine?" Tanya Suthan.
"Bapak duduk dulu" Jesika menyuruh tamunya duduk dan menutup pintu rumah, tak biasanya Jesika menutup pintu rumah kalau kedatangan tamu apalagi tamunya adalah laki-laki.
"Saya bertanya dimana Jasmine istri saya!" Ucap Suthan dengan nada suara yang lumayan keras.
"Kenapa Bapak membentak saya begitu?" Ucap Jesika terkejut mendengar suara keras Suthan.
"Kalau Bapak seperti ini saya tidak akan memberitahukannya." Ucap Jesika.
"Jangan main-main sama saya ya, saya tidak punya waktu meladeni kamu lama-lama seprti ini. Sekarang kamu jawab saya dimana istri saya atau saya acak-acak isi rumah kamu." Ancam Suthan yang sudah berang kepada Jesika.
"Silahkan Bapak acak-acak rumah saya karena saya tidak peduli." Ucap Jesika membalas perkataan Suthan.
"Apa maksud kamu mempermainkan saya seperti ini!" Tegas Suthan lagi.
"Pak Suthan sangat keterlaluan, begitu datang bukannya menyapa saya dulu, ini malah langsung menanyakan Mbak Jasmine. Apa sih hebatnya Mbak Jasmine itu? Kecantikannya? Saya merasa gak kalah cantik dengan dia, wajah saya juga tidak jelek dan yang pasti saya lebih muda dari dia, pastilah saya lebih cantik. kenapa Pak Suthan tidak pernah memandang saya dengan lama, coba Bapak lihat saya baik-baik, pasti Bapak akan sadar kalau saya juga cantik. Apa yang mesti Bapak pertahankan dengan menikahi Mbak Jasmine. Toh sampe sekarang dia belum juga bisa memberikan Bapak keturunan. Mau sampe kapan Bapak bertahan dengan dia. Mau sampe tua mengharapkan sesuatu yang tidak pasti. Apa Bapak yakin kalau Mbak Jasmine itu bisa melahirkan anak buat Bapak? Coba Bapak berpikiran lebih realistis." Ucap Jesika menggebu-gebu.
Sementara Suthan hanya menatapnya dengan tatapan garang seakan mau menelannya hidup-hidup. Kalau Jesika bukanlah seorang wanita pasti Suthan sudah melayangkan bogeman mentah tepat di mulutnya yang berbisa itu. Dia sangat tidak suka kalau orang mengusik rumah tangganya, apalagi menjelekkan dan menghina istrinya. Karena bagi Suthan kalau jasmine adalah istri yang sangat sempurna. Dia tidak memaksakan harus memiliki anak karena anak menurutnya adalah rezeki dari Allah. Dan semua itu bukan kesalahan Jasmine kalau saat ini mereka belum juga memiliki anak.
"Saya bersedia menjadi istri Bapak, dan saya berjanji akan memberikan banyak anak buat Bapak." Ucap Jesika melanjutkan perkataannya.
Suthan mendengar perkataan dari Jesika barusan hanya bisa tersenyum sinis. Dalam hatinya mengatakan, dasar wanita tak punya harga diri, bisanya dia memintaku untuk menikahinya.
__ADS_1
"Bagaimana penawaran saya barusan, apakah Bapak mau menjadikan saya istri Bapak?" Tanya Jesika.
"Apa maksud kamu tiba-tiba mengajukan permintaan seperti ini?" Ucap Suthan berang.
"Aku sangat mencintai Bapak, dan saya sudah lama memendam perasaan ini, bukan pada waktu kecelakaan itu, sebelum terjadi kecelakaan itu saya sudah mengagumi Bapak secara diam-diam. Hampir setiap hari saya memandang Bapak yang tengah melamun di cafe. Dan pada saat itu saya belum tahu apa yang mengganjal dan membuat risau dihati Bapak. Tetapi sekarang sudah saya tahu kalau Bapak seperti itu karena Bapak sangat merindukan memiliki anak. Saya merasa Bapak tidak bahagia dengan rumah tangga Bapak karena istri Bapak tidak bisa melahirkan anak buat bapak." Ucap Jesika.
"Apa Bapak mau menikahi saya? Saya akan melahirkan anak yang banyak buat Bapak." Lagi-lagi Jesika meminta kepada Suthan.
Suthan masih merasa penasaran dimana istrinya saat ini, dia tidak memperdulikan ocehan dari Jesika yang meminta untuk menikahinya, karena dia menganggab kalau wanita ini adalah wanita gila.
"Sebelum saya jawab pertanyaan kamu, sekarang jawab dulu pertanyaan saya." Ucap suthan kepada Jesika.
"Apa pertanyaan Bapak?" Jawab Jesika.
"Dimana Jasmine sekarang, kalau kamu jawab dengan jujur baru saya mau menjawab permintaanmu tadi." Ucap Suthan.
"Dasar wanita licik." Ucap suthan berang.
"Terserah Bapak mau bilang apa kepada saya, yang pasti saya sudah bisa membuat bapak datang ke rumah ini dan saya pastikan Bapak juga gak akan bisa menolak untuk menikahi saya." Ucap jesika dengan tersenyum misterius.
"Apa maksud perkataan kamu." Ucap Suthan mulai waspada, dia tidak mau membuat kesalahan yang akan berakibat fatal buat dirinya dan rumah tangganya.
"Saya tanya sekali lagi apakah Bapak mau menikahi saya?" Ucap Jesika.
"Kalau saya menjawab tidak, bagaimana?" Jawab Suthan.
__ADS_1
"Saya akan berteriak dengan keras, supaya orang-orang berdatangan, lalu saya akan katakan kalau Bapak memperkosa saya, dan setelah itu saya tinggal meminta pertanggung jawaban dari Bapak, gimana?" Ucap Jesika karena merasa akan menang untuk mendapatkan Suthan.
"Kalau saya jawab iya, bagaimana dengan Jasmine?" Ucap Suthan.
"Saya sudah terlebih dahulu mengatakannya kepada Mbak Jasmine, tadi siang saya sudah ke rumah Bapak untuk menemuinya. Dan niat saya untuk menjadi istri kedua Bapak sudah saya sampaikan, tetapi sayangnya Mbak Jasmine menolaknya. Jadi mau tak mau dia harus Bapak ceraikan." Ucap Jesika dengan tidak ada merasa bersalah.
Benar-benar wanita gila, dalam hati Suthan. Saya juga tidak mau kalah dengannya. Saya harus memikirkan cara untuk keluar dari rumah ini sebelum semua jadi kacau, pikir Suthan.
"Baiklah sekarang saya mau tanya, kapan kamu mau saya nikahi?" Ucap Suthan.
"Kalau bisa secepatnya." Jawab Jesika.
"Mana mungkin bisa capat, kamu pikir proses menikah bisa diadakan dengan cepat, mengurus berkas-berkas untuk ke kantor KUA mana mungkin bisa cepat." Ucap Suthan tetapi dia hanya berpura-pura bersedia untuk menikahi Jesika supaya saat ini dia bisa keluar dari rumah itu.
"Kita menikah sirih dulu, supaya saya benar-benar sah jadi istri Bapak, selanjutnya kita urus berkas-berkas nikah kita ke KUA, sambil memunggu berkas cerai Bapak dengan Mbak Jasmine selesai." Jawab Jesika.
"Kita menikah dimana nantinya, bagaimana dengan wali kamu?" Tanya Suthan.
"Saya akan menuyuruh ayah datang besok kemari dan besok malam kita menikah." Ucap Jesika karena dia berpikir sudah dapat lampu hijau dari Suthan.
"Baiklah kamu urus dulu keperluanmu dan saya akan mengurus Jasmine terlebih dahulu supaya dia tidak mengacau pada acara akad nikah kita nantinya." Ucap Suthan berpura-pura setuju supaya dia keluar dari rumah itu secepatnya.
"Benarkah Bapak setuju menikahi saya?" Tanya Jesika seakan tidak mempercayainya.
"Ia" Ucap Suthan berbohong.
__ADS_1
Jesika sangat bahagia mendengarnya, seakan dia melayang kelangit ketujuh, dia tidak menyangka akan meikah dengan lelaki pujaan hatinya.
Bersambung