Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 40


__ADS_3

Hari ini Jasmine memutuskan untuk menghubungi Jesika. Dia menelpon Jesika untuk menanyakan apakah dia sudah kembali bekerja dan kapan mereka bisa berkunjung ke rumah Jesika.


Setelah menekan nomor hp Jesika dan tersambung kedengaran jawaban dari seberang.


"Hallo" Ucapa Jesika.


"Asalamualaikum, ini dengan Jesika ya?" Tanya Jasmine.


"Iya saya sendiri, ada apa mbak Jasmine." Sahut Jesika karena dia tahu yang menelpon adalah istri dari Suthan karena kemaren Jesika juga menyimpan nomor hp Jasmine.


"Saya mau nanyak kabar kamu, apakah sudah sehat?" Tanya Jasmine.


"Sudah Mbak sekarang saya sudah baikan." Jawab Jesika, tapi didalam hatiku tidak mbak, aku merindukan suamimu, kata Jesika dalam hatinya.


"Syukur Alhamdulillah saya sangat senang mendengarnya." Jawab Jasmine dan melanjutkan perkataaannya.


"Saya mau nanyak sama jesika, bolehkah saya bersama suami berkunjung kerumah Jesika?"


"Dengan senang hati silahkan datang Mbak" Sambut Jesika perkataan Jasmine dengan bahagia. Hore aku akan bertemu dengan pujaan hatiku, bathin Jesika.


"Kapan kita bisa datang?" Tanya Jasmine lagi.


"Gimana kalau hari kamis Mbak, hari itu saya off kerja. Karena saya kan sudah masuk kerja, saya kerja dari jam dua belas siang sampai jam dua belas malam, kalau hari lain kita tidak bisa ketemu." Jawab Jesika.


"Baiklah berarti besok lusa kita bisa kerumah Jesika ya, tapi kami datang malam hari aja ya karena dari pagi sampe sore Mas Suthan bekerja. Kami datang sepulang Mas Suthan dari kantor ya. Apa gak mengganggu kalau kami datang malam hari?" Tanya Jasmine.


"Gak masalah Mbak, datang saja, kalau mau menginap juga gak masalah, rumah kontrakan kami ada dua kamar, kamar yang satu bisa Mbak pake dengan suami Mbak, sementara saya bisa tidur bersama teman saya." Ucap Jesika penuh semangat.


"Hahaha....gak lah, gak sampe harus menginap, ntar Jesika nya jadi terganggu." Sahut Jasmine.


"Saya gak masalah Mbak, saya senang kalau di rumah rame, karena kami cuma berdua aja sama Nuri di rumah. Keluarga juga jarang datang dan menginap Mbak." Ucap Jesika.


"Hahaha....terimakasih buat tawarannya" Ucap Jasmine.

__ADS_1


"Baiklah, saya tutup dulu ya Jesika, besok lusa InsyaAllah kita bertemu ya. Assalamualaikum." Ucap Jasmine untuk mengakhiri pembicaraan.


"Waalaikum salam" Jawab Jesika lalu menutup teleponnya.


Waaahh....Pak Suthan akan berkunjung besok lusa ke rumahku. Aku merasa bahagia sekali, akhirnya orang yang aku rindukan akan datang juga. Syukur mereka berkunjungnya malam hari, Nuri masih di cafe, jadi dia tidak tahu kalau Pak Suthan telah mempunyai istri. Sempat kalau Nuri tahu aku yakin dia tidak akan mendukung cintaku. Aku sudah tidak sabar lagi untuk melihat wajah tampan pujaan hatiku.


Aku bingung harus mengatakan kepada Nuri atau tidak ya kalau besok lusa Pak Suthan akan datang, atau aku kasih tahu setelah mereka datang saja ya. Jesika dalam mode bingung saat ini. Dia gak tahu harus jujur atau tidak kepada sahabatnya itu. Takutnya kalau dia cerita sekarang kalau Pak Suthan mau datang kamis nanti, Nuri malah minta libur kerjanya mereka barengan. Dan pastilah ketahuan kalau Suthan sudah punya istri karena kan istrinya juga bakalan ikut nanti, karena tadi yang menghubungi Jesika adalah Jasmine istrinya Suthan. Ya sudahlah aku tidak akan mengatakan kepada Nuri, biarlah nanti Nuri tahu setelahnya, pikir Jesika.


Tok...tok...tok....pintu kamar Jesika di ketuk Nuri. Jesika tersentak dari lamunannya.


"Masuk Nuri, pintunya gak aku kunci." Ucap Jesika.


"Kamu sudah siap belum?" Tanya Nuri


"Ntar telat kita nyampe kekerjaan." Ucap Nuri lagi.


"Iya ini aku sudah siap madam, tinggal pake lipstik aja, udah sana panasin dulu sepeda motornya, aku akan segera menyusul." Ucap Jesika.


"Ia jadi mau sapa lagi yang menelpon aku, pacar belum ada, pria yang aku sukai tidak tahu dia menyukaiku atau tidak." Jesika berbohong kepada Nuri, dia tidak mengatakan kalau Jasmine istri Suthan yang menelpon. Karena dia tidak mau mengatakan sekarang kepada Nuri kalau besok lusa mereka akan berkunjung.


"Ya udah cepatan, gak perlu lama - lama berdandan, tanpa berdandan kamu sudah cantik." Ucap Nuri sambil berlalu dari kamar Jesika.


Setelah selesai pakai lipstik dengan warna lembut, Jesika keluar menyusul Nuri. Mereka segera berangkat bekerja.


Mereka bekerja seperti biasa, dan hari ini Suthan tidak muncul juga di cafe. Sesekali Nuri memperhatikan Jesika, dia melihat sahabatnya itu ceria hari ini, tidak seperti kemaren. Nuri penasaran, apakah hari ini Pak Suthan datang makanya sahabat dia itu tampak bahagia. Udalah nanti aku akan menanyakannya kata Nuri dalam hatinya.


Setelah konsumen sudah habis, Nuri sudah bisa meninggalkan dapur setelah semua peralatan masak dan meja, wastafel, lantai dapur dibersihkan. Nuri mencari keberadaan Jesika sahabatnya itu. Dia penasaran dan tidak sabar menanyakan kedatangan Suthan. Nuri yakin Suthan pasti datang makanya sahabatnya itu kelihatan bahagia.


"Jesi...." Teriak Nuri melihat Jesika dari arah dapur dan bergegas menghampiri sahabatnya itu.


Jesika mendengar teriakan Nuri, dia berhenti dan menunggu sampai Nuri berada didekatnya.


"Da selesai urusan kamu di dapur?" Tanya Jesika.

__ADS_1


"Ya sudahlah, kalau belum mana mungkin aku keluar." Ucap Nuri.


"Kamu da selesai bersih - bersih?" Tanya Nuri kepada Jesika.


"Tinggal bagian ujung sana." Jesika menunjukkannya kepada Nuri.


"Ayok aku bantu." Ucap Nuri.


Mereka segera berjalan menuju tempat yang akan mereka bersihkan. Sambil bekerja mereka berbincang - bincang.


"Kamu kelihatan happy hari ini, apakah pujaan hatimu datang?" Tanya Nuri penasaran.


"Tidak" Jawab Jesika singkat.


"Jadi apa yang membuat kamu bahagia?" Tanya Nuri makin penasaran.


"Mau tau aja atau mau tau banget?" Ucap Jesika sambil tersenyum misterius.


"Ya pasti mau tau banget lah." Ucap Nuri sewot.


"Aku kasih tau gak ya?" Ledek Jesika kepada sahabatnya tu.


"Iiiihhhh....kamu ya jesiiii....suka banget buat aku penasaran." Ucap Nuri jengkel.


"Hahaha......kayaknya jangan dulu deh aku kasih tau, aku mau lihat seberapa besar penasaran kamu." Ucap Jesika dan dia mendapat lemparan kain lap dari sahabatnya itu.


"Dasar.... Kamu ya Jesiiii...suka banget buat aku penasaran." Gerutu Nuri dan Jesika hanya ketawa menanggapi ucapan sahabatnya itu.


"Hahahaha......aku janji akan kasih tau kamu bestie ku tapi jangan hari ini ya, hanya kamu kan sahabat aku satu - satunya. Dan kamu yang paling the best. Aku tidak akan menutupi apa - pun dari kamu, tapi sabar ya." Ucap jesika kepada Nuri.


"Ya udah terserah kamu deh, kalau gak mau ngasih tahu hari ini gak apa - apa, secepatnya kamu harus bilang ke aku ya." ucap Nuri yang masih penasaran karena tidak mendapat jawaban dari sahabatnya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2