
"Nuri dia tidak ada datang hari ini, aku sudah memperhatikannya dari tadi sore sampai sekarang Pak Suthan gak ada datang bekunjung ke cafe kita." Ucap Jesika dengan wajah yang sedih.
"Kamu bilang dalam seminggu yang lalu beliau juga gak ada datang ya, apakah dia pindah tempat nongkrong?" Tanya Jesika dengan perasaan yang cemas. Dia sangat takut kalau Suthan tidak muncul lagi di cafe tempatnya bekerja. Kalau dia tidak datang lagi bagaimana cara untuk bertemu dengan pria yang dicintainya itu lagi.
Nuri merasa kasihan melihat sahabatnya itu. Dan mengatakan "Ia memang beliau sejak kejadian kecelakaan itu tidak pernah berkunjung lagi kesini. Tapi jangan bersedih Jesi, kalau memang berjodoh kalian pasti akan bertemu dimana pun itu, tidak harus disini." Ucap Nuri untuk menyemangati sahabatnya itu.
"Tapi aku gak tau bagaimana dan dimana kami akan bertemu lagi, sementara aku sudah merindukannya. Kenapa aku harus jatuh cinta kepadanya ya? Dan mencintai seseorang hanya sebelah pihak sangat sakit rasanya." Ucap Jesika dengan perasaan sedih dan mimik wajah yang sedih juga, terlihat disudut mata Jesika air mata yang ditahannya supaya tidak keluar. Dia tidak mau menangis disini, nanti teman - temannya mengira kalau dia tidak sehat. Makanya dia berusaha supaya air matanya tidak sampai menetes.
Nuri melihat iba kepada sahabatnya itu, dia sangat tahu kalau Jesika bukan tipe wanita yang mudah jatuh cinta. Dia yakin kali ini Jesika telah menemukan pria yang dicintainya. Akan tetapi pria tersebut tidak mengetahui perasaan sahabatnya ini.
"Ayoklah kita siap - siap pulang, nanti kita bicarakan di rumah saja. Gak enak nanti dilihat sama teman - teman yang lain. Mereka nanti berpikiran lain, mereka akan mengira kalau kamu belum sehat. Lagian customer juga sudah tidak ada lagi. Dan semua sudah dibersihkan sama teman yang lain." Ucap Nuri kepada Jesika.
"Ayok kita gabung dengan yang lain," Ajak Nuri.
Jesika mengikuti sahabatnya itu dan bergabung dengan teman - teman yang lain sebelum mereka pulang ke rumah masing - masing, karena seperti biasa mereka berkumpul terlebih dahulu.
"Bagaimana hari ini teman - teman, apakah ada kendala atau ada konsumen yang mengeluh?" Tanya atasan mereka.
"Semua aman dan terkendali Pak." Jawab Leo senior mereka.
"Baik lah terimakasih atas kerja keras teman - teman hari ini, jaga kekompakan dan saling melengkapi dan membantu sesama team. Sekarang kita sudah bisa pulang untuk beristirahat, dan besok kembali bekerja dengan kondisi yang bugar ya. Kalau yang off silahkan diambil dan nikmati hari liburnya. Dan yang masuk kerja besok harus tetap semangat oke." Ucap atasan mereka. Setelah nya mereka menumpukkan tangan bersamaan untuk menunjukkan kekompakan mereka. Dan mengucapkan yel - yel bersama, semangat.....semangat....semangat....
__ADS_1
Setelahnya mereka bubar dan pulang kerumah masing - masing.
*
*
*
"Mas gimana keadaan gadis kemaren? Kata Mas dia sudah sembuh, kapan kita menjenguknya lagi?" Tanya Jasmine kepada suaminya.
"Kita berikan dia uang sebagai permintaan maaf kita ya, kan dia sudah tidak bekerja beberapa hari. Jasmine merasa tidak enak, kan kasihan mana tau gajinya dipotong sama atasannya." Lanjut Jasmine berkata kepada suaminya.
"Ia Mas, kemaren Jasmine ada simpan nomor hp gadis itu. Siapa namanya ya? Kalau gak salah Jesika ya. Bentar Jasmine cek dulu mana tau kemaren belum tersimpan." Jasmine kemudian mengecek hp nya dan melihat ada nama dan nomor hp Jesika tersimpan.
"Tapi ini sudah malam, gak enak menelpon, takutnya mengganggu, besok ajalah Jasmine hubungi dia ya Mas." Ucap Jasmine kepada Suthan.
"Baiklah sayang, terserah menurut kamu mana bagusnya aja." Sahut Suthan.
"Kira - kira berapa ya kita beri dia duit?" Tanya Jesika kepada suaminya.
"Mas gak ngerti sayang, menurut kamu mana baiknya saja ya, Mas gak mengerti mengenai itu. yang sewajarnya saja kamu berikan." Jawab Suthan.
__ADS_1
Jasmine berpikir sejenak dan selanjutnya mengatakan "Kalau kita beri lima juta gimana Mas?"
"Apa itu gak kebanyakan sayang, kita kan sudah membayar seluruh perobatannya, bukan kita lepas dari tanggung jawab." Suthan merasa sedikit keberatan.
"Gak apalah Mas, dari pada kemaren dia lapor polisi kan lebih ribet masalahnya. Dan Jasmine yakin kalau sudah masuk laporan pasti biayanya akan lebih banyak, kalau pun mau damai dan dia cabut perkara pasti besar juga biayanya." Jelas Jasmine kepada suaminya.
"Ya sudah terserahlah sayang, bagaimana baiknya saja, Mas juga gak mau berurusan lagi dengan gadis itu. Lagian Mas gak nyaman dekat dengan wanita lain." Ucap Suthan.
Dan Jasmine tersenyum mendengar ucapan suaminya. Dia tahu kalau suaminya sangat menjaga diri dan hatinya buat wanita lain. Dia tahu kalau Suthan sangat mencintainya dan gak akan mungkin akan menghianati ataupun menyakiti hatinya.
Jasmine juga sudah berdamai dengan perasaan dan hatinya yang hancur karena keguguran itu. Dan dia akan kembali seperti Jasmine yang ceria dan memperhatikan suaminya.
Suthan juga demikian, dia tidak singgah lagi ke cafe buat menenangkan diri setelah seharian capek bekerja di kantor, sebelumnya dia selalu singgah sebentar di cafe karena tidak mau pulang dalam keadaan lelah. Kalau pulang dalam keadaan lelah pasti akan stres melihat kondisi istri yang selalu muram. Dan Suthan takut tidak bisa mengendalikan diri, dia tidak mau emosi di hadapan istrinya, karena dia sangat menyayangi dan mencintai istrinya.
Suthan tahu istrinya sangat terpukul dengan keguguran itu, bagaimana tidak karena anak yang sudah lama dinantikan pergi dengan cepat pula. Dia memberikan waktu buat istrinya untuk mengobati luka hatinya. Dan sekarang Suthan bahagia karena istrinya sudah berdamai dengan perasaannya dan bisa menerima kenyataan bahwa mereka belum saatnya memiliki anak. Suthan percaya kalau saatnya tiba Allah akan memberi mereka kesempatan jadi orang tua.
"Mudah - mudahan setelah kita berikan uang permintaan maaf dan ucapan terimakasi kepada Jesika, semua masalah selesai ya Mas." Ucap Jasmine tersenyum manja kepada suaminya.
Jasmine mencium manja pipi suaminya karena bahagia kalau suaminya bisa jaga jarak dengan wanita lain. Jasmine merasa kalau Allah memberikannya suami yang terbaik.
Suthan sangat senang mendapat ciuman dari istrinya. Dan sebagai suami Suthan tidak melepaskan kesempatan bagus ini. Dia membalas ciuman istrinya lebih mesra dan semangat. Dan selanjutnya tahulah apa yang akan terjadi terhadap suami - istri ini. Jasmine juga tidak mengelak atas tuntutan suaminya, dia juga mengimbangi permainan suaminya dengan semamgat. Mereka memadu kasih dengan penuh gairah sampai keduanya sama - sama mendapatkan kepuasan secara bersamaan.
__ADS_1